
"jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan semakin dalam dimas mengenal kelin begitu juga dengan kelin.
Setiap hari mereka bercakap cakap melalui pesan whatsapp dan sesekali melakukan panggilan video.
dimas alfatih ramdani lelaki yang tampan, tubuhnya yang atletis dan otot tangan yang liat, dengan warna kulit sawo matang
Dimas berasal dari keluarga yang cukup mampu meskipun bekerja cuma sebagai nelayan pinggiran tapi kekayaan keluarganya dari kalangan atas. Dia memiliki adik perempuan yang masih duduk di bangku SMP , ibu dimas berpropesi sebagai ibu rumah tangga dan mempunyai bisnis kreditan barang sedangkan ayah nya sama dengan pekerjaan dimas .
Kelin anggraeni seorang wanita yang memiliki paras yang cantik dengan kulit yang putih alami tanpa sebuah make up, tidak banyak bergaya dari segi pakayan atau yang lainnya.
Tetapi disisi lain kelin adalah wanita yang sering gunta-ganti pasangan dan selalu di kejar-kejar oleh banyak lelaki dan kelin terbilang anak yang manja.
Kelin berasal dari keluarga tidak mampu dia memiliki satu kakak perempuan dan satu adik laki-laki. Kakaknya bekerja di kota bandung sedangkan adiknya memilih tinggal di pesantren sambil sekolah sedangkan orang tuanya bekerja sebagai buruh tani.
"ternyata kelin anak yang manja dan di usianya yang baru 17 tahun dia sudah terbiasa memainkan perasaan lelaki, apakah pantas aku menginginkannya apakah aku akan sabar menghadapi sikapnya, apakah hatiku tidak akan sakit bila dijadikan mainannya" gumam dimas merasa ragu dengan keyakinannya
"aghhhhhhh..... tapi aku menyayanginya, meskipun tidak ada status yang pasti karena kelin belum memberikan jawaban akan cintanya tapi aku tidak akan menyerah untuk terus berjuang dan menjadikannya hanya miliku satu-satunya" tekad dimas yakin dengan pendiriannya
enam bulan pun berlalu dan dihari itu sekolahan kelin mengdakan camping di tepi pantai dan di situ juga pertama kalinya dimas menemui kelin
"lin kamu lagi dipantai ya" tanya dimas karna mengetahuinya dari status whatsaap kelin
"iya kak aku lagi mengadakan camping acara dari sekolah" balas kelin
"emmm....sepertinya gak terlalu jauh dari rumah ku cukup membutuhkan waktu lima menit saja untuk sampai ke sana" dimas
"masa sih kak? Kalau begitu coba kakak kesini sekalian aku mau pinjam jaket, dingin banget di sini anginnya besar banget"kelin
"emang gak bakalan mengganggu. Kan ini acara sekolah bukan camping biasa" tanya dimas
"gak ko kak nanti aku tinggal bilang saja sama gurunya, lagian kan nanti malam gak banyak acara cuma upacara penyalaan api unggun doang" balas kelin
"oh ya sudah, nanti jam 19.30 aku kesana" jawab dimas
"yes akhirnya aku bisa bertemu dengan wanita pujaan ku, emmm tapi aku harus bawa apa yah masa mau menemui kekasih sendiri gak bawa hadiah" pikir dimas
"aha aku dapat ide, ponsel kelin kan udah sering elor mending aku belikan ponsel keluaran terbaru yang lebih bagus" gumam dimas
akhirnya dimas membeli ponsel baru untuk kelin dan menyelipkan uang untuk bekal kelin. Malam pun tiba dimas bersiap-siap untuk pergi
"semuanya sudah terkumpul tapi aku harus menyembunyikan uang dan ponsel ini di dalam jaket sedangkan makanannya di letakan di atas jaket dan tak lupa dimasukan kedalam kantong plastik dan beres deh cuzzzz... berangkat" gumam dimas kegirangan
tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menuju tempat camping kelin.setibanya dimas disana langsung menghubungi kelin dan dengan dringan pertama kelin langsung menjawab panggilan dimas
"oh iya aku tunggu di depan" jawab dimas
Dan kelin pun minta ijin kepada gurunya sedangkan dimas masih mendengarkannya lewat panggilannya karna belum di matikan. Akhirnya kelin sudah mengantongi ijin nya dan bergegas pergi dengan di temani oleh elsa, farel dan rizki mereka sahabat kelin yang selalu membuntutin kelin kemana kelin pergi.
"halo kak, kakak dimana"kelin celingukan mencari keberadaan dimas
"aku di depan kamu tunggu dulu aku akan kesana" sambil melambai-lambaikan tangannya dimas pergi kearah kelin
"what tampan banget aslinya jauh beda dengan yang di ponsel" gumam kelin tidak percaya dengan pemandangan yang ada di depannya
"hai lin" sapa dimas menjulurkan tangannya
"i-iya kak" balas kelin menjabat tangan dimas.. oh iya kak kenalin ini teman aku elsa, farel dan rizki .
Dimas berjabat tangan dengan mereka setelah mereka saling berkenalan dan dimas sudah berbincang-bincang dengan kelin dan akhirnya dimas undur diri.
"oh iya lin aku pulang dulu takut mengganggu acara kamu, oh ini jaketnya " dimas
"iya kak makasih ya" jawab kelin dan akhirnya dimas pun pergi meninggalkan tempat itu.
Sepeninggalan dimas kelin masih bengong dengan ketidak percayaannya melihat sosok dimas yang sebenarnya hingga panggilan dari elsa membuyarkan lamunannya
"lin sini deh" elsa memangil kelin sambil melihat isi pemberian dari dimas karna sudah terbiasa elsa melakukan ini meskipun tidak di ijinkan oleh kelin elsa suka kepo apalagi ini pemberian dari cowok
"ada apa el sibuk banget lo" kelin menghampiri elsa
"coba kamu lihat dimas memberikan kamu ponsel keluaran terbaru, gila kamu baru kenal udah dijadikan Atm berjalan" ujar elsa yang tidak percaya dengan kelakuan temannya padahalkan kelin bukan cewek matre dia tidak pernah menerima barang pemberian cowok
"apa maksud lo el, gue juga gak tau, gue kan cuma pinjam jaket mana mungkin gue minta yang aneh-aneh gue harus menelepon kak dimas" dan kelin pun menghubungi dimas dengan dringan ke dua dimas mengangkatnya
"ya lin" jawab dimas
"kak apa maksud kakak, aku gak butuh ini semua kan aku cuma pinjam jaket gak lebih aku gak suka ya kakak berlebihan seperti ini" ujar kelin dengan ketus
"itu cuma hadiah kecil dari aku lin tolong kamu terima, memang aku juga tau kalau kamu tidak akan menerim pemberian dari laki-laki karna takut mama kamu marah kan tapi kamu jangan takut nanti aku akan jelasin sama orang tua kamu" jawab dimas menenangkan kelin
meskipun kelin terbilang anak yang nakal tapi kalau sedang berada di ruangan keluarga kelin terbilang anak yang nurut kepada orang tua dan tidak ada niat baginya untuk membohongi orang tuanya karna orang tua kelin mati-matian melarang kelin untuk menerima pemberian dari laki-laki karna mama kelin takut kalau lelaki itu akan menuntuk hak nya untuk mendapatkan kelin.
sudah dua hari kelin mengadakan camping dan waktunya kelin pulang, kelin pulang di antar oleh dimas .