You Own This Heart

You Own This Heart
Kesal



Sesudah menyiapkan sarapan untuk kelin dimas bersiap-siap untuk berangkat kerja.dia keluar dari kamarnya dan melihat kamar sebelahnya.


"pintunya masih tertutup rapat mungkin kelin masih tidur. Lebih baik aku berangkat kerja sekarang keburu siang aku akan kirim pesan ke kelin pasti nanti dia akan nyariin" dimas pun mengirim pesan terus dia pergi meninggalkan rumah itu


Sesampainya di restoran dia pergi mencari riswan.


"wan kamu keruanganku" ucap dimas di ikuti riswan


"ada apa pak sepertinya penting banget.?" tanya riswan penasaran


"aku akan tinggal di kosanmu sementara waktu" ucap dimas


"lho emang kenapa pak, kan bapak juga punya rumah sendiri" ucap riswan bingung


"di rumah ada kakak iparmu jadi aku gak bisa tinggal satu atap sama dia takut ada pitnah dari tetangga" ucap dimas


"wah kakak ipar sudah datang ya.?" tanya riswan


"Emmm...." jawab dimas


"tapi kenapa bapak malah ingin meninggalkan dia. Padahal seharusnya bapak senang atas kedatangannya karena selama ini kan kalian tinggal berjauhan" ucap riswan


"sudahlah pokoknya aku akan tinggal di kosan mu" jelas dimas


dan akhirnya riswan pun mengalah dia merasa bingung dengan big bosnya.


Meskipun riswan belum berpengalaman karena riswan belum pernah berpacaran tapi riswan dulu sering melihat teman-temannya yang selalu ingin tinggal bersama pasangannya di dalam satu atap.


Malahan kebanyakan dari mereka yang melakukan hubungan suami istri. Tapi kalau melihat dimas riswan benar-benar takjub.


"aku takjub melihat pak dimas sepertinya dia begitu menghargai kakak ipar sehingga ia memilih keluar dari rumahnya sendiri hanya karena takut bila dia melakukan dosa dan takut dengan omongan tetangganya" gumam riswan


Di saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka.


Brakkk...


dimas dan riswan terkejut mereka melihat ke arah pintu.


"maaf mengganggu, kalau begitu aku keluar dulu" ucap kelin sembari menarik knop pintu tersebut tapi dimas menghadang dengan ucapannya.


"gak apa-apa. Sini masuk" dimas melambaikan tangannya ke kelin dan kelin pun masuk keruangan itu.


"siapa pak.?" ucap riswan penasaran


"kenalin sayang ini riswan. Selama ini dia yang membantuku mengurus restoran" ucap dimas memperkenalkan karyawannya


"i-ini kakak ipar" riswan tercengang melihatnya


"sungguh wanita yang sangat cantik silvi juga kalah" bisik riswan di telinga dimas


"kenalin aku kelin tunangannya kak dimas" kelin mengasongkan tangannya, riswan mengelap-ngelap tangannya di celananya karena takut kotor terus menjabat tangan kelin.


"Aku riswan" riswan terus menatap kelin dan tidak melepaskan tangannya dari tangan kelin. Riswan begitu mengagumi kelin.


"begitu cantik aku tak percaya bahwa di dunia ini ada wanita secantik ini sungguh mengagumkan, pak dimas pria yang paling beruntung bisa memiliki pasangan secantik ini" gumam riswan di dalam hati


"ehemm... jangan lama-lama berjabat tangannya, ingat di sini masih ada aku" dimas berdehem dia kesal melihat riswan seolah-olah dia memiliki saingan.


"Emm.. Yasudah sana" ucap dimas ketus


"kakak ipar aku kerja dulu ya, senang bertemu denganmu" ucap riswan pada kelin


"iya, silahkan" jawab kelin. Dan riswan pun keluar dari ruangan itu, hanya menyisakan kelin dan dimas.


***


"duduk..." kelin pun duduk berhadapan dengan dimas.


"darimana kamu tau restoran ku" ucap dimas dingin. Sepertinya dia masih tidak suka dengan pemandangan yang baru ia lihat


"dari mamah" ucap kelin tenang


"Kenapa kamu gak bilang aku kalau kamu mau kesini" ucap dimas


"emang kenapa, gak boleh, aku kan bosan sendirian di rumah" kelin memasang wajah malasnya.


"bukan begitu,, yasudahlah kamu juga sudah disini. Lain kali kalau mau keluar rumah gak usah pakai make up dan harus berpakaian tertutup gak boleh pakai rok pendek seperti ini" ucap dimas kesal dengan penampilan kelin.


emang kenapa ada yang salah ya. Kata mamah kalau aku ingin menemui kamu di tempat kerja, aku harus berpenampilan lebih menarik seperti wanita pada umumnya.


Meskipun aku tidak suka memakai dress dan sepatu hak tinggi tapi kata mamah aku bisa memakai ini.!! Ucap kelin dan dimas pun menolak dengan keras apa yang di ucapkan kelin.


"pokoknya aku tidak suka kalau kamu keluar berpenampilan seperti ini lagi" ucap dimas yang terkekeh


"emang kenapa.?" tanya kelin


"kamu mau menuruti ucapanku atau lebih memilih untuk memamerkan tubuh dan kecantikanmu kepada orang lain" dimas kesal dengan kelin dan dia beranjak pergi ke sopa yang ada di ruangannya.


"kakak ini kenapa kok malah marah-marah gak jelas" kelin mengikuti dimas dan duduk di sebelahnya


dimas tidak menjawab perkataan kelin. Dia merasa kesal melihat kelin berpenampilan seperti ini.


"memang kelin itu cantik cuma berpenampilan biasa saja dia banyak di kejar cowok apalagi berpenampilan seperti ini pasti banyak lelaki yang terpesona dengan kecantikannya" gerutu hati dimas


"emm aku mengerti kakak kesal ya dengan kejadian tadi, tapi itu kan bukan salah aku dia yang tidak mau melepas tanganku" ucap kelin membela diri


"sudahlah kak jangan marah terus kamu gak boleh terlalu posesif. Toh aku juga baru mengenalnya" kelin merajuk dia bergelayun tangan di tangan dimas


"aku bukan posesif tapi aku gak suka kamu berpenampilan seperti ini kalau lagi di luar rumah. karena itu bisa membuat mata para lelaki melongo melihatnya" ucap dimas


"Yasudah kak maafin aku ini semua juga ide mamah. Dia selalu membelikanku celana pendek, rok pendek, dress, baju kaos, tas, make up, sepatu semua ini pemberian mamah." ucap kelin menjelaskan


aku gak bisa menolaknya karena mamah selalu memaksa. kata mamah di jakarta itu banyak perempuan cantik dan seksi.


jadi mamah takut kalau kamu memiliki wanita lain selain aku.!! ucap kelin dia juga takut kalau dimas kepincut wanita lain.


"dengar ya sayang aku mencintaimu apa adanya bukan memandang dari pisik dan penampilanmu" ucap dimas


emang kakak gak malu kalau aku berpenampilan seperti biasanya, kakak kan sekarang sudah menjadi menejer utama restoran ini.


apa kata orang nanti, seorang pemilik restoran yang tampan dia memiliki tunangan yang berpenampilan biasa-biasa saja..!! Ucap kelin terkekeh


Hai...semua maaf ya lama nunggu updatenya. dimaklumlah aku kan orang kampung jadi kalau menyusun bahasa sunda ke indonesia, amat ribet menurutku karena meskipun sudah kepikiran apa yang harus di ceritakan tapi kalau untuk menyusun ke bahasa indo sering bolak-balik menghapusnya😁mungkin aku terlalu bodoh kalau harus berbicara menggunakan bahasa indo.