
"gak apa-apa lin. Kan tunangan itu cuma pasang cincin doang buat mengikat hubungan kita agar tambah serius ke jenjang pernikahan itu juga kalau berjodoh kalau gak jodoh tinggal pisah secara baik-baik. Buktinya aku juga sudah di lamar oleh gilang padahal gilang masih sekolah tapi kalau keinginan untuk seriusnya yang besar ya aku terima aja.. Sedangkan kak dimas kan sudah dewasa jadi wajar kalau dia ingin melamar kamu" jelas elsa yang sok bijak
"pokoknya gue belum siap, gue masih mau menikmatin masa remaja dulu siapa tau gue nemu cowok yang lebih tampan dan lebih kaya dari kak dimas" ujar kelin
"hahaha,, kelin....kelin kapan lo dewasanya lo sudah kelas 3 Sma lho bentar lagi lulus, masih saja lo keganjenan apa lo belum puas" tukas rizki yang kesal dengan sikap kekanak-kanakan kelin
"ya sudah lin kalau masih mau cari orang yang tampan gak perlu jauh-jauh karna di sebelah lo masih ada orang yang lebih tampan yang selalu menunggu lo hehe" ferel menggoda kelin dengan berpose menggunakan tangan yang berhurup V yang diletakan di bawah dagunya
"gila lo siapa juga yang mau sama lo" kelin menoyor kepala sahabatnya
setiap hari dimas sabar menghadapi sikap kelin yang selalu menghindar bahkan sekarang dimas jarang menemui kelin karena itu permintaan kelin alasannya sih mau pokus belajar karena sedang ujian.
hari kelulusan kelin sudah tiba dimas tergopoh-gopoh berangkat sepagi mungkin dan menyiapkan berbagai hadiah terutama hadiah dari orang tua nya karena sekarang mereka sudah mengetahui hubungan kelin dan dimas. Aku berpamitan kepada mamah dan tak lupa minta doanya
"mah aku berangkat dulu takut telat, minta do'anya ya mah supaya kelin lulus dan mendapat nilai bagus"
"iya dim, mamah pasti do'ain kamu hati-hati di jalannya jangan ngebut-ngebut bawa motornya"
"oke ... Mah cup...cup " aku mengecupi kedua pipi mamah dan pergi meninggalkan mamah
Sesampainya di sekolah kelin aku langsung nyamperin papa kelin dan duduk di sampingnya. Acara kelulusan pun di mulai aku dengan sabar menunggu hasilnya, aku tak lepas untuk terus berdo'a supaya kelin lulus dan mendapat nilai bagus para guru mengumumkan siswa yang lulus dan mendapat nilai bagus serta yang menjadi juara umun sekolah yang mempunyai nilai terbaik dan Alhamdulilah kelin masuk dalam 10 besar dari 200 murid yang seangkatannya.
"Alhamdulilah kelin lulus dan masuk 10 besar dengan nilai terbaiknya. Ya meskipun kelin terbilang murid yang nakal tapi kalau urusan belajar dia selalu kerjakan di rumah" ujar papa kelin
"iya pa alhamdulilah, kalau gitu aku temui kelin dulu ya pa" aku pergi untuk menemui kelin tapi di perjalanan di kerumuni banyak perempuan, ada yang minta kenalan, minta nomor wa, bahkan ada yang menggoda ku dengan kecantikannya. Tetapi aku tidak mengindahkan mereka karna bagi aku kelin satu-satunya pemilik hati ku dan tidak ada yang tersisa untuk wanita lain.
"maaf permisi ya adek-adek aku mau cari pacar ku dulu apa kalian ada yang tau dimana dia?" aku mengalihkan pandangan mereka ke ponselku
***
"oh kelin ya kak,,? Tadi sih dia lagi sama teman-teman nya, lagian kok kakak mau sama dia, kan pacar dia banyak bahkan kalau berangkat sekolah juga banyak cowok yang nganterin malahan setiap hari ganti cowok awas kak hati-hati jangan sampai kamu di manfaatin oleh dia secara kan dia orang gak punya dan sepertinya kita lihat kakak orang yang cukup ada" ujar beberapa siswi di sana
"oh iya kalian liat di sebelah mana?" meskipun hati aku sakit tapi aku berusaha menahannya karna tujuan ku kesini untuk menemui kelin dan mengucapkan selamat kepadanya
"itu kak di pojokan situ coba kakak cari" ujar mereka
"terima kasih" aku pun meninggalkan mereka dan segera menuju ke tempat yang mereka tunjukan
Sentak hati ku sakit melihat kelin sedang menyandarkan kepalanya di bahu seorang lelaki yang merangkul pinggang kelin, otak ku begitu mendidih melihatnya dengan seketika aku menarik kelin.
"apa yang kalian lakukan" aku begitu geram meliat kejadian itu
"ka-kak dimas" kelin begitu gugup melihat ekspresi wajah dimas
"ayo ikut aku" aku menggenggam tangan kelin
"kita mau kemana kak, lepasin dulu tangan ku sakit" aku tidak mengindahkan perkataan kelin aku terus menarik tangannya dan menggenggamnya dengan keras, rasanya aku gak percaya dengan semua yang dilihat meskipun aku sudah mengetahui bahwa semua ini bisa terjadi karena kelin memang banyak mengoleksi cowok tapi kalau melihat kenyataannya hati ini bagaikan tersayat benda tajam
"duduk,, kita pulang" meskipun kesal tapi kelin menuruti perkataan ku dia duduk dengan tenang
Sesampainya di rumah kita hanya berdua karena mama dan papa masih di sekolahan kelin aku merangkum wajah kelin
"sayang kenapa kamu melakukan ini kepadaku" tidak terasa butiran air mata pun mengalir di pipi ku
"emang kenapa kak kan kakak juga tau dari dulu aku seperti ini, terus sekarang setelah melihat dengan kepala kakak sendiri apa kakak mau mundur, ya sukur deh kalu begitu lagian aku juga menerima kakak bukan atas dasar cinta tapi aku kasian dan aku juga gak suka cowok yang posesif seperti kakak rasanya tak ada kebebasan"
"kelin aku sayang sama kamu aku bisa menerima kamu apa adanya bahkan aku akan melakukan apa saja yang kamu inginkan " begitu sakit menerima ucapan kelin
"iya kak aku mau putus sama kakak, dan aku juga minggu depan akan berangkat kerja ke jakarta jadi...." belum juga kelin mengucapkan semuanya teriakan papa membungkamnya
"Kelin...... Apa kamu gak sadar dengan ucapan mu, kamu gak mikir begitu banyak perjuangan Nak dimas, dengan sabar dia menunggu bahkan setiap kebutuhan kamu Nak dimas penuhin. Apa kamu gak mikir kamu gak bakalan bisa ikut ujian kalau Nak dimas gak bayarin semuanya apa gak ada rasa terima kasih kamu terhadapnya?" papa begitu muak dengan anaknya sendiri
Kelin begitu tercengan karna baru kali ini papa marah sama dia, tapi kelin pura-pura santai menghadapinya
"ya pa kelin juga tau, tapi kan kelin mau kerja dulu lagian kalau kak dimas serius sama kelin dia akan sabar menunggu kelin"
"kelin......" papa mengangkat tangannya dengan siap aku menahannya
"papa sabar dulu , biarkan kelin mengejar keinginannya dulu untuk bekerja lagian kan dia juga masih remaja dan masih banyak keinginan untuk menikmati masa-masanya"
lanjut part 2 ya gak cukup