You Own This Heart

You Own This Heart
Satu Kamar



"iya sayang kita kan nginep di sini" ucap dimas


"beneran kak, akhirnya kita bisa liburannya lama. Tapi bagaimana dengan pekerjaan kamu?" kelin takut karena liburan yang mereka lakukan bisa mengganggu pekerjaan dimas.


"sudahlah sayang jangan pikirkan itu. Ayo kita makan emang kamu gak laper" ucap dimas yang mengalihkan pertanyaan dari kelin meskipun hati dimas juga gak tenang karena meninggalkan pekerjaan yang hanya di urus oleh riswan dia takut riswan akan sangat kewalahan mengecek berkas-berkas yang menumpuk.


Mereka berjalan memasuki sebuah restoran untuk mengisi perut yang sudah keroncong setelah terisi penuh mereka memutuskan untuk pulang ke hotel yang ada di dekat sana untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah.


"akhirnya kenyang juga,mau kemana lagi" tanya kelin kepada semuanya


"kita ke hotel saja aku sangat lelah" ucap elsa dengan tampang memelas karena kelelahan


"iya sayang emang kamu gak mau istirahat" tanya dimas


"yasudah kita ke hotel lagian ini juga sudah malam biar kita lanjutkan besok" ajak kelin


Mereka pergi menuju hotel tempat yang akan di jadikan mereka untuk mengistirahatkan tubuhnya.sesampaiya di hotel gio membagi grup menjadi tiga.


dengar teman-teman, kita bagikan grup karena hanya pesan tiga kamar, grup satu amel,diana,elsa,dan mita dikamar nomor 1456 lantai lima. grup dua aku,farel,rizki dan gilang di kamar nomor 1455 lantai lima bersebelahan dengan kamar kalian.


Sedangkan kelin dan dimas mereka di kamar 1432 lantai 4. Kak mana kunci kamarnya.!! tanya gio sembari menyodorkan tangannya meminta kunci kamar yang dimas pegang.


"bentar kok aku sekamar sama kak dimas. Kenapa aku gak sekamar sama mereka berempat" ucap kelin keheranan


"sudahlah kelin ini peraturan dari hotel dalam sekamar itu tidak boleh lebih dari empat orang" ucap gio berbohong sembari tersenyum jail, kayaknya dia sudah merencanakannya


"lagian kamu juga sudah bertunangan sama kak dimas jadi tak apalah kalau harus satu kamar asal jangan melakukan yang aneh-aneh" ucap gio lagi sembari menggrelingkan matanya dengan jail.


"sudah jangan berdebat,aku cape mau istirahat" ucap elsa. mereka pergi ke kamar yang gio sebutkan tadi. Sedangkan didalam kamar dimas dan kelin hanya bisa terdiam.


"sayang kamu mandi sana pasti kamu cape" ucap dimas memecah keheningan


"tapi kak aku gak bawa ganti" jawab kelin


"oh iya kita beli dulu di butik hotel ini, di lantai paling bawah" ucap dimas sembari meraih tangan kelin dan menariknya agar mengikutinya pergi ke lantai satu.sesampainya di sana mereka memilih baju untuk ganti.


"mau pilih baju yang mana sayang" tanya dimas sembari melihat-lihat baju yang cocok


"ini saja kak"kelin memilih baju lengan panjang dan rok dengan panjang sebetis.


"yasudah kamu bawa saja buat di pakai besok, sekarang kamu pakai ini" dimas menyodorkan celana pendek dan baju kaos yang tipis


"gak usah kak aku pakai ini saja" kelin menolaknya


"sudah kamu gak akan bisa tidur kalau harus pakai baju yang itu" ucap dimas yang sudah mengetahui kebiasaan tidur kelin yang hanya memakai bra dan celana pendek


"tapi kak.." kelin mengelak mendengar ucapan dimas


"sudah yu kita bayar" dimas menggandeng tangan kelin menuju kasir dan kembali ke kamarnya.


***


"sayang mau aku dulu atau kamu dulu yang duluan mandi" tanya dimas


"kamu dulu deh aku mau rebahan dulu"ucap kelin sembari merebahkan tubuhnya yang lelah itu di ranjang.


"yasudah aku mandi dulu" ucap dimas sembari mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi. Sepuluh menit dimas melakukan terapi mandinya dia keluar dari kamar mandi menggunakan celana kolor dan kaos oblong.


"seger. Capeku sudah hilang" ucap kelin yang berjalan ke arah dimas "lagi apa kak.?" tanya kelin yang melihat dimas sibuk dengan ponselnya


"aku lagi membaca pesan kiriman dari riswan. Sudahlah sini duduk" ucap dimas yang menyuruh kelin duduk di pangkuannya


"iya...tapi aku belum beres nyisir rambut kak" ucap kelin sembari menyisir rambutnya


"sudah sini biar aku saja yang sisirin" ucap dimas lalu kelin menurutinya dia memberikan sisir dan duduk di pangkuan dimas


Setelah beres menyisir rambut kelin dimas mulai bertingkah aneh terhadap kelin sepertinya dia tergoda dengan aroma tubuh kelin.


"sayang kamu wangi banget, aroma tubuhmu sangat menggodaku" dimas memeluk kelin sembari mengecupi lehernya


"hentikan kak geli" ucap kelin menghindar dari kecupan dimas


"sayang...."


Hemm...!!


"kenapa kamu terus memanggilku kakak.? emang aku kakak kamu, dengar ya sayang aku ingetin kamu aku ini tunangan kamu inget TUNANGAN" ucap dimas yang menolak di panggil kakak oleh tunangannya.


"terus kamu mau di panggil apa" kelin membalikan tubuhnya dan merangkum wajah dimas yang ditekuk karena ketidak sukaannya


"apa saja terserah kamu" dimas mendongakkan wajahya melihan wajah kelin.


"emm bagaimana kalau di panggil. Mas,sayang,honey dan paksu. Kamu mau yang mana" ucap kelin


"terserah kamu yang penting jangan panggil kakak" jawab dimas


"yasudah aku panggil honey saja" ucap kelin sembari turun dari pangkuan dimas dan duduk di sampingnya


"lumayan bagus daripada harus di panggil kakak" ucap dimas


malam itu mereka tidak langsung tidur yang mereka lakukan hanya tiduran sembari memainkan ponselnya. Dimas memeriksa laporan yang riswan berikan sedangkan kelin sibuk dengan drama romantisnya yang sering dia tonton.


"sayang kamu lagi apa.kok belum tidur ini sudah tengah malam" ucap dimas yang beranjak dari tempat duduknya menuju ranjang tempat dimana kelin sedang merebahkan tubuhnya sembari memainkan ponsel di tangannya


"bentar lagi honey nanggung dramanya belum beres aku tonton" ucap kelin tanpa menoleh


"emang drama apa yang lagi kamu tonton serius banget" ujar dimas sembari ikut merebahkan tubuhnya di ranjang dan menutupnya dengan selimut


"nih kamu lihat sendiri" kelin menunjukan isi di ponselnya kepada dimas yang membuat dimas terkejut dan tersedak ludahnya sendiri


UHUK...UHUK...UHUK...


"sayang kamu kenapa nonton drama seperti ini" tanya dimas yang merasa syok melihat drama yang di tonton oleh kelin.


Bagaimana dimas tidak syok kelin menonton drama yang ada adegan ciuman yang sangat mesra dan mendalam membuat yang menontonnya juga ingin merasakannya.


"hehe kamu lihat sendiri honey ini sangat menggoyangkan hasrat kita" kelin cengengesan sembari mendekatkan diri dan merebahkan kepalanya di dada dimas supaya sama-sama menontonnya.


Next...


Besok lagi sampai jumpa