
"baiklah papa akan setuju dengan Nak dimas untuk membiarkan kelin bekerja dengan keinginannya tapi papa gak bakal membiarkan kelin putus hubungan dengan Nak dimas dan papa ingin kalian bertunangan secepatnya" tegas papa
"pah kelin gak mau ya,, kelin masih kecil, kelin baru saja lulus SMA masa iya kelin harus bertunangan di usia kelin yang masih sekecil ini. Dengar ya pah masa remaja kelin masih panjang bahkan kakak alpi juga belum nikah" tukas kelin tak percaya dengan sikap orang tuanya yang tidak mengerti dengan putrinya
"diam kamu jangan mencari-cari alasan lagian kakak kamu bulan depan akan menikah, ya silahkan kamu kalau mau menikmati masa remaja kamu dengan lelaki-lelaki yang gak jelas itu tapi papa akan mengusir kamu dari rumah ini" ancam papa dengan berang kepada kelin
"pah..." teriak mama menahan emosi papa tapi papa tidak menganggapnya dengan cara mengacungkan tangan papa memberi kode supaya mama gak ikut bicara. Sedangkan kelin hanya bisa menangis sesegukan karena tidak percaya bahwa papa yang selalu memanjakannya akan berkata seperti itu.
"dengar ya lin papa malu dengan sikap kamu apa kata orang lin, kita orang miskin yang gak punya apa-apa tapi di sisi lain kamu malah sering bermain dengan setiap lelaki, apa kamu tidak memikirkan perasaan papa, sakit hati papa lin mendengar perkataan orang bahwa putri papa seorang cewek matre yang sering memanfaatkan semua lelaki" kelin hanya bisa menangis sesegukan tidak bisa berkata apa-apa
"sudah pa tenang dulu biar aku yang ngomong sama kelin" aku merengkuh tubuh kelin membawanya masuk kedalam kamar untuk menjauhi orang tuanya dan membiarkan papa lebih tenang
"sayang dengerin aku apa kamu sayang sama papa,mama?" yang dibalas anggukan oleh kelin
"dengerin aku ya bukannya aku mengambil kesempatan dalam kesempitan, karena aku ingin membuat papa bahagia karena aku sudah menganggapnya sebagai orang tua ku. Jadi maksud aku gak ada salahnya kita bertunangan semata-mata untuk membahagiakan keluarga kita, dan kalau seandainya kamu tidak menerimanya ya sudah kita cukup berpura-pura saja" meskipun hati ku sakit untuk mengatakannya karena yang ku harapkan kelin menerimaku dengan tulus dan tidak berpura-pura
hahaha......kelin tertawa di sela-sela tangisannya. Dengerin aku ya kak emang aku orang bodoh meskipun cuma sebatas tunangan tapi dalam agama yang kita anut di jelaskan bahwa seorang wanita yang sudah bertunangan 75% sudah menjadi tanggung jawab pasangannya dan bila aku menerima laki-laki lain itu artinya aku menghianati pasangan ku sendiri, ya gila kak masa kita harus berpura-pura" tukas kelin yang tak menanggapi ide yang gila seperti itu
Ya sudah jadi mau kamu apa?
Kelin tampak berpikir dengan keputusan yang akan di ambilnya
Ya aku akan keluar dari rumah ini!! Meskipun aku sayang sama mama,papa tapi aku gak mau jika harus bertunanggan dengan paksaan dari orang tua lagian aku gak mencintai kakak emang sih aku sayang sama kakak tapi kalau untuk menjadi pasangan aku gak suka tipe cowok yang posesif seperti kakak. Ucap kelin dengan sikap kekanak-kanakannya
"kelin....suaraku meninggi. kamu sadar dengan keputusan kamu emang kamu gak tau kehidupan di luar sana?"
***
Apalagi di kota jakarta, jakarta itu dunia bebas banyak tektek bengeknya di sana apa kamu gak takut? Kamu adalah seorang gadis remaja yang manja apa kamu gak akan merasa susah tinggal di luar sana sendirian.
Ternyata aku menyerah sampai di sini sepertinya perjuanganku selama satu tahun lebih tidak membuahkan hasil kelin masih terus menolakku karena baginya aku tidak pantas untuknya. menurutnya aku cowok yang terlalu posesif dan terlalu baik untuknya itulah alasan kelin menolakku.
Sepeninggalan kelin hari-hari ku begitu sepi rasanya aku tidak memiliki semangat untuk hidup lagi karena orang yang selama ini di puja dan di cintai dengan sepenuh hati ku telah pergi sejauh-jauhnya dari hidupku tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Sepertinya aku tidak akan tertarik lagi dengan wanita dan tidak akan mencintai wanita karena bagiku mencintai itu lebih menyakitkan.
Meskipun kita memiliki harta dan paras yang tampan tapi semua itu percuma kalau seandainya tidak ada wanita yang dengan tulus mencintaiku, ya lebih baik aku menatap masa depan ku dan melupakan apa itu cinta aku akan membuka usaha sendiri supaya aku menjadi orang yang sukses yang bisa membanggakan orang tua bukan hanya berpoya-poya dengan uang orang tua aku akan melupakan kata menikah dan cinta karena itu semua yang bisa menyakitiku seumur hidup.
Drrttt....Drrtttt....Drrttt
Suara ponsel yang membuyarkan lamunanku
"Ya Asalamualaikum Dek ada apa?" tanyaku kepada adik kelin yang tiba-tiba menelepon karena sudah satu bulan semenjak kelin pergi aku tidak ada hubungan lagi dengan mereka tapi entah apa tujuan mereka menelepon ku.
"waalaikumsalam, kak aku mau minta tolong untuk carikan kak kelin karena bapa sedang sakit sudah satu minggu dan beliau ingin bertemu dengan kak kelin" ujar penelepon di sebrang sana
Kenapa kamu gak langsung hubungin dia saja dek? Tanyaku dengan bingung bukannya langsung telepon dia ini malah nyuruh aku
"sudah kak aku sudah berusaha buat menghubungi kak kelin tapi nomornya gak aktif, papa,mama jadi khawatir please kak tolong bantu keluarga kami" terdengar isakan si pemilik telepon di sebelah sana dan dengan tenang aku menjawab
Ya dek sabar,,kalian harus tenang dan bilangin sama papa kakak akan berusaha mencarinya meskipun kakak tidak yakin secara kan jekarta itu luas.
Ya tuhan kenapa kau kasih cobaan ini ketika aku ingin melepaskannya dan melupakan apa itu cinta kau malah berikan ke khawatiran ini meskipun aku berusaha melupakannya tapi di dalam hati kecilku aku sangan menyayanginya. ya tuhan tolong berikan petunjuk bagiku apa yang harus ku lakukan dan dimana aku akan menemuinya? Apakah dia baik-baik saja dan kenapa dia tidak menghubungi keluarganya apakah dia sudah melupakan keluarganya. begitu banyak pertanyaan yang aku pun tidak tahu jawabannya
sepertinya aku akan menyusul perempuan itu dan aku akan mencarinya di kota yang kehidupannya sangat bebas semoga aku bisa menemukannya.
Hai genks maaf ya ceritanya di percepat
Dimasđź’—Kelin