
Tok....Tok....Tok...
"Kelin kamu kenapa" dimas khawatir karena teriakan kelin yang begitu nyaring di telinganya
Kelin pun membuka pintu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Kelin merasa malu dengan tingkah lakunya.
"hehe aku gak apa-apa kak maaf mengganggumu" ucap kelin. Dimas senang karena kelin tidak kenapa-napa
"apa kamu belum tidur.?" tanya dimas yang dibalas gelengan kepala kelin
"terus kamu lagi apa.?" tanya dimas lagi. kelin menunjukan ponselnya dimas menahan tawanya
Prrrttt... Jadi kamu teriak karena nonton film horor..?
"eh...em...he'um kak" kelin tersipu malu
"kalau takut kenapa kamu menontonnya.?"
"Karena aku suka.tapi aku selalu takut ketika hantunya muncul" ucap kelin
"Kenapa jam segini kamu masih nonton film,?" tanya dimas
"aku susah tidur kak, aku belum terbiasa dengan tempat ini" kelin menundukan kepalanya dimas langsung merangkumnya dan menengadahkannya
"aku akan temani kamu sampai kamu tidur" ucap dimas
"beneran kak. Emang kakak belum ngantuk,?"tanya kelin
"belum..." meskipun sebenarnya mata dimas sudah mengantuk tetapi ia kasihan sama kelin.
"yasudah ayo masuk" dimas pun masuk ke kamar kelin mereka duduk di satu ranjang.
"lin..."
Iya kak...
"Lebih baik kamu ganti celana kamu pakai celana panjang, aku takut nanti aku khilap" ucap dimas yang tidak tahan menahan hasratnya karena kelin memakai celana terlalu pendek hingga paha yang mulusnya nampak jelas
"oh iya kak tunggu dulu aku ganti dulu ya" kelin pun pergi ke kamar mandi
***
Setelah kelin mengganti celananya dia kembali duduk di ranjang itu. Mereka mulai berbicara tentang apa yang di lakukan selama dua tahun ini.
"kak..."
Emmm....
Kenapa selama dua tahun ini kamu gak pulang kampung..? tanya kelin
"aku sibuk lin.." ucap dimas
"kakak sibuk apa.? Sibuk pacaran apa sibuk kerja" ucap kelin memancing dimas
"kamu ini" dimas menoyor kepala kelin
"aku serius kak.."
"aku sibuk kerja kelin. Aku sibuk mengejar cita-citaku" ucap dimas
oh...kak.!!!
Iya..
"eh...em"
"Kenapa kelin kok kamu jadi gugup seperti itu. Apa ada yang ingin kamu tanyakan" dimas mulai khawatir dia takut kelin akan mengatakan sesuatu yang membuat hatinya sakit.
"kak..."
"Iya kelin ada apa jangan membuat aku bingung" ucap dimas
Kelin memandang dimas lekat-lekat mereka dalam posisi berhadapan.
"apa kakak sudah punya pacar" ucap kelin
"hups.... Aku kira kamu mau tanya apa"ucap dimas
Hehe... Aku serius kak apa kakak sudah punya pacar.? Kelin mengulangi pertanyaannya
"emang kenapa kalau aku sudah punya pacar gak ada salahnya aku juga sudah dewasa bahkan aku sudah pantas untuk menikah" ucapan dimas yang membuat hati kelin berdebar dia takut berbicara kembali.
Iya..!! Bahkan semua keluarga mengetahuinya..
Deg...
Seketika hati kelin layu karna ucapan dimas...
"terus kenapa mamah menyuruhku kesini" mata kelin mulai berkaca-kaca. Tapi dimas malah mengalihkan pembicaraan.
"Sudah jangan terus bertanya tentangku. Sekarang aku balik tanya sama kamu selama dua tahun ini kamu kemana" tanya dimas
"aku gak kemana-mana selama ini aku hanya duduk dirumah sehari-hari aku menunggu pria yang akan menjadi suamiku pulang kampung sedangkan pekerjaanku cuma membuat novel" ucap kelin
"Sudahlah kak aku mau tidur" kelin pun membaringkan tubuhnya dan menutupi badannya dengan selimut tebal yang tersedia di sana
"aku akan menunggumu sampai kamu tertidur" ucap dimas. Sebenarnya dimas sudah tau tentang yang dilakukan kelin selama dua tahun ini karena mamah sudah memberitaunya.
Tapi dia ingin tau dengan jawaban kelin apakah dia benar-benar menungguku karena cinta ataukah karena paksaan orang tuanya.
Atau mungkin kelin juga memiliki hubungan dengan pria lain dan menyembunyikannya dari keluarga.!! pikir dimas
Kelin tidak bisa tidur dia takut menghadapi kenyataan bahwa dimas sudah memiliki perempuan lain.
ternyata selama ini aku menunggu seseorang yang tidak akan menjadi milikku.
Begitu sakit hati ini ketika aku mulai ingin menjalin hubungan dengan serius tapi malah harus kecewa dengan kenyataannya.!!
air mata kelin mulai berjatuhan dari sudut matanya dia tidak kuat membendung air mata itu ternyata harapannya yang akan menikahi orang yang benar-benar di cintainya telah sirna.
***
dimas memandangi tubuh kelin yang gemetar dia ikut berbaring di samping kelin dia memeluk tubuh kecil itu dan mengecup pucuk rambutnya.
"kenapa sayang. Katanya kamu mau tidur" ucap dimas namun kelin tidak menjawabnya. Dengan paksa dimas membalikan tubuh kelin agar berhadapan dengannya.
Dimas merangkum wajah kelin dan menghapus air mata yang mengalir di pipi kelin lalu dimas mengecup kening kelin.
Cup...
"Kamu kenapa sayang apa ada masalah" dimas menyandarkan kepala kelin di dada bidangnya
"apa kakak benar-benar sudah punya pacar" tanya kelin
"iya bahkan aku sudah melamarnya ke orang tuanya" ucap dimas
"kalau gitu tunggu sebentar aku punya sesuatu untuk kakak" kelin pun beranjak dari ranjangnya lalu membuka koper dan mengeluarkan kotak berisi sepasang cincin tunangan lalu dia memberikan kotak itu ke dimas
"nih kak..."
"Apa ini..?" Dimas membuka kotak itu, kotak yang berisi sepasang cincin tunangan yang sangat sederhana namun elegan
"itu cincin yang kamu berikan sama papa, aku mengembalikannya sama kamu karena aku sudah mengetahui jawaban dari pertanyaanku" ucap kelin yang menahan isakan yang akan keluar dari mulutnya
"tapi kenapa.." tanya dimas
"karena itu bukan milikku.dan aku juga tidak pantas tinggal di rumah ini. Karena tidak ada ikatan apa-apa di antara kita, lagian kakak juga sudah memiliki pasangan mungkin sebentar lagi kakak akan menikahinya" kelin menangis dia menumpahkan air matanya di wajah cantiknya
Seketika dimas meng*cup bibir kelin.
cup...
"sayang aku hanya akan menikahimu kamu wanita satu-satunya yang menempati hatiku"
"A-apa maksud kakak" ucap kelin terbata-bata
"iya sayang kamu itu pacarku, tunanganku juga istriku. Aku cuma mencintaimu maka dari itu jadikan aku sebagai pendamping hudupmu dan pria satu-satunya yang selalu ada di hatimu"
"Karena aku juga tidak pernah mencintai wanita lain. Hati ini sudah menjadi milikmu dulu sekarang bahkan selamanya" dimas meraih tangan kelin dan menempatkan didadanya, seolah-olah menyatakan bahwa isi di dalam dada itu telah kosong, karena sudah di berikan seutuhnya pada kelin dan tidak akan ada wanita lain yang mengambilnya
Huuh...Huuh...Huuh
Kelin menangis karena terharu dengan ucapan dimas rasanya dia menjadi wanita yang paling beruntung karena telah di cintai dengan sebesar ini..
Happy Reading😘
segini dulu ya updatenya karena jempol ini sudah membengkak😊