
Ardi begitu terkejut saat Siska tiba-tiba ada di dalam ruangannya. Dengan sebuah wadah berisi black forest favoritnya. Siska terlihat begitu bahagia saat kembali bertemu dengan Ardi.
Perlahan Siska mulai mendekat ke arah Ardi dengan senyuman yang tidak pernah padam. Dia begitu berharap bisa merasakan pertemuan yang sempurna di hari ini dengan Ardi. Akan ada sebuah harapan baru yang coba di berikan oleh Siska akan Ardi. Di mana dia begitu bahagia dengan Ardi yang akan bersama dengan dirinya di hari ini.
Siska yang sudah begitu rindu akan Ardi, langsung memeluk tubuh pria yang sudah puluhan tahun tidak bertemu dengan dirinya itu. Ada sedikit air mata yang keluar dari kedua mata Siska. Dia merasakan bagaimana rasanya menahan rindu dengan pria yang begitu dekat ketika mereka sekolah terdahulu.
Ardi yang tidak menyangka Siska akan datang di hari ini. Terlihat masih bingung dengan kedatangan dari Siska. Tentu ada sedikit pertanyaan akan kedatangan dari Siska di tempat kerjanya. Siska tidak pernah datang di waktu ini. Tapi hari ini Sisak datang untuk menemui dirinya. Tentu ada beberapa hal yang mungkin ingin di sampaikan oleh Siska akan dirinya di hari ini.
Ardi yang mulai.tidak nyaman dengan pelukan yang di berikan oleh Siska pada dirinya. Perlahan mulai melepaskan pelukan wanita yang sudah lama tidak bertemu dengannya. Dia tidak ingin ada sedikit kesalahpahaman antara dirinya dengan Siska. Hingga dengan cepat Ardi melepaskan pelukan dari Siska di tubuhnya. Apalagi Ardi saat ini tengah dekat dengan Dea. Bahkan Ardi sudah mulai berpikir untuk menikah dengan Dea dalam waktu dekat.
"Aku pikir kita tidak harus berpelukan terlalu lama seperti ini. Aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman di antara kita." ucap Ardi melepaskan pelukan dari Siska.
"Iya Maaf Ardi. Aku hanya refleks. Sudah cukup lama kita tidak bertemu. Rasanya begitu berat bagiku untuk menahan rindu ini." balas Siska dengan wajah penuh penyesalan.
"Aku hanya ingin bertemu dengan kamu. Aku pikir sudah cukup lama kita tidak bertemu. Aku ingin kita bisa seperti dulu lagi. Saat kita sekolah dulu." jawab Siska penuh harap.
"Sepertinya tidak bisa. Aku mungkin sudah tidak bisa seperti dulu lagi. Ada sebuah hati yang harus aku jaga. Aku harus bisa menjaganya." ucap Ardi dengan tegasnya.
Siska terkejut dengan jawaban yang di berikan oleh Ardi pada dirinya. Dia tidak menyangka Ardi akan mengatakan hal itu. Mengingat Ardi yang sejak dulu menaruh perhatian lebih pada Siska. Akan sedikit aneh saat Ardi sudah memiliki tambatan hati yang lain. Mengingat akan sangat sulit bagi pasangan Ardi untuk mendapatkan restu dari ibunya. Sebab ibunya hanya menginginkan sosok Siska yang menjadi menantunya. Tidak dengan perempuan lainnya. Hanya Siska seorang yang menurut ibunya layak untuk bisa bersanding dengan Ardi. Itu yang membuat Siska heran ketika Ardi mengatakan jika dirinya sudah memiliki pasangan baru.
"Apakah Ibu kamu setuju dengan perempuan itu. Aku rasa tidak. Ibu tidak akan menyukai perempuan itu. Terlebih jika dia memiliki banyak kekurangan yang tidak bisa di samakan dengan aku." ucap Siska dengan penuh percaya diri.
Melihat bagaimana Siska yang penuh percaya diri mengatakan hal itu. Tentu Ardi pun langsung meminta Siska untuk bisa lebih rendah hati. Memang ibu Ardi menyukai sosok Siska, tapi bukan artinya dia tidak tanpa celah. Ada banyak hal yang tidak di sukai oleh Ardi dari Siska. Sehingga Ardi yakin, ibunya pun akan merasakan hal yang sama. Dia tidak akan sepenuhnya setuju dengan apa yang Siska ucapkan.