You Own This Heart

You Own This Heart
Bertemu mertua



"sepanjang jalan kami terus berbincang hingga gak terasa telah sampai di depan rumah kelin"


Aku memandang keseluruhan rumahnya yang terlihat sederhana dengan dinding bambu yang kebanyakan sudah rusak. Aku merasa takjub melihat kelin, meskipun keadaannya yang susah tapi dia selalu tampak ceria dan tidak ada raut wajah kesusahan tapi ada hal yang tidak aku mengerti meskipun keadaan kelin yang seperti ini tapi kelin berani bermain-main sama semua lelaki apa dia tidak merasa takut secara kan dia orang kecil, bagaimana kalau lalaki itu memanfaatkan dengan keadaannya.


Tapi masih ada sisi baik kelin dia bukan cewek yang matre dan dia juga terlihat barbar kalau di pandang kelin tidak seperti orang yang susah dan banyak laki-laki yang tunduk dengannya terutama teman laki-lakinya buktinya setiap apa yang di katakan kelin mereka selalu menuruti perintahnya.


"kak, ayo masuk malah bengon" kelin membuyarkan lamunanku


"oh iya lin" akhirnya aku mengikuti langkah kelin


Asalamualaikum....


Mama kelin pulang...Ucapnya dan langsung masuk kedalam rumah dan langsung menyalami mama yang dibalas dengan pelukan dari mama nya


"sayang "...


kok cepet sampainya seharusnya kan kamu sampai kerumah pukul 10.30 tapi ini baru pukul 09.30.


"eh ....em iya mah aku pulangnya naik motor di anterin sama teman tuh dia.


Kelin menunjuk arah kepadaku dan aku langsung mencium tangan mama kelin


Oh silahkan duduk...


Dan aku pun duduk di kursi kayu yang ada di rumah kelin.


Pah....pah...sini ada tamu nih


Mama kelin memanggil suaminya aku merasa gugup tapi tujuan ku kesini memang aku ingin bertemu dengan dia. Dan tak lama papa kelin menghampiri aku yang sedang duduk aku menyalaminya dan terus berbincang-bincang


Sedangkan kelin malah meninggalkan aku dan papanya.


Eh sayang itu siapa.. Tanya mama kelin


oh itu kak dimas mah,,, jawab kelin


eh lihat deh sayang sepertinya papa senang ngobrol sama dia biasanya kebanyakan laki-laki yang main ke sini papa selalu cuek


"apa dia pacarmu sayang"


Bukan mah itu cuman teman..tegas kelin


Setelah ngobrol sama papa kelin aku pamit pulang terus aku nyamperin kelin yang sedang duduk sambil sibuk memainkan ponselnya


"sayang kamu sedang apa" aku mengagetkan kelin


Eh...em aku lagi nyobain ponsel baru hehe


yasudah dilanjut saja aku mau pulang sudah siang.


Em iya kak hati-hati di jalan ya...


"jangan nakal ya .. awas kalau berhubungan dengan laki-laki lain"


Apaan sih kak kamu posesif banget.


Kelin mengerucutkan bibirnya pertanda ketidak sukaannya aku tersenyum melihatnya dan aku sadar ternyata kelin benar-benar anak yang manja


"Biarin dong sayang kan itu sudah menjadi bagianku untuk melarang kamu berhubungan dengan laki-laki lain karena kamu sekarang sudah menjadi tanggung jawab ku"


Apa maksud kakak...???


Gak apa-apa, lupakan aku mau pulang dulu


***


Meskipun dimas terlihat lugu,pendiam, dingin, cuek dan pemalu tapi demi seorang kelin dia menghilangkan itu semua dia menjadi orang yang berani dan sayang kepada pasangannya terutama dia terlihat serius jika berhubungan dengan kelin sampai-sampai dia memberanikan diri mengobrol dengan papa kelin.


"Sesampainya dirumah aku menghubungi kelin" tapi sial nomor kelin malah sedang sibuk


"Stttt....Sttt" kelin sedang teleponan dengan siapa


Aku merasa murka karena harapanku kelin akan menunggu kabar dariku tapi kenyataannya dia malah sibuk dengan orang lain.. Apa aku benar-benar gak penting baginya, apa dihatinya tidak sedikitpun ada namaku.


Tapi aku harus sabar dan bisa menerimanya dengan lapang dada karena sudah menjadi resikonya berhubungan dengan wanita yang mempunyai cowok banyak. Ya aku harus bertahan aku harus buktikan kepada kelin bahwa aku hanya satu-satunya lelaki yang setia dan menerima dia apa adanya.


Aku yakin dengan pendirianku meskipun terkadang masih ada rasa sakit tapi aku selalu mempertahankannya dan selalu mengabaikan hal-hal yang lain. Hampir setiap minggu aku main kerumah kelin dan seperti biasa kelin selalu biasa saja malah aku sering ngobrol sama orang tuanya ya kalau di pikir sih sepertinya aku bukan mengapelin kelin tapi ngapelin orang tuanya hehe.


Hari minggu pun tiba aku bersiap-siap untuk kerumah kelin tapi ketika mau ngeluarin motor aku di hadang oleh mamah


"dim mau kemana kamu setiap hari minggu keluar terus kamu gak kerja"


Eh...em!! Iya mah aku ada acara sama teman soal kerjaan aku sudah izin dulu, yasudah mah aku pergi dulu.


Sebelum mamah bertanya lagi aku langsung tanjab gas meninggakan mamah yang masih berdiri di halaman rumah


sesampainya di rumah kelin aku disambut oleh orang tua kelin


Tok...Tok.....Tok


Asalamualaikum....


Waalaikumsalam....eh nak mari masuk


Aku mencium tangan papa dan mama kelin dan masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi kayu


"oh iya pa mana kelin" tanyaku yang penasaran


kelin lagi ada acara sama temannya nak..


Dengan rasa kecewa aku mendengar ucapan papa kelin. rasanya percuma aku kesini kalau yang di tujunya malah pergi sama orang lain akhirnya dengan terpaksa aku hanya mengobrol dengan orang tuanya.


Sedangkan di tempat lain kelin sedang asik bersama teman-teman nya dia merasa bebas karna tidak menemui dimas minggu ini


"lin kok kamu di sini bukannya ini hari minggu ya biasanya kan kak dimas ngapelin" elsa yang baru datang langsung bertanya


Gak tau ah El lo jangan ngomongin dia, mumet gue ngeladenin nya...


Ya El lo jangan ganggu dia, dia lagi kurang baik hahaha .... Timbrung farel


Emang kenapa gitu kamu lagi ada masalah sama dia lin???


gak juga,, gue cuma males aja ngeladenin orang yang posesif banget dan omongannya selalu serius... Bahkan dia sudah ngomong sama papa gue bahwa dia ingin serius sama gue bahkan kalau seandainya gue mau, gue mau di lamar sama dia kan itu gila El..


Hahaha ....


Gak apa-apa lin itu tandanya dia sangat sayang sama kamu. Elsa


Gila aja lo gak mikir kan gue masih sekolah dan gue juga mau kerja dulu..


kelin kesal dengan temannya yang satu ini selalu beda pendapat .....


^Nura^