You Own This Heart

You Own This Heart
Mencarimu



Pagi itu aku kerumah kelin untuk menemui papa dan mama untuk mencari informasi tentang keberadaan kelin, tapi nihil ternyata mereka juga tidak tahu karena semenjak kelin pergi dari rumahnya tidak satu pun yang menghubunginya karena rasa kecewa yang kelin berikan membuat keluarganya melupakannya. Rasanya mereka sudah tidak di hargai oleh putri kesayangannya.


Padahal menurutku hal yang wajar, bagaimana kelin gak pergi dari rumah kalau dia dipaksa bertunangan dengan orang yang sama sekali tidak di cintainya.


Rasanya sakit bila harus mengingat penolakan kelin, begitu bodohnya dulu aku melamarnya kepada orang tuanya mengikatnya supaya orang tuanya tidak menerima lamaran lelaki lain,bahkan aku juga sempat ngasih sebuah cincin kepada orang tuanya untuk di kasih kepada anaknya kalau seandainya putrinya siap menerimaku.


Jika memikirkan hal itu sepertinya dulu aku tidak tahu malu dengan kepercayaanku bahwa suatu saat kelin akan menerima cintaku tapi hayalan tinggalah hayalah semua sirna dengan kenyataan di depannya hatiku terasa perih seperti ada lubang besar yang membuat luka yang begitu sangat menyakitkan.entah apa yang harus ku lakukan kedepannya apa aku harus menunggunya atau harus melupakannya.


Hatiku seperti terombang-ambing dengan isi pikiranku yang berkelana. Sepertinya tujuanku saat ini cuman satu menyusulnya ke jakarta untuk mencari keberadaannya dan aku juga ingin membuka usaha yang ku inginkan disana.


Ya bener aku harus menyusul pujaan hatiku aku tidak peduli bahwa aku akan sakit atau pun terluka tapi aku harus bisa menyembunyikan itu semua di wajah dinginku, sepertinya aku harus bersikap dingin dan tak banyak bicara bila sedang berhadapan dengan kelin terutama aku tidak boleh menjadi pria yang terlalu posesif agar kelin merasa lebih nyaman bila sedang bersamaku.


Sebelum aku pergi ke jakarta aku mampir dulu kepada teman-teman kelin aku pergi ke rumah farel untuk meminta alamat kampus atau kosan farel kepada orang tuanya. Tujuan pertamaku bertemu dengan farel tentu saja untuk menanyakan keberadaan kelin, sepertinya aku yakin bahwa farel akan mengetahuinya secara kan dia selalu paling menonjol di antara yang lain karena dia selalu membuntuti kemanapun kelin pergi. Begitu juga dengan sekarang dia membuntuti kelin meskipun tujuan mereka beda.farel pergi ke kota itu untuk meneruskan pendidikannya sedangkan kelin untuk bekerja.


Setibanya aku di ibu kota jakarta aku mencari kosan terlebih dahulu untuk mengistirahatkan tubuhku yang rasanya seperti telah di patah-patahkan karena perjalanan yang jauh dan akhirnya aku memutuskan untuk istirahat dulu sedangkan menemui farel besok pagi..


pagi pun tiba aku terbangun oleh bisingnya suara kendaraan di jalanan karena aku sengaja mencari kosan yang dekat dengan jalan lintas jadi aku akan lebih mudah mencari sesuatu contoh seperti mencari pedagang kaki lima dan kendaraan untuk transportasi bila aku mau bepergian.


Hal itu pun tidak sia-sia pagi ini pun aku langsung mendapatkan sarapan tanpa harus susah mencarinya.aku sarapan bubur ayam sebelum berangkat ke kampus farel semoga aja aku bertemu dengannya agar aku lebih cepat bertemu dengan kelin.


Sesampainya di kampus farel aku sengaja menunggunya di depan kampus supaya aku gak kecolongan bila seandainya farel tiba di kampus.ku pandangi setiap mahasisiwa yang lewat di depanku hingga bola mataku bertemu dengan sosok yang dicari.


***


dengan cepat aku melangkah ke arahnya dan langsung menarik tangannya ke tempat yang jauh dari pandangan orang lain.


"lepasin tangan gue" farel menepis tanganku tapi aku gak mengindahkannya karena tujuanku bertemu dengan farel yaitu satu hanya untuk mencari keberadaan kekasihku


"Oke...Oke maaf aku datang kesini sengaja ingin bertemu dengan kamu karena ada hal penting yang ingin aku tanyakan" ucapku menjelaskan yang di jawab dengan sikap ketidak sukaannya


"mau tanya apa....? Jawabnya ketus. gue lagi gak banyak waktu luang


"dengar ya kawan aku kesini hanya untuk menanyakan tentang keberadaan kelin" yang di jawab dengan tawa oleh farel


"hahaha.... Masih ada nyali lo cari kelin emang belum puas lo menyakiti kelin bukannya lo sudah merenggut kasih sayang orang tuanya dengan sikap kedewasaan lo itu.maaf ya tuan dimas aku gak punya waktu untuk meladeni kamu dan aku juga tidak akan sudi memberi tau mu tentang keberadaan kelin." farel beranjak pergi namun sejurus kemudian aku memohon-mohon padanya.


Memang sih ini terkesan berlebihan tapi farel tidak akan semudah itu untuk membuka mulutnya karena dia terbilang teman yang paling perhatian dan paling sayang terhadap kelin.maka dari itu dia juga akan menyembunyikannya dari ku karena menurutnya aku telah menyebabkan kelin di usir dari rumah


"tunggu dulu Rel, aku kesini di suruh sama papa untuk mencari kelin" ucapku memohon


"hahaha untuk apa lagi cari dia bukannya kelin sudah di usir ya dari rumah dan itu semua gara-gara lo" tukas farel berang


"Memang lo itu sebaik apa sih hingga papa kelin rela mengusir anak kesayangannya." meskipun farel mengetahui jawabannya tapi pertanyaan itu cuma sebatas basa basi


"tolong aku rel. Aku gak tau harus minta tolong sama siapa lagi karena kamu harapanku satu-satunya" ucapku memelas tapi farel tidak mengubriskan ucapanku dia malah beranjak pergi


Dengarkan aku dulu rel aku mohon beritahu dimana kelin sekarang, karena papa lagi sakit dan ingin secepatnya bertemu dengan kelin. Jelasku memohon kepada farel. Seketika parel menghentikan langkahnya


"Apa kamu bilang papa sakit.? Yang di balas anggukanku. Papa sakit apa? Parah atau gak? bukan tanpa sebab farel menghawatirkannya karena baginya papa kelin sudah seperti papanya sendiri maka dari itu farel selalu menjaga kelin seperti adiknya sendiri meskipun ada sedikit perasaan cinta yang tumbuh tetapi farel memilih untuk mengabaikannya karena farel takut perasaan itu akan merusak hubungan keluarganya dengan keluarga kelin


"aku juga gak tau apa penyakit papa yang aku tau dia terbaring lemah dan memintaku untuk mencari kelin karena kelin tidak bisa dihubungi mereka sangat khawatir. makannya aku sekarang ada di sini"


"baiklah kalau begitu aku akan mengantarmu ketempat kerja kelin dan aku juga akan ikut kalian pulang karena aku juga ingin tau kondisi papa" jelas saja farel khawatir dengan kondisi papa karena baginya papa kelin itu seperti papanya sendiri. farel hanya mendapat perhatian seorang ayah dari papa kelin karena papanya sendiri sudah meninggal disaat farel masih kecil.


Kami pun pergi meninggalkan kampus dengan menaiki taxi online yang di pesan farel.


Happy ReadingšŸ¤—


Maaf kalau ceritanya hambar