
"ketika diperjalanan farel menghubungi kelin dan dia menceritakan semuanya tanpa sedikitpun yang tersisa" kata farel kita akan langsung kerumah tempat tinggal kelin dan karyawan lainnya yang tak jauh dari tempat kerja kelin. Dan kata farel juga kelin akan langsung pulang kampung sekarang juga dan dia sudah bersiap-siap.
setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit tibalah kita di sebuah rumah minimalis yang di halaman rumahnya ada seorang gadis yang berdiri sambil menangis sepertinya dia lagi mengkhawatirkan sesutu yah tentu saja mungkin dia mengkhawatirkan papa.
Ku pandangi sosok kecil itu dari dalam mobil rasanya aku ingin memeluknya dan menghapus kesedihannya tapi aku terlalu takut dan gak punya nyali untuk melakukannya. meskipun aku mencintainya tapi kalau mengingat penolakannya membuat nyaliku semakin ciut,
Rasanya aku gak berani walaupun hanya bertatap muka apalagi harus berdekatan dengannya. Lebih baik aku menyimpan perasaanku di dalam hatiku yang terdalam
"kak ngapain masih didalam ayo turun" ucap farel yang mengalihkan pandanganku
"oh gak apa-apa rel aku disini saja lagian aku mau langsung kekosanku lagi karena masih banyak hal yang harus ku kerjakan"
"lho kok malah balik ke kosan kan kita mau pulang kampung" ucap farel bingung
"iya aku gak ikut pulang sama kalian. karena masih banyak pekerjaan yang harus ku urus" tukasku menjelaskan
"titip kelin ya tolong buat dia agar lebih tenang menghadapi semuanya. Bilang sama dia papa gak sakit parah dia cuman terlalu banyak pikiran. Aku akan pesankan travel untuk mengantar kalian"
"yasudah kalau begitu aku samperin kelin dulu" pamit farel
"ya hati-hati ya tolong jaga kelin" ucapku
Orang ini, gue gak ngerti dengan pikirannya tadi mohon-mohon ingin bertemu dengan kelin eh giliran udah aku anterin dia malah pergi. Terus apa tujuannya kesini katanya di suruh papa buat jemput kelin eh ini mah malah nyuruh gue nganterin kelin bingung gue dengan urusan orang dewasa. Gerutu farel
***
Aku pun pergi meninggalkan tempat itu diperjalanan aku hanya bisa memandangi sebuah foto yang menjadi walpaper ponselku. Ku elus-elus foto itu ku ciumi dan ku peluk ponselku serasa aku sedang memeluk tubuh mungil itu.
"maafkan aku sayang mungkin aku hanya bisa melakukan ini untuk menghapus rasa rinduku. Ijinkan aku mencintaimu dari jauh. Karena aku tak punya nyali untuk mencintaimu seperti dulu. aku terlanjur takut atas penolakan yang kamu berikan."
Keesokan harinya aku mencari tempat untuk aku berjualan meskipun tempat yang sempit dan kecil, aku sewa bangunan yang dulunya bekas rumah makan.
Aku pandangi keseluruhan bangunan itu meskipun kecil tapi enak untuk di tempati rasa sejuk yang akan membuat semua orang betah untuk menghapus beban pikiran yang mereka punya. Di depan bangunan ada gedung-gedung sepertinya kalau di lihat itu sebuah kantor. ya lebih cocok kalau aku membuka usahaku di sini siapa tau aku banyak pelanggan dari kantoran secarakan jarak rumah makan dan kantor itu tidak begitu jauh.
Selesai membayar uang sewa aku memberesihkan bangunan yang luasnya kurang lebih 21 meter persegi. Aku mendekor bangunan itu dan memasang spanduk di depannya (rumah makan seafood DK).
Dk yang artinya dimas kelin. Aku mempekerjakan 1 karyawan untuk membantuku. Aku menekuni pekerjaanku dan aku menyukainya setiap hari banyak pelanggan yang mampir terutama pekerja kantoran yang berada di depan RM ku. sepertinya mereka puas dengan pelayananku.
***
"oh ya wan, tolong kamu cek bahan baku kita" ucapku kepada karyawanku yang bernama riswan
"segera kau pesankan, telepon nomor yang bernama bos besar yang ada di buku agenda" ucapku
"oh ya pak" dan akhirnya riswan menelepon nomor itu, aku membeli bahan baku kerang,kepiting,udang lobster dan seafood-seafood lainnya dari majikanku yang di kampung.
Aku selalu memesan bahan baku yang masih segar dan hidup biar tambah nikmat kalau di makan, tidak akan ada rasa amis atau bau busuk. Makannya aku selalu membeli yang masih hidup.
dua tahun berlalu usahaku untuk membangun sebuah lestoran seafood dan mempunyai karyawan yang cukup banyak telah terkabulkan aku kerja keras siang sampai malam hingga aku bisa mengalihkan pikiran ku kepada kelin tapi tetap saja tidak menghapus cinta yang sudah tumbuh meskipun banyak wanita yang mendekatiku terutama seorang silvi yang selalu mengejarku. Dia pelanggan setiaku dari dulu ketika aku masih merintis.
"pak itu ada silvi, katanya ingin bertemu dengan bapak" ucap riswan dia ku jadikan sekertaris pribadiku karena dia sudah lama bekerja dengan ku jadi aku mempercayainya untuk mengurus lestoran ketika aku sedang ada urusan
"bilang saja aku sedang sibuk" ucapku dingin
"pak kenapa sih bapak menghindar terus dari silvi? Dia kan cantik pekerja kantoran lagi apa kurangnya dia untukmu?"
"wan....."
"oh I-iya pak maaf, aku permisi dulu"
Sepeninggalan riswan aku hanya bisa mengurut-ngurut keningku aku merasa pusing dan bingung bagaimana caranya menghapus nama kelin di hidupku rasanya aku tak berdaya dan tak bisa berbuat apa-apa semakin hari bukannya semakin menghilang ini malah sebaliknya aku semakin sayang dan selalu merindukannya.
Setiap hari aku hanya bisa melihatnya dari sosmed dan tak berani untuk menghubunginya.
"Apa aku harus pulang kampung. Aku juga sudah lama gak pulang. Mungkin saja aku bisa bertemu dengannya ya aku bikin saja alasan bahwa aku ingin mengunjungi mama dan papa"
"tapi tidak-tidak aku tidak akan mengunjunginya aku takut kalau dia menolak kehadiranku seperti dulu. Ya sudahlah lupakan mending aku pokus aja sama pekerjaanku biar aku tambah sukses dan segera melunasi kreditan rumah"
Ya selama dua tahun aku menjalani usaha ini dengan rasa bersyukur semua bisa berjalan dengan keinginanku, aku bisa membangun lestoran sendiri, bisa beli mobil dan kredit rumah.
Aku benar-benar tidak menyangkanya bakwa aku akan sesukses ini karena kalau memikirkan nasibku yang dulu aku hanya seorang nelayan yang bekerja di bawah orang lain yah kepergian kelin membawa kesuksesan bagiku. Berkatnya aku sekarang bisa hidup di kota ini.
Ngomong-ngomong kelin sekarang kerja dimana ya gara-gara aku terlalu sibuk sampai-sampai aku gak lagi membuntuti kelin dan gak tau keberadaannya.
Drrttttt......Drrtttt.....Drttttt
suara telepon membubarkan pikirankuš
Happy Readingš¤
Bagaimana kabar kalian sayangkuh semoga kalian baik-baik saja.oh iya kira-kira yang nelpon dimas siapa ya kita cari tau yu!! Ikuti terus ceritanya meskipun terlihat hambar, sampai jumpa