1st Love, 2nd Kiss

1st Love, 2nd Kiss
Ardi Melihat Kondisi Kamar Dea



Sebuah pesan di kirim oleh ayah Dea. Dia mengabarkan pada Ardi akan kondisi dari rumah Dea yang di serang oleh orang tidak di kenal dengan sebuah batu. Ada ketakutan yang membuat Dea masih takut untuk sendiri di rumah. Mungkin dengan kedatangan dari Ardi, Dea bisa segera pulih dari rasa takut yang ada.


Ardi segera datang untuk menenangkan Dea. Ayah Dea yakin, dengan kedatangan dari Ardi yang secara tiba-tiba. Dea akan merasa lebih aman lagi. Apalagi Ardi memiliki keberanian yang tinggi. Sudah pasti dengan adanya Ardi di sampingnya, Dea akan merasa aman dengan semua yang ada. Tidak ada lagi rasa takut yang akan membuat Dea seperti di teror oleh seseorang.


Dea langsung memeluk tubuh Ardi saat pria itu datang menghampiri dirinya. Dea merasa takut dengan sebuah teror yang datang pada dirinya. Apalagi tulisan berwarna merah itu begitu menyeramkan. Tulisan itu seperti di buat dengan darah yang mengalir. Itu semakin mengisyaratkan akan teror yang akan mengancam keselamatan dari Dea saat ini.


Ardi meminta Dea untuk tenang terlebih dahulu. Semua akan baik-baik saja untuk Dea. Jika Dea tidak tenang dengan apa yang ada, mungkin saja suatu hal yang buruk akan menimpa dirinya. Oleh sebab itu Ardi meminta Dea untuk bisa tenang dengan apa yang ada.


Dea mencoba tenang di pelukan seorang Ardi. Dia yakin bisa lebih aman saat dirinya memeluk tubuh Ardi dengan begitu eratnya. Apalagi Ardi memiliki bentuk badan yang begitu besar. Ini sangat enak ketika Dea sedang memeluk tubuhnya. Ardi pun semakin memberikan kenyamanan pada Dea saR dia mengelus dengan lembut rambut dari Dea. Ardi merasa Dea adalah orang yang paling tepat untuk dirinya.


"Aku akan selalu melindungi kamu. Percaya akan hal itu Dea." ucap Ardi dengan penuh keyakinan.


Ardi dengan segera mencium kening Dea. Bagaimana pun itu adalah cara terbaik yang akan membuat Dea semakin lebih aman lagi di samping Ardi. Dea benar-benar di buat ketakutan dengan teror yang datang secara tiba-tiba. Dea sadar akan teror yang datang itu. Mungkin saja teror itu adalah teror yang di lakukan oleh orang yang membenci dirinya. Padahal selama ini Dea tidak pernah melakukan kejahatan yang akan mendatangkan teror pada dirinya. Sedikit membuat Dea terkejut, sebab teror yang di lakukan pada dirinya adalah teror yang tersistematis. Jadi teror itu memang di arahkan untuk dirinya.


Kedua orangtua Dea yakin teror itu di lakukan oleh Bram. Tapi apa mungkin Bram melakukan teror tersebut pada Dea. Mengingat saat ini Bram berada di dalam jeruji besi penjara. Tidak mungkin Bram melakukan teror dengan dirinya yang ada di dalam penjara.


Dea tidak setuju jika teror itu di lakukan oleh Bram. Mungkin orang yang saat ini sedang bermasalah dengan Dea adalah Siska. Bagaimana pun juga, perempuan itu adalah orang yang kerap melakukan tindakan yang kurang pantas pada Dea. Peristiwa di supermarket seharusnya menjadi catatan penting bagi semuanya. Bagaimana Siska melakukan serangan yang begitu brutal pada Dea. Padahal Dea sama sekali tidak pernah melakukan tindakan yang sama pada Siska. Itu menjadi catatan yang cukup penting di lakukan oleh Siska.


Kecurigaan dari Dea sama seperti apa yang di rasakan oleh Ardi. Dia merasa orang yang melakukan teror terhadap Dea adalah Siska. Apalagi Ardi telah memberikan sedikit gertakan pada Siska. Mungkin dia merasa marah dengan apa yang di lakukan oleh Ardi. Kemudian Dea menjadi korban dari kemarahan seorang Siska saat itu.