You Own This Heart

You Own This Heart
Telepon Dari Mamah



Drrtttt.....Drrtttttt.....Drrttttt


Suara telepon membubarkan pikiranku


"Asalamualaikum" ternyata mamah yang telepon


"waalaikumsalam, dim bagaimana kabarmu Nak?"


"alhamdulilah baik mah!! Bagaimana kabar mamah,bapak, dan adek?"


"Alhamdulilah baik. Cuma kabar istrimu yang kurang baik" ucap mamah membuatku bingung


Hah.. Istri..? Istri apaan sih mah, nikah saja belum bagaimana punya istri


Makannya kamu cepet-cepet nikah entar keburu kesusul sama adek kamu!!


"Aku belum siap mamah lagian aku juga belum punya calon."


"yasudah nanti mamah kirim calon kamu kesana"


Apaan sih mah udah deh jangan bicarakan hal itu. Sekarang aku mau pokus dulu bekerja jadi belum kepikiran untuk nikah.


Pokonya mamah pengen kamu nikah secepatnya. Mamah udah gak sabar pengen nimbang cucu, mamah iri sama teman-teman mamah udah pada nimbang cucu.


Lagian umur kamu juga udah cukup untuk berkeluarga.


"mah.... Pokonya aku gak mau ya mamah ngatur-ngatur hidup aku. kalau mau punya cucu suruh saja adek nikah lebih dulu" ucapku kesal


"dimas adek mu kan masih sekolah bagaimana mau mamah kawinin"


makannya mamah juga jangan maksa aku. Nanti kalau aku sudah siap dan udah punya calonnya aku akan bawa dia kerumah.


pokoknya mamah akan kirim wanita pilihan mamah titik no debat.


Tut....Tut....Tut...


Pertanda panggilan di akhiri.


"huh dasar belum juga aku jawab maen di matiin aja"


Kira-kira apa maksud mamah. Istri....wanita... Siapa sih yang mamah maksud.


arrhhhggghhhh aku gak peduli sama ucapan mamah. yang terpenting sekarang aku akan pokus bekerja supaya menghasilkan uang.


"Mit... Berapa penghasilan hari ini tolong kirim catatannya melalui *Email*"


baik pak...


mita dia bekerja di bidang administrasi bertugas untuk mencatat pendapatan perharinya.


"Ah... Hari ini sangat melelahkan banyak pelanggan yang hadir terutama bidadari kantor" keluh riswan yang tiba-tiba datang keruanganku


"ya bagus dong wan. Itu tandanya mereka suka dengan apa yang kita sajikan" ucapku


Iya sih pak tapi yang bikin aku tambah cape aku harus ngelayanin permintaan dari tuan putrimu itu.


Prtttt .....tuan putri maksud kamu silvi?


Iya pak kamu juga tau kalau seandainya silvi kesini dia tidak mau di layani oleh orang lain. Kalau bukan kamu yang ngelayani dan nemenin dia makan ya paling aku yang selalau jadi sasarannya.


Hahaha ....... Yasudah wan anggap saja kamu lagi ngelayani bini sendiri.


Eh kenapa kamu gak jadikan dia pacar saja kan kamu masih jomblo..


Ogah... Mending aku gak punya pacar daripada dia yang jadi pacarku. Mending bapak aja yang pacarin dia bapak juga jomblo.


Sotoy kamu aku sudah punya dan aku juga sudah bertunangan!! Ucapku asal-asalan


wah ..... Yang bener pak tapi kok selama dua tahun aku bekerja sama bapak aku tidak pernah melihat bapak sama perempuan malahan kalau menyangkut perempuan bapak selalu memberi sikap dingin.Emang ada gitu yang mau sama cowok dingin seperti bapak.? Celoteh riswan


"emang aku sedingin itu" tanyaku


He'em.. Bapak selalu dingin sama perempuan yang selalu mendekati bapak, padahal ya pak kalau bapak banyak perhatian sama wanita mungkin pacar bapak akan banyak.


Gila kamu aku gak mau seperti itu!! Buat apa punya pacar banya kalau yang aku jadikan istri cuma satu.


***


"kalian bertanya-tanya ya kok dimas sedekat itu sama riswan. Padahalkan dia hanya sebatas atasan dan bawahan?"


"Aku tau jawabannya, karena dimas sudah menganggap riswan sebagai keluarga sendiri. menurut dimas ya itung-itung menyayangi anak yatim piatu. Ya riswan sudah tidak mempunyai keluarga dia juga sudah lama kerja sama dimas dari pertama dimas membuka rumah makan sampai dimas sudah mempunyai lestoran sendiri riswan selalu setia nemenin dimas" Author Nura😊


***


"eh pak lihat deh lestoran kita viral banget di sosmed. Dan menjadi topik utama yang dibicarakan." ucap riswan sewot


Emang apa isinya coba kamu bacakan? Tanyaku


"katanya lestoran seafood Dk. selalu nomor satu dari rasa, penyajian, dan pelayanan yang sangat memuaskan semua karyawan pada ramah-ramah dan sopan.terutama manager lestorannya dia sangat ramah dan juga tampan.karena aku pelanggan setia lestoran itu dari sejak baru buka sampai sekarang juga aku masih berlangganan. Semua seafood-seafood yang disajikan masih pada segar ditambah dengan bumbu yang kental wah tambah enak banget ayo jeng kita mampir ke lestoran itu pasti kalian pada ketagihan."


dan ini juga banyak yang mengomentarinya apa perlu aku baca?


"Sudah-sudah tidak perlu aku bosen dengerinnya" ucapku


Bagaimana aku tidak bosen statusnya juga panjang bagaimana dengan isi komentarnya pasti panjang banget apalagi ini ratusan komentar.


hupss.. Ya syukurlah kalau pelangganku puas dengan kinerja kami. Aku bisa bernapas lega


"wan bilang sama semua karyawan bulan depan kalian akan di beri bonus tambahan jadi kalian semua harus lebih semangat kerjanya terutama dalam melayani pengunjung" ucapku untuk menyenangkan semua karyawan


"yes.... Terimakasih bos kami doakan semoga bos cepat nikah biar ada yang nemenin hidup bos" ucap riswan penuh dengan godaan


"isshh...kamu ini aku belum mau nikah dulu karena aku masih ingin pokus bekerja" ucapku terkekeh


"kelamaan pak. Nanti bapak keburu tua hihihi"


"wan kamu ini....umurku baru 24 tahun aku belum tua" ucapku sembari menjewer telinga karyawanku yang terlalu song*ng ini


"Auww.. Sakit pak" riswan mengusap-gusap telinganya


Sudah-sudah ayo kita pulang. Kamu nginep di rumah ku!!


Kenapa bapak takut ya tidur sendiri? Goda riswan


"isshhhh anak ini. Bukan takut tapi aku lagi butuh teman untuk curhat"


"Ogah.. Kalau seperti ini lebih baik aku pulang ke kosan" ucap riswan


"Riswan..."


Iya tuan dimas...


"Aku potong gaji kamu mau." Ancamku pada riswan


"Apaan sih pak ini gak adil buatku masa urusan pribadi di campur adukan sama pekerjaan."Jawab riswan mengerucutkan bibirnya pertanda ketidak sukaannya


"Makannya turuti kemauanku."


Dan mau tidak mau riswan menuruti keinginanku. Dia nginap di rumahku. tapi aku nyesel sendiri udah ajak dia, karena dia terlalu banyak bicara.


"wan sudah jangan ngomong terus mending kamu mandi terus tidur" ucapku yang di balas dengan rajukan riswan


Bentar dulu pak aku belum selesai ceritanya.


"Sudahlah aku tidur duluan" dan aku pun tidur dengan nyenyak


Pagi pun tiba aku dan riswan siap-siap untuk pergi bekerja dan ketika aku beranjak pergi tiba-tiba ada telepon dari mamah.


"Ya mah"


"Dim jemput istrimu di terminal"


Happy ReadingšŸ¤—


Cintaku😘


alurnya masih ngeslow. Maaf kalau bosan mohon dukungannya biar tambah semangat nulisnya.