
Menemani salah satu asisten rumah tangganya belanja bulanan. Dea terlihat begitu bahagia saat memilih bahan makanan yang menjadi stok makanan di rumahnya selama sebulan ke depan. Ini merupakan sebuah pengalaman berharga dari seorang Dea, pasalnya kali pertama bagi Dea untuk bisa pergi ke supermarket untuk belanja bulanan.
Dea terlihat begitu menikmati belanja di hari ini. Bagaimana dengan kejelian yang di miliki oleh dirinya. Dea bisa memilih barang yang berkualitas sesuai dengan apa yang di harapkan. Ia benar-benar menyukai semua yang di belinya untuk menjadi bahan makanan sebulan ke depan.
Semua yang berjalan normal saja, sebelum sebuah insiden terjadi menimpa Dea. Tanpa sengaja, troli yang di dorong oleh dirinya menabrak troli milik orang lain. Sebenarnya itu tanpa di sengaja oleh Dea. Akan tetapi, pemilik troli itu yang merupakan Siska. Sontak apa yang di lakukan oleh Dea menjadi hal yang berlebihan. Dea pun langsung di marahi oleh Siska dengan begitu kasarnya.
Dea yang tidak ingin mencari ribut dengan Siska, hanya meminta maaf. Dia tidak membalas ucapan kasar yang layangkan oleh Siska pada dirinya. Bagi Dea, amarah Siska tidak ada gunanya saat di ladenin oleh dirinya. Oleh sebab itu Dea merasa harus segera pergi dari hadapan Siska untuk membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. Dea harus segera meninggalkan semuanya sendiri saja. Tidak harus memilih barang yang akan di gunakan oleh dirinya lagi.
Siska yang memang ingin mencari ribut dengan Dea. Meminta Dea untuk bertanggung jawab atas apa yang di lakukan oleh dirinya. Apalagi Dea melakukan itu dalam pandangan Siska dengan sengaja. Sehingga Dea harus menanggung akibat atas apa yang di lakukan oleh dirinya.
Dea tidak mengerti dengan apa yang di sampaikan oleh Siska pada dirinya. Bagi Dea itu adalah hal yang bodoh di lakukan oleh Siska. Dea merasa tidak harus melawan hal yang sama di lakukan oleh Siska. Ia memilih untuk pergi dari hadapan Siska dengan segera.
Dari peristiwa itu, akhirnya Dea dan Siska pun terjadi baku hantam. Asisten rumah tangga Dea pun mencoba memisahkan keduanya yang bertengkar dengan begitu hebatnya. Dia juga meminta tolong pada pengunjung lain untuk memisahkan Dea dan Siska. Mengingat Dea dan Siska ribut dengan begitu kerasnya.
Beberapa orang langsung membantu untuk memisahkan keduanya. Apalagi keduanya berteriak dengan begitu kencangnya. Sementara beberapa lainnya hanya melihat keduanya berkelahi layaknya atlet MMA di ring.
Mereka akhirnya bisa di pisahkan oleh petugas keamanan mini market. Dengan tenaga yang kuat, akhirnya mereka bisa berpisah. Siska yang masih kesal dengan Dea berusaha kembali memukul Dea. Padahal Siska sudah berada dalam genggaman petugas keamanan yang ada. Namun dia tetap berusaha memukul Dea dengan tangan kanannya. Rasanya masih belum puas bagi Siska untuk bisa kembali memukul Dea. Apalagi Dea adalah musuh terbesar bagi seorang Siska di hari ini. Tidak ada musuh yang paling kuat bagi Dea selain Siska. Ia pun siap melakukan apapun untuk menyakiti Dea.
Dea sendiri merasa iba dengan Siska yang terlihat seperti seorang yang tidak pernah belajar. Bagaimana dia melakukan tindakan yang begitu kasar pada seorang Dea. Padahal Dea sudah meminta maaf pada Siska. Akan tetapi Siska tetap melakukan tindakan yang begitu brutal pada seorang Dea.