
"bentar dia lagi memarkirkan mobil dulu. Eh iya lin aku juga punya kejutan untuk kamu pasti kamu suka" ucap farel dengan mata yang berbinar-binar membuat kelin penasaran.
"kejutan apa rel" ucap kelin yang gak sabar
"tuh dia" farel menunjuk ke arah diana dan gio
"gi-gio" kelin menutup mulutnya dia gak percaya atas kedatangan gio mantan pacarnya itu.
gio tersenyum kecil ke arah kelin dia sangat merindukan sosok kelin yang selalu dicintainya.
"bagaimana kamu suka kan dengan kejutanku" ucap farel tapi kelin tidak mendengarkannya dia masih tercengang melihat gio.
"kelin ..." gio memeluk kelin tapi kelin tidak membalasnya dia masih terkejut dengan kejutan yang farel berikan
"kenapa kamu bisa disini" tanya kelin sembari mendorong gio
"kenapa kamu tidak senang ya dengan kedatanganku" ucap gio
"bu-bukan begitu tapi" belum saja kelin meneruskan ucapannya elsa sudah mengajak mereka masuk ke dalam
"sudah-sudah ayo kita masuk aku sudah lapar" ucap elsa
Dan mereka pun masuk. Sesampainya di dalam mereka banyak bicara tentang semua hal.
bahkan kelin juga sama dia kalau sudah berkumpul dengan sahabatnya suka lupa semua hal bahkan dia juga melupakan amel yang sedari tadi di sisinya.
"ternyata kalian sudah dewasa dari segi bicara atau yang lainnya. Eh lin dia siapa kok kamu gak kenalin ke kita" ucap elsa yang menyadarkan kelin
"oh iya aku sampai lupa. Kenalin dia amel teman kerjaku dulu" amel pun memperkenalkan diri
"kalian semua kapan nikah" ucap farel
"nikah... Masih jauh rel kita juga belum beres kuliah" ucap elsa
"tapi gak apa-apa kalau kamu sudah siap kita akan nikah sekarang juga ayo" ucap gilang nimbrung
"tuh dengerin el, gilang juga sepertinya sudah ingin menikah" ucap farel yang di jawab elsa
"tapi aku mau bereskan dulu kuliah kita" tukas elsa terkekeh
"emang kamu kapan nikah rel" ucap kelin nimbrung
"minggu depan sekarang semua keluargaku lagi mempersiapkannya. Nanti juga akan ada undangan untuk kalian" ucap farel
"gila kamu. Serius kamu akan menikahi diana, apa kamu benar-benar mencintainya atau mencintai hartanya" ucap kelin yang tidak percaya
"apa maksud kamu,?" tanya farel bingung
"iya rel aku takut kamu gak serius sama diana secara kan dia lebih dewasa dari kamu" celoteh kelin yang tidak menyadari perasaan diana
"kelin..." suara elsa meninggi dia menggerak-gerakan matanya ke arah diana seolah-olah memberitau kelin bahwa ada diana disitu
"eh maaf diana bukan begitu maksudku, aku cuma takut kalau farel memanfaatkanmu" ucap kelin meralat omongannya
"gak apa-apa lin aku juga ngerti maksud kamu" ucap diana
"kelin aku mencintai, menyayangi diana sepenuh hatiku meskipun dia lebih dewasa dariku tapi aku sangat bersyukur karena dia sikapku bisa lebih dewasa meski hanya sedikit" jelas farel
"iya..iya tapi awas ya kalau kamu main-main sama dia. Kamu akan berhadapan denganku" ucap kelin menegaskan temannya
"oh iya ngomong-ngomong kalian bertemu dimana" tanya kelin yang dijawab farel
"waktu itu aku main kerumah gio. ketika aku mau masuk ke kamar gio aku melihat diana lagi memainkan laptopnya di ruangan kerja. Nah dari situ pertemuan pertamaku" ucap farel
***
"kok diana bisa di rumah gio" tanya kelin bingung
"bisa lah dia kan kakak ku" jawab gio yang mengejutkan kelin
"kakak. Kok bisa seperti itu" ucap kelin ternganga
"sudahlah jangan bahas lagi aku cape menjelaskannya sama kamu. Terlalu berbelat-belit" ucap farel yang menghentikan pertanyaan dari kelin
"iiissshhh kamu ini aku kan mau tau" kelin cemberut dia tidak suka karena farel menolak pertanyaannya. karena dulu farel yang selalu setia mendengarkan semua ucapannya kenapa sekarang nggak.
akhirnya mereka pun sibuk dengan makanannya farel dan gilang yang sibuk melayani pacarnya rizki sibuk dengan ponselnya, amel kembali bekerja.
"aku senang melihat mereka bahagia seperti ini" ucap kelin
"iya kapan kita juga akan sebahagia itu" ucap gio sembari memegang tangan kelin
"apa maksud kamu" ucap kelin
"gak apa-apa. Lin bagaimana hubungan kamu dengan cowok itu" tanya gio
"hubunganku baik. Emang kenapa" kelin balik tanya ke gio
"nggak.!! Lin" gio
"apa.." kelin
"aku mencintaimu" kata gio
"aku juga tau" jawab kelin
"terus bagaimana dengan kamu. Apa kamu juga mencintaiku" tanya gio
"maaf gio sebentar lagi aku akan menikah dan aku juga gak pernah mencintai kamu. aku cuma menyayangi kamu sebagai sahabatku. semoga kamu bisa mengerti dengan perasaanku" ucap kelin menjelaskan
"aku selalu mengerti tentang perasaanmu dan aku juga sangat bersyukur kamu sudah menyayangiku meskipun cuma sebatas sahabat" jawab gio
"makasih gi kamu sudah mengerti aku. aku minta kamu jangan pernah melupakanku dan jangan pernah membenciku" ucap kelin
"aku tidak akan pernah membencimu. Tentang perasaanku anggap saja itu rasa cinta terhadap adik sendiri" ucap gio yang menyabarkan hatinya dan membuang perasaannya.
"makasih gi kamu selalu mengerti aku" ucap kelin
"sama-sama ratu kecilku" gio menarik hidung kelin
"peluk dong" gio merentangkan tangannya menunggu pelukan dari kelin. Dan kelin pun melakukannya
"ekhmm ikutan dong" tiba-tiba farel nyamperin tapi kali ini kelin menolaknya
"gak mau ah bosen aku pelukan sama kamu. Lagian sekarang kamu sudah punya diana" ucap kelin
"awas saja lin aku akan membalas kamu" farel kesal dengan penolakan kelin
Hahaha....
"Kasihan banget farel" ucap teman-temannya
Hari itu mereka sangat bahagia bahkan kelin dan gio mereka seperti seorang pasangan yang di mabuk cinta,
bukan hanya berpelukan tetapi mereka saling menyuapi makanan sambil bercanda hingga mereka tidak menyadari bahwa ada seseorang yang berjalan kearahnya.
"kak dimas." ucap elsa yang kaget melihatnya
Uhuk...uhuk...uhuk...
Kelin tersedak makanannya dia terkejut mendengar elsa menyebut nama dimas seketika kelin melihatnya.
Deg...
Dimas telah berada di hadapannya. Sepertinya wajah dimas dalam ekspresi yang lagi kesal.
"ka-kakak" ucap kelin tapi dimas tidak menganggap kelin dia malah pergi ke arah farel dan mengobrol dengannya
"mati aku kenapa juga dia harus kesini" gerutu hati kelin
"kenapa bengong ayo lanjutkan lagi makannya" ucap gio menyadarkan kelin
"I-iya gi" kelin pun melanjutkan makannya
"dia siapa lin" tanya gio
"dia calon suamiku. Pasti dia marah dengan apa yang telah kita lakukan barusan" ucap kelin khawatir
"tenang saja lin aku yakin dia gak bakalan marah sama kamu" gio menenangkan kelin
yah nanggung gak cukup sudah 1000 kata lanjut episode selanjutnya.Love u