You Own This Heart

You Own This Heart
[POV] Kelin Part 4



ku tekan bel rumah tersebut...


Dan datang seorang wanita berumur empat puluhan...


"Siapa...?"


"perkenalkan tante aku kelin."


Aku menjabat tangan mamahnya kak dimas


"oh temen putri ya..maaf ya dek putrinya lagi tidak ada di rumah" ucap mamah kak dimas


"maaf tante aku mau cari kak dimas apakah dia ada di rumah?" tanyaku


Sepertinya mamah kak dimas sedang berpikir dia terus menatapku dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Membuat nyaliku menjadi ciut di pandang seperti itu.


"kelin... Dimas... Apa kamu pacarnya dimas" tanya mamah kak dimas


"eh...em!! I-iya tante bisa di bilang seperti itu" ucapku


Mamah kak dimas terlihat bengong entah apa yang di pikirkannya.


"oh maafin mamah sayang. Mari masuk dulu kita bicara di dalam" ajak mamah


"I-iya tante" akhirnya aku masuk kedalam rumah tersebut. Benar-benar rumah yang besar dengan pasilitas serba ada di ruang tamu tersedia kursi yang empuk serta ruangan yang sangat dingin beda dengan rumahku yang tidak ada pasilitas mewah apapun.


"silahkan duduk" ucap mamah


Aku pun duduk di kursi yang empuk itu


maafin mamah sayang. Mamah kira kamu temennya putri adiknya dimas.


Lagian badan kamu kecil banget tapi kamu cantik banget manis lagi pantas saja anak mamah kalau menyangkut tentang kamu dia bersikap seperti orang gila.


Bahkan waktu kamu kerja ke jakarta dia selalu ngurung diri di kamarnya.


"masa sih tante" tanyaku


"Iya benar sayang karena kamu satu-satunya wanita yang membuat dimas seperti pria pada umumnya" ucap mamah memasang muka malasnya


Apa maksud tante.? Ucapku


Iya sayang dulu dimas pria yang dingin, kaku, pendiam dan tidak pernah mau berpacaran meskipun banyak wanita yang berbondong-bondong mengejarnya terutama teman-teman mamah mereka selalu menawarkan anaknya untuk dijodohkan sama dimas.


Tetapi mamah selalu menolaknya karena menurut mamah lebih baik dimas sendiri yang memilih calon istri.!! Ucap mamah


"Ternyata aku pacar pertama kak dimas dan sepertinya kak dimas begitu menyayangiku tapi kenapa aku malah menyakitinya." ucapku dalam hati


Tapi sayang ketika mamah tau bahwa dimas memiliki pacar mamah terus mengorek tentang kamu dan dimas juga selalu menceritakannya bahkan kata dimas,


dia sudah melamar kamu waktu dia pertama kali bertemu dengan papa kamu apakah semua itu benar sayang.?


"I-iya tante itu semua memang benar" ucapku gugup


"itu semua benar sayang.? Anak ini kalau ada kemauan tidak pernah memberitau orang tua terlebih dahulu. maaf ya sayang mamah sama bapak belum sempat menemui orang tua kamu" ucap mamah memasang wajah sedihnya


***


"kenapa kamu panggil tante mulu. Kamu harus biasakan panggil mamah karena sebentar lagi kamu akan menjadi menantu mamah. oh ya umur kamu berapa tahun" ucap mamah


"umur aku baru 18 tahun mah" ucapku


"yes mamah punya menantu yang masih muda, cantik, postur tubuh mungil namun manis kalau di pandang, penampilan sederhana pokonya 99% cocok buat dimas. mamah akan memamerkannya pada teman-teman mamah, sini sayang kita foto" mamah mengambil foto aku berdua sama mamah aku pun menuruti apapun yang di pinta mamah


Sayang tapi kamu masih terlalu kecil kalau untuk menikah sekarang-sekarang.


mending tunggu umur kamu 20 tahun dulu baru kalian menikah mamah khawatir kalau kamu nikah di usiamu yang masih muda.!! Ucap mamah mengkhawatirkanku


"iya mah maksud kedatangan aku kesini juga untuk membicarakannya sama kak dimas karena aku belum siap kalau nikah di usiaku yang masih terbilang muda" ucapku


Tapi kan dimas masih di jakarta katanya dia mau membuka usaha barunya di sana karena cita-cita dimas dari dulu dia ingin membuat sebuah restoran seafood.


Tapi dia selalu bermasalah sama tempatnya hingga dia memutuskan untuk membukanya di kota jakarta katanya sih biar dia tambah dekat sama kamu.


"tapi kan aku mau netap di kampung karena papa gak ngijinin aku buat kerja lagi ke sana" ucapku


Gak apa-apa sayang lebih baik kamu gak kerja biarkan dimas sendiri yang kerja dan mamah akan meminta uang tiap bulan sama dimas.!!


"gak usah mah, papa juga masih mampu ngasih uang jajan buat aku" ucapku yang tidak terima dengan perkataan mamah


"bukan gitu maksud mamah sayang. Mamah gak bermaksud merendahkan orang tua kamu. Cuma menurut mamah kamu kan tunangannya dimas jadi dimas berhak bertanggung jawab sama kamu" ucap mamah menjelaskan


"tapi mah..."


Udah gak ada tapi-tapian pokoknya setiap bulan mamah akan minta uang sama dimas.


menurut mamah kamu juga gak boleh memberitau dimas kalau kamu akan menetap di kampung, kamu juga gak boleh menghubunginya...


"kenapa seperti itu mah?" tanyaku bingung dengan ucapan mertuaku


biarkan saja dia mengenyar cita-citanya terlebih dahulu nanti juga kalau sudah waktunya mamah akan mengirim kamu ke sana.


Lagian umur kamu juga masih kecil gak akan baik kalau kalian berdekatan terus bisa-bisa dimas memaksa kamu untuk menikah dengannya.


secara dimas kan sudah dewasa umur dia sudah 22 tahun jadi dia sudah ada keinginan untuk menikah.!! Ucap mamah panjang lebar


"oh iya deh mah aku setuju dengan ide mamah lagian aku juga belum siap buat nikah" aku senang dengan camerku dia mengerti banget dengan kondisiku


Akhirnya aku pun memutuskan untuk tidak bekerja lagi. Sehari-hari aku cuma nulis novel dan nemenin mamah belanja, ngumpul sama teman-temannya serta jalan-jalan ke tempat wisata.


Aku begitu di manjakan oleh mamah dia selalu membelikanku semua hal yang menurut dia perlu untukku. meskipun aku selalu menolaknya karena aku tidak suka semua hal yang berbau peminim tapi mamah selalu memaksaku.


Hingga pada akhirnya mau tidak mau aku harus memakainya. Mama membelikanku make up, tas, serta kebutuhan-kebutuhan wanita pada umumnya tapi ada yang masih aku tolak yaitu pakaian, aku tidak suka memakai gaun dan sendal yang tinggi-tinggi, apa lah itu namanya aku juga gak tau😅


Aku begitu akrab dengan keluarga kak dimas hingga aku juga sudah semakin sayang sama mereka.


Sesuai janji mamah kak dimas selalu mengirim uang tiap bulan dan kata mamah juga alhamdulilah sekarang kak dimas sudah sukses.


Dua tahun pun belalu....


Bagaimana sayangkuh kalian bosan gak sama [POV Kelin] yang hambar membuat pembacanya bosan sabar ya sayangkuh, satu episode lagi POV Kelin beres yu ikuti terus ceritanya jangan lupa berikan like, komen, dan vote jangan pelit-pelit ya biar tambah semangat nulisnya.