
ternyata farel yang menarik tanganku.
"kevin.... lepasin dia berani-beraninya lo meluk kelin dalam keadaan lo lagi mabuk.." bentak farel kepada teman kampusnya
"hehe farel ayo sini duduk kita minum dulu..." ajak kevin
Tidak terima kasih kita mau pulang dulu..
kita pun keluar dari gedung itu..
Akhirnya gue bisa keluar juga dari tempat itu.sumpah gue takut banget rel baru pertama kalinya gue lihat orang mabuk seperti itu bikin bulukuduk merinding.mana dia peluk gue kenceng banget, tadi gue sampai-sampai mau nangis gue takut dia ngelakuin hal yang lainnya.
Untung lo tepat waktu rel kalau nggak entah lah apa yang akan dia lakukan sama gue. Terima kasih lo memang selalu ada buat gue..
Emmm makannya lain kali hati-hati untung gue lagi di rumah teman dekat sini. Gue juga di beri tau dia kamar kevin dimana.
Iya...iya gue juga gak tau bakal di bawa kesini oleh kevin. Karena dia bilang mau ngantar gue pulang..
"Makannya lo jangan terlalu percaya sama orang seperti kevin" ucap farel mengingatkan
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit aku pun tiba di kosan. Aku pergi mandi terus tiduran di ranjang kecilku.
ku ambil ponsel lalu membuka sosmed..
"Gue jadi keingat kak dimas biasanya setiap jam dia mengganggu dengan pesan singkatnya tapi sekarang tidak ada lagi. Mungkin dia terlanjur sakit hati dengan perbuatan gue yang waktu itu"
Kira-kira dia sudah punya pacar belum ya? Coba gue lihat akunnya dulu, siapa tau dapat informasi. Ya ternyata sudah 1 bulan ini dia gak aktip di sosmed. Gue kangen sama perhatian yang dia berikan meskipun terkadang dia posesif tapi itu ungkapan rasa khawatirnya.
Aku membuka-buka galeri di ponselku. Aku menemukan foto aku, kak dimas, mama dan papa, ya kita berempat foto bersama ku elus gambar di ponselku.
"kelin kangen kalian. Maafin kelin papa, mama kelin belum bisa menuruti kemauan papa karena kelin belum siap. ini permintaan yang berat bagi kelin semoga papa, mama tidak membenci kelin dan bisa memaafkan kelin"
***
Dua bulan pun berlalu begitu cepat. Pagi itu seperti biasa aku siap-siap untuk pergi kerja.
"Mel lo gak kerja" ucapku pada teman kerjaku
"gak lin gue lagi sakit" jawab amel
Emang lo sakit apa? Aku mendekati amel dan duduk di ranjangnya
Aku cuma masuk angin lin!!
Oh coba lo minum obat trus istirahat, nanti gue beliin bubur di depan...
Ya lin makasih...
Aku pun beli bubur buat amel terus aku berangkat kerja. Di perjalanan aku seperti melihat kak dimas menaiki sebuah taxi.
"kok itu seperti kak dimas ya dia ngapain di sini" pikirku heran
Ah mungkin gue salah lihat. Jelas-jelas dia ada di kampung..
Aku pun terus pergi tak menghiraukan penglihatanku. Sesampainya di cafe aku mangganti baju dengan seragam kerja.
"kenapa lin kok loyo banget" kata kak sinta atasan ku
"iya kak tadi malam aku kurang tidur" ucapku
"lho kenapa...?"
Gak tau kak mungkin aku lagi banyak pikiran..
Oh yasudah semangat kerjanya gak boleh loyo. Aku duluan ya keburu pak bos datang...
Ya kak silahkan...
Kami pun bekerja dengan tugas masing-masing. Kak sinta bekerja di bagian administrasi sedangkan aku cuma sebagai pelayan.
***
disaat waktu menunjukan pukul 09.30 pagi.
Ting.... Aku mendapat subuah pesan dari farel. Aku terkejut melihat isinya. Aku pun membalas pesan itu
"tunggu gue di kosan" pesan pun terkirim
Aku segera keruangan bos ku untuk minta izin. Sesudah itu aku langsung pulang ke kosan.
dan tak lama kemudian farel turun.aku berhambur ke pelukan farel
Huuh....huuh..huuhuuuu
Aku pun menangis di pelukan farel.
Ssht... Sudah jangan nangis lin papa gak apa-apa kok dia cuma banyak pikiran. Ucap farel menenangkanku
Emang papa sakit apa rel? Gue mau pulang sekarang.
Iya kita pulang sekarang gue pulang ke kosan dulu. Lo tunggu di sini kita pulang naik trevel biar lebih cepat. Ucap farel
Aku pun menganggukan kepalaku.
15 menit berlalu tibalah sebuah mobil trevel berwarna hitam dan kami pun masuk kedalamnya.
Di sepanjang jalan aku terus menangis terisak-isak dan mengutuk diriku sendiri.
huuh...huuh hiks...hiks
Ini semua salah gue rel. Gue anak durhaka rel, gara-gara gue papa jadi sakit. Mana selama ini gue gak pernah menghubungi orang tua gue. Rasanya gue ingin mengutuk diri gue sendiri rel.
Huuh....Huuh...Huuh
Papa tunggu kelin pulang papa harus sembuh kelin janji akan menuruti semua yang papa minta....
"Sudah....sudah lin papa gak apa-apa mungkin dia cuma mengkhawatirkan lo dan mungkin juga dia lagi kangen sama anak kesayangannya" tukas farel menenangkanku
Setelah menempuh perjalanan panjang hingga memakan waktu yang cukup lama. Kami pun sampai di depan rumah ku.
Tanpa menunggu lagi aku langsung turun dan membuka pintu rumahku terus pergi ke kamar orang tua ku.
***
Brakkkkk.....
Pintu pun di buka. Ku pandangi sosok yang ada di ranjang itu dan berhambur ke pelukannya.
huuh...huuh....huuh
Maafin kelin pah..
"Sudah sayang papa gak apa-apa" ucap papa sambil mengelus-elus kepalaku
aku mengusap air mataku lalu menggenggam tangan papa dan mengecupinya
Cup.....Cup...
"papa sakit apa kenapa ada selang ini di tanganmu.? papa gak sakit parah kan" ucapku khawatir
"Gak sayang papa cuma kecapean. Selang ini cuma buat nambah cairan di tubuh papa yang sudah hilang" ucap papa menenangkan
Oh ya. nak dimas mana? Tanya papa
"apa maksud papa.? Emang dia ada di sini" ucapku bingung
Lho dia kan nyari kamu ke jakarta!! Ucap Papa
kelin gak pernah bertemu dengannya. emang sejak kapan kak dimas ke jakarta?
"Kemarin waktu hari senin kalau papa hitung dia udah 3 hari di sana.."terang papa
Hah tapi dia gak pernah mencari kelin...
"Gak mungkin dia tidak mencarimu. Karena papa yang menyuruhnya buat cari kamu. Papa khawatir dengan keadaan kamu" ucak papa
tapi bener gak ada pah!!
terus kamu pulang sama siapa? Tanya papa
"kelin pulang sama farel dan dia juga yang memberi tahu kelin bahwa papa lagi sakit." jawabku menjelaskan
Happy Readingš
I LOVE YOU buat kalian aku benar-benar mencintai kalian baca terus ya cerita aku. Meskipun terkesan hambar tapi mohon memakluminya karena ini novel pertamakuš