
Hari itu setelah pertengkaran yang hebat dengan papa ku.
Aku pergi dari rumah aku pergi kerumah farel lalu aku menceritakan semuanya kepada farel tanpa sedikit pun yang terlewatkan.
farel memahami kondisiku dia membawaku ke kota jakarta kota yang dimana aku akan bekerja untuk mengais rezekiku sendiri.
farel mencarikan aku pekerjaan dengan gajih yang lumayan untuk mencukupi kebutuhanku sehari-hari. Farel mencari pekerjaan yang di beri tempat tinggal dan makan oleh majikan ya bisa di bilang gaji aku yang mencapai 2 atau 3 juta itu beresih tanpa harus memikirkan untuk bayar kosan dan makan.
aku bekerja di sebuah cafe di jakarta tugas ku hanya melayani pengunjung yang datang.
Setiap hari farel selalu mengunjungiku bahkan dia selalu mengajariku tentang materi yang ia pelajari di kampusnya.
Ya tujuan kita ke kota ini memang berbeda.aku datang ke kota ini untuk bekerja sedangkan farel untuk kuliah.
Sebenarnya aku juga ingin melanjutkan pendidikanku tapi keadaan yang tidak memungkinkan. Bayar sekolah juga di bantu oleh kak dimas apalagi bayar kuliah.
Tapi untung saja farel membawa jurusan yang ku inginkan jadi dia selalu membagi materinya denganku.
"Lin.. lo gak menghubungi orang tua lo?" tanya farel
"gak rel gue takut papa masih marah" jawabku
"mending lo coba hubungi keluarga lo. gue takut mereka khawatir karena lo sudah 2 minggu di sini tapi lo gak ngehubungi mereka walau cuman satu kali"
Yasudahlah biarkan gue takut papa masih marah. gue belum siap rel...
Apa lo masih berhubungan dengan kak dimas?..
"Buat apa. lagian gue juga gak peduli sama dia, Gue terlanjur benci sama dia berani-beraninya dia melamar gue ke papa..."ucapku kesal dengan sikap dimas
"lo jangan seperti itu lin. seharusnya lo pikir mungkin kak dimas ngelakuin itu karena di benar-benar mencintai lo dan mau serius sama lo" ucap farel
"apaan sih rel kok lo jadi ikut-ikutan seperti papa" gerutu kelin kesal
"bukan gitu lin. gue juga waktu cinta gue di tolak sama lo sakit hati gue apalagi kak dimas" jelas farel
Itu beda rel gue nolak lo karena gue takut bisa berpengaruh pada persahabatan kita ketika nanti kita putus. Sedangkan sama kak dimas dia terlalu baik sama gue.
Gue takut suatu saat nanti gue ngehianati dia. Ya meskipun sebenarnya gue juga sayang sama dia tapi gue belum siap kalau harus seserius itu..
"iya deh terserah lo tapi gue pesan sama lo jangan pernah lo punya pacar di kota ini apalagi cuman buat main-main doang. Inget lin pria-pria dikota beda dengan pria di kampung. Kehidupan orang kota bebas mereka mau melakukan apa saja yang mereka suka apalagi anak-anak remaja mereka setiap malam pergi ke klub malam, dan selalu tidur dengan wanita yang diinginkannya" ucap farel merasa khawatir sama teman perempuannya
"tenang saja farel insyaalloh gue bisa jaga diri. lo jangan khawatir. Sudahlah jangan bahas itu lagi mending kita belajar" ajak aku mengalihkan pembicaraan
"yasudah kita bahas tentang cara pembuatan deskripsi"
Iya terserah lo...
***
Untungnya farel ngekos dekat dengan rumah kosanku jadi dia bisa mengawasiku dari dekat. Memang dari dulu sampai sekarang farel selalu mengekoriku kemanapun aku pergi, terkadang aku merasa risih tapi aku juga merasa tenang dia selalu menjagaku dari pria-pria br*ngsek yang selalu menggangguku.
suatu hari aku berkenalan dengan teman farel bernama kevin dia pria tampan dan kaya. Tapi farel selalu mewanti-wanti agar aku jangan terlalu dekat sama dia ya aku menurutinya karena aku juga tau dari sorotan mata kevin sepertinya dia bukan pria baik-baik.
Ternyata penilaianku benar suatu hari aku mau pulang, di tempat kerjaku aku berpapasan dengan kevin dan dia meminta untuk mengantarkanku. Tapi bukannya di antar pulang aku malah di ajak ke hotel katanya sih dia ingin mengenalkan aku pada teman-temannya.
Aku takut karena sudah beberapa kali aku menolak untuk masuk tapi dia selalu memaksaku hingga pada akhirnya aku mengikuti kemauannya. Aku masuk kedalam di perjalanan aku mengirim pesan singkat ke farel dan memberikan alamat hotel tersebut.
"Rel...tolong gue." pesan pertama
Gue takut rel ... Gue di ajak ke hotel x sama kevin, tolong gue rel...
tibalah kami di salah satu kamar yang berisi para remaja kebanyakan wanita.
"happy birthday kawan mari kita rayakan ulang tahun mu" ucap salah satu teman kevin
Hay cewek. cantik banget sih sayangnya kurang sexsi dia terlalu tomboy...
"sudah jangan ganggu dia. dia milikku" ucap kevin mengusir temannya agar menjauh
Dan kami pun duduk di sopa yang ada di ruangan itu. Kevin menuangkan alkohol ke dalam gelas dan memberikannya padaku, aku menolaknya karena aku tidak pernah meminumnya.
suasana di ruangan itu semakin memanas mereka semua mabuk berat terutama kevin dia terus menenggak minumannya. Aku gak nyaman dengan keadaan ini aku memutuskan untuk keluar dan pulang tapi sejurus kemudian tanganku di tarik oleh kevin seketika dia memeluk tubuhku dengan erat.
tubuhku meronta-ronta ingin melepaskan diri dari pria br*ngs*k ini. Aku terus berusaha melepaskan diri tapi semua sia-sia tenaga kevin terlalu kuat untuk menahan tubuh kecilku.
rasanya aku ingin menangis kenapa nasibku seperti ini. Mungkin ini ganjaran yang tuhan berikan kepadaku hingga aku terjerumus di tempat ini.
"tuhan tolong bantu aku lepaskan aku dari pria brengs*k ini. Mama, papa maafin kelin sudah mengecewakan papa dan tidak menuruti kemauan papa"
"Farel tolong aku, seharusnya aku mendengarkanmu" ucapku dalam hati. aku berusaha tegar jangan sampai aku menitikan air mata, aku tidak boleh terlihat lemah di mata pria ini
"vin.. Lepasin aku, aku mau pulang ini sudah malam" ucapku memohon
"bentar lagi lin kamu jangan pergi dulu. Ini hari ulang tahunku kamu harus menemani aku" ucap kevin sayup-sayup
"lepasin aku kevin aku mau pulang" aku meninggikan suaraku dan mendorong kuat-kuat tubuh kevin tapi tetap tidak bisa lepas.
Jebred....
Suara pintu terbuka. dan seseorang menarik tangan ku
Ah nanggung thor. Iya.. Iya sabar ini sudah 1000 kata lanjut lagi episode selanjutnya jangan lupa ikuti terus ceritanya dan jangan lupa vote,like dan komen😊