You Own This Heart

You Own This Heart
Menerima Masa Lalu



"kenapa aku harus malu.lagian aku mengenalmu sudah lama, aku lebih suka kamu yang dulu yang berpenampilan biasa saja" ucap dimas yang tidak menerima perubahan kelin


"makasih kak kamu selalu menerimaku apa adanya" ucap kelin dan memeluk tubuh dimas


"sayang"


iya kak...


"kenapa kamu jadi sering memelukku seperti ini, padahal dulu kamu selalu cuek. bila kita lagi berduaan kamu malah sering sibuk dengan ponselmu" ucap dimas


"karena sekarang aku sudah menjadi milikmu satu-satunya. Hati dan seluruh tubuhku sudah menjadi milikmu dan sebentar lagi aku akan menjadi istrimu" ucap kelin dan duduk di pangkuan dimas


"apa kamu pernah melakukan hal yang aneh-aneh kepada laki-laki lain" ucap dimas memastikan


"hal aneh seperti apa" tanya kelin yang bingung dengan ucapan dimas


"seperti berciuman, duduk di pangkuan seperti ini, berpelukan dan hal lainnya" ucap dimas yang penasaran


"haha kakak takut ya aku melakukan itu semua sama orang lain" goda kelin yang membuat dimas kesal


"bukan takut tapi cuma memastikan saja. Kalau kamu gak mau menjawabnya gak apa-apa" ucap dimas sambil membuang mukanya


"tenang saja kak aku gak pernah berciuman dan duduk seperti ini di pangkuan laki-laki lain meskipun pacarku banyak tapi aku tidak tertarik untuk melakukannya" ucap kelin menenangkan ke khawatiran dimas


"tapi sepertinya kamu sudah berpengalaman ketika melakukannya kepadaku" Dimas


"itu karena aku sering menonton drama-drama romantis yang sering melakukan adegan seperti itu dan aku juga ingin melakukannya denganmu tapi kalau duduk di pangkuan itu termasuk kemanjaanku kepada mama sama papa" ucap kelin


"kenapa kamu ingin melakukannya denganku, emang kamu tidak menginginkannya sama orang lain" tanya dimas


"kakak aku ingin melakukannya denganmu karena aku yakin kamu pria yang akan bertanggung jawab dan sebentar lagi kamu akan menjadi suamiku" Kelin


"yakin banget. bagaimana kalau aku tidak menikahimu" ucap dimas menggoda kelin


"gak apa-apa aku tinggal mengadu sama mamah. Pasti mamah akan memaksamu untuk menikahiku karena dia sudah sangat menyayangiku pasti dia akan membelaku" ucap kelin


"bercanda sayang, aku benar-benar serius sama kamu. aku mencintaimu seumur hidupku dan tidak akan ada yang menggantikan sosok dirimu di hatiku" ucap dimas dengan gombalannya


"gombal.... Tapi kak apa kamu akan menerima masalaluku. Karena tubuhku tidak sepenuhnya suci ada salah satunya yang sudah di sentuh orang lain" ucap kelin


"apa maksud kamu" tanya dimas. Dia takut kalau seandainya kelin melakukan hal-hal yang diluar batas


***


"maksudnya aku sering berpelukan dengan laki-laki lain terutama sama farel dan rizki. Dan ada salah satu mantanku yang pernah mengecup pipiku" ucap kelin


"kenapa kamu melakukannya dulu kan kamu masih sekolah kenapa kamu seberani itu di usiamu yang masih dibawah umur. Tapi yasudahlah lupakan itu hanya masa lalu" meskipun dimas kesal tapi dia harus menerimanya.


maaf kak, dia melakukannya tanpa persetujuan dariku katanya itu cuma sebagai tanda perpisahan kita.


Karena dia tau kalau kamu sudah melamarku dan papa juga selalu menolak laki-laki lain yang datang kerumah,


Kakak masih ingat kan kejadian dua tahun lalu waktu acara kelulusan itu lelaki yang aku maksud.


Dia sangat mencintaiku dia juga selalu sabar bila melihatku bersama laki-laki lain meskipun terkadang dia juga cemburuan tapi ketika dia tau bahwa aku sudah dilamar oleh kamu dia memilih untuk pergi ke kota asalnya.


Karena sebenarnya dia itu orang jakarta cuma dia di suruh orang tuanya untuk sekolah di kampung sambil menemani kakek, neneknya yang sudah tua..!! Ucap kelin panjang lebar menjelaskannya


"sudah-sudah jangan di teruskan, mau gimana masa lalu kamu aku gak perduli karena sebentar lagi kamu akan menjadi milikku selamanya dan kita akan menatap masa depan yang bahagia" ucap dimas yang selalu menerima masa lalu kelin.


kelin begitu terharu mendengar ucapan dimas seketika dia mengecup bibir dimas.


"makasih ya kak kamu sudah menerima masalaluku" ucap kelin


"iya sayang makasih juga kamu sudah membalas cintaku" ucap dimas


***


Sepanjang hari kelin hanya duduk di samping dimas sesekali dia duduk di pangkuan dimas seharian kelin hanya mengganggu dimas dan bermanja-manja dengannya.


"sudah sayang kamu jangan ganggu aku terus. Aku masih banyak kerjaan" ucap dimas yang menghentikan kelin dan mendudukannya kembali di kursi.


"ihh kakak kamu sibuk banget. Kalau seperti ini terus, akan sangat mengganggu" kelin cemberut dia ingin dimas memanjakannya bukan malah terus pokus sama pekerjaannya


"sabar dulu sayang aku masih kerja agar menghasilkan uang banyak buat kita nikah nanti" ucap dimas sambil mengelus rambut kelin


"kenapa harus cari uang buat nikah. karena aku mau nikah sama kamu secara sederhana dan cuma di datangi sama keluarga saja jadi gak akan memerlukan uang banyak" ucap kelin


"mending kakak cepat putuskan kapan akan menikahiku. Karena papa memberi waktu cuma satu atau dua minggu kalau kakak gak bisa memutuskannya aku akan kembali lagi ke kampung" ucap kelin menegaskan


"tapi kalau minggu-minggu ini aku gak bisa karena aku harus menyelesaikan dulu surat-surat pengambil alihan cafe" ucap dimas.


"kalau begitu aku akan bilang sama papa biar menambah waktunya" ucap kelin


merekapun menunda pernikahannya kerena dimas lagi sibuk mengurus surat-surat cafe yang baru dia beli dari partner kerjanya.


Sebenarnya dia tidak begitu ingin memiliki cafe itu karena sejak awal dimas cuma menginginkan kerja sama saja.


tapi atas permintaan pemilik cafe dan nasib semua karyawan dia menyetujui atas pengambil alihan cafe tersebut.


Karena pemilik cafe tersebut memutuskan untuk kembali ke kota asalnya dan membuka bisnis baru disana.


Satu minggu berlalu seperti pilihan dimas dia tinggal di kosan riswan sedangkan kelin di rumahnya.


Tapi mereka sering bertemu di restoran dan kalau malam tiba mereka selalu melakukan panggilan video, malam ini pun sama dimas menelepon kelin


Drrrtttt....Drrtttttt...Drrtttt....


Getaran ponsel kelin, dan kelin pun mengangkatnya.


"kakak... Kapan kamu pulang ke rumah" rajuk kelin


"emang kenapa, kamu takut" ucap dimas


"aku bosan sendirian di rumah" ucap kelin


"lin ini mie nya sudah siap" ucap amel yang tiba-tiba datang


"sutttt.." kelin menyilangkan tangan di mulutnya


"itu suara siapa" tanya dimas


"ehh i-itu teman aku kak" ucap kelin gugup


"teman,,, sejak kapan kamu memiliki teman disini" dimas


"sebenarnya dia teman kerja aku yang dulu" kelin takut dimas marah


Akhirnya beres juga nulis dua episode, semoga kalian yang membacanya pada suka dan terus mengikuti ceritaku


~NURA*~