You Own This Heart

You Own This Heart
[POV] Kelin Part 3



"emang farel tau dari siapa?" tanya mama


"lho bukannya kalian yang memberi taunya" jawabku bingung


"kita tidak memberi taunya" mama


Lho terus dia tau dari siapa?


"entahlah mama juga gak tau" mama mengangkat kedua tangan dan bahunya seolah-olah tak tau jawabannya.


Entar kelin tanyain sama dia..


kenapa farel gak mampir dulu? Tanya papa


katanya entar malam. Dia mau istirahat dulu cape..


"Emmm ... Yasudah kamu juga mandi dulu terus istirahat pasti cape" ucap papa


"gak mau ah kelin masih kangen sama papa..maafin kelin ya pah" aku pun memeluk papa


Kami pun berbincang-bincang aku menceritakan tentang pekerjaan dan bla...bla...bla pokoknya bercerita tentang kehidupanku di jakarta.


Malampun tiba farel datang kerumah mau jenguk papa..


Tok...Tok....Tok..


Asalamualaikum...


"waalaikumsalam .... Tunggu sebentar" kak alpi membuka pintu untuk farel


"Oh farel ayo silahkan masuk" ajak kak alpi


"iya kak" dan farel pun memasuki rumah itu


Tiba-tiba datang seorang laki-laki tinggi berkulit putih dari dapur.


"Siapa sayang" kak ilham bertanya sambil berjalan ke arah kak alpi.


Oh ini farel teman kelin. kenalkan farel ini suami kakak..


"Hah kakak sudah nikah. Kapan kok aku gak tau" tanya farel


"Bagaimana kamu mau tau kakak kan gak punya nomor kamu. kelin juga kalau di hubungi selalu diluar jangkawan" ucap kak alpi


"oh kalau begitu selamat ya semoga kalian selalu bahagia amin. Oh ya kak, kelin dimana" ucap farel


"kelin lagi di kamar papa, mama dia lagi nemenin papa" kak alpi


"Oh...kalau gitu aku kesana dulu ya.."


Iya silahkan...


farel pun pergi ke kamar orang tua ku..


Tok...Tok..Tok...


"Ya masuk" suara jawaban dari dalam dan farel pun masuk


bagaimana keadaan papa.sebenarnya papa sakit apa? Tanya farel


"Gak apa-apa rel papa hanya kelelahan saja..."Farel dan papa terus berbicara sedangkan aku keluar terlebih dahulu.


Aku duduk di bangku yang ada di halaman rumah sambil melihat bintang yang sedang bertebaran di langit yang sudah gelap. Tiba-tiba farel datang


"Kenapa lin kok bengong disini" tanya farel


"eh lo. Gue lagi galau rel" ucapku


"Hahaha.... Seorang kelin galau, gue kira lo gak bakal bisa galau lin" farel mentertawakan aku


Iya...iya.. maaf, emang lo galau kenapa?


Gue lagi bingung sama permintaan papa...


"emang apa yang papa minta" tanya farel


"kata papa mau tidak mau gue harus menerima lamaran dari kak dimas. Dan kapan pun kak dimas ngajak gue nikah gue harus siap karena kak dimas juga sudah memberikan cincin ke papa waktu dia pertama kali bertemu sama papa" jelasku pada farel


"hah serius lin. Tapi kan kalau soal menikah umur lo masih minim, Baru saja umur lo 18 tahun masa sudah mau nikah" farel


"gak tau rel gue juga bingung semoga aja kak dimas gak ngajak gue nikah dalam waktu dekat" ucapku


Pantas saja dia selalu mencukupi kebutuhan gue dari mulai uang jajan, uang untuk bayar sekolah dan kebutuhan lainnya.


Ternyata dia sudah melamar gue ke papa tanpa sepengetahuan gue juga papa menerimanya, Kan ini gak adil bagi gue.


***


Aku menceritakan semuanya kepada farel dengan sabar farel mendengarkannya.


"Yasudah lin, lo terima saja mungkin papa lebih tau mana orang yang lebih baik buat lo dan menerima lo apa adanya gue juga melihatnya kak dimas memiliki itu semua" ucap farel


Iya rel gue akan mencoba. gue tidak mau mengecewakan papa lagi, kata papa gue harus pikir baik-baik lelaki mana yang bisa sabar melihan wanitanya mempunyai banyak pacar.


Tapi kak dimas selalu sabar dan menerimanya, begitu juga dengan mamahnya kak dimas dia selalu memanjakanku dan selalu merestui kita meskipun dia tau kalau gue anak yang manja dan tidak bisa melakukan apa-apa.


"Ya lin menurut gue juga lebih baik lo terima lamaran kak dimas tapi kalau soal menikah coba lo bicarakan dulu sama kak dimas pasti dia bakal mengerti" ucap farel


"Iya rel gue besok mau kerumahnya kak dimas siapa tau dia lagi ada" ucapku


"Oh iya rel kata papa kak dimas ke jakarta dia mau cari gue. Tapi gue gak pernah bertemu dengannya" ya mana dimas mau orang dia sakit hati dengan penolakan kelin dia terlanjur malu kalau bertemu dengan kelin.


"eh...em!! Sebenarnya gue lupa bilang sama lo kalau kak dimas yang memberi kabar bahwa papa lagi sakit" ucap farel


"wah.. Masa sih rel bagaimana ceritanya" tanyaku penasaran


"Sebenarnya dia datang ke kampus dia mohon-mohon sama gue buat memberi tau dimana lo tapi gue tidak mengindahkannya dan bla...bla...bla..." farel menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat.


"kalau mau tau pembicaraan dimas sama farel baca di episode sebelumnya. Makasih" AUTHOR NURA


"Tapi kenapa dia gak menemui gue dulu sebelum dia pergi" sebenarnya hatiku merasa sakit mendengarkan cerita farel


Apa sebenci itu kak dimas kepadaku sampai-sampai dia tidak mau bertemu denganku!! Gumamku dalam hati


gue juga gak tau padahal waktu gue nolak dia buat menemui lo dia mohon-mohon tapi pas gue ajak dia ke kosan lo dia malah pergi gitu aja gak tau ah gue bingung.


Sudahlah gue pulang dulu sudah malam, mending lo juga tidur kan besok lo mau kerumah kak dimas. Apa perlu gue antar? ucap farel


"gak usah rel gue bawa motor sendiri" jawabku


Yasudah gue pulang dulu ya dah..


"Iya sana gue juga udah gak butuh lo lagi.." ucapku menggoda farel


"Awas saja lo kalau cari gue di saat lo lagi galau ogah gue mendengarkan cerita lo yang membuat telinga gue geli. Seorang kelin anggraeni yang mempunyai cowok banyak bisa juga galau oleh pria yang sudah dewasa hahaha" farel mengolok-ngoloki aku


"Bodo amat gue juga sama manusia kali" aku berteriak sama farel yang sudah menjauh meninggalkanku.


Pagi pun tiba tepat pukul 08.00 pagi aku bersiap pergi ke rumah kak dimas aku mengendarai motor dengan kecepatan 60 km/jam.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam tibalah aku di rumah mewah besar, aku gak tau ukuran rumah tersebut yang jelas bangunan tersebut terdiri dari dua lantai dengan pagar yang menutupi halaman rumah tersebut.


Ku tekan bel rumah tersebut..


Dan datanglah seorang wanita berumur empat puluhuan...


Maaf ya nanggung lagi 😁 tapi tenang saja aku pasti akan up lagi kelanjutan cerita ini.