
"Ssttt....kenapa menangis.?" dimas mengelus-elus kepala kelin
"makasih kak selama ini kamu telah mencintaiku. kamu menerima masalaluku, kamu menerimaku apa adanya tanpa memandang sisi buruknya" ucap kelin
"sudah sayang jangan menangis lagi" dimas mendudukan kembali kelin di ranjangnya dan menghapus air mata yang mengalir di pipinya
"sayang apa kamu mencintaiku" tanya dimas yang di balas anggukan kelin
"Apa kamu mau bila aku menjadikanmu sebagai istriku" dimas menggenggam tangan kelin sembari menatap matanya
hu'um...!!
Serius...??
Iya...
Yes.. Makasih ya sayang..!!
Dimas terlalu senang dengan jawaban kelin hingga tanpa sadar dia memeluk tubuh mungil kelin dengan kuat membuat kelin susah bernapas.
"kak lepasin,aku gak bisa bernapas" ucap kelin dan dimas pun melonggarkan pelukannya terus dia mengecup kening kelin
cup...
Maaf sayang aku terlalu senang.!!
"Ishhh...kakak ini dari tadi terus mengecupi keningku kamu pria kedua yang selalu mengecup keningku" ucap kelin
"apa...jadi ada orang yang lebih dulu dari aku" suara dimas meninggi
"haha... Kakak ini lucu banget, iya lah karena pria yang pertama itu papa" kelin mentertawakan kekesalan dimas
Isshhh kamu ini serius dong...
Emang aku serius pria pertama yang sering mengecupku adalah papa namun kalau berpelukan sering aku lakukan dengan orang lain..!! Kelin berkata jujur sama dimas karena menurutnya itu hal yang penting di ucapkan, apakah dimas akan menerima dengan masalalunya atau malah menolaknya.
"Kamu ini nakal ya sudah memberikan badan ini di sentuh oleh orang lain" dimas menjewer telinga kelin
Auww... Sakit kak..!! Kelin mengaduh kesakitan
"biarin habisnya kamu nakal. Sudahlah sini tanganmu" dimas meraih tangan kelin dan memasangkan cincin di jemari kelin
"nih sudah ku ikat agar kamu bisa menjaga tubuh kamu dari orang lain" dimas nampak kesel
"Tenang saja kak kamu masih memiliki kesucianku dari sisi tubuhku yang lain" kelin berbisik di telinga dimas semata-mata untuk menggoda dimas.
Namun dimas bertindak lain dia melepaskan pelukan kelin. Dia menyentuh wajah kelin dengan lembut, tatapan matanya tak lepas dari kelin. Perlahan tapi pasti dimas mendekatkan wajahnya memberi waktu bagi kelin untuk menghindar dan menolaknya.Namun sepertinya kelin tersihir seolah-olah tubuh kelin juga menginginkannya.
kelin memejamkan matanya dia telah siap menerima bibir dimas mendarat di bibir mungilnya. Kelin mulai merasakan hembusan napas hangat diwajahnya.
lima belas senti....sepuluh senti....lima senti...dua senti...
"huups..." dimas meniup mata kelin membuat dia agar membuka matanya.
***
"Kenapa kamu memejamkan mata.? Jangan kamu pikir aku akan melakukan sesuatu terhadapmu ya" ucap dimas, meskipun sebenarnya dia berniat untuk mencium bibir kelin tapi dia mengurungkannya karena dia berpikir terlalu cepat kalau seandainya mereka melakukannya saat ini.
"Bodoh...bodoh... Kenapa aku memiliki pikiran seperti itu baru saja aku bertemu dia kembali selama dua tahun kita pisah tapi kenapa rasanya aku tidak bisa menahan diri. Tubuh kelin begitu menggoda terutama bibir itu rasanya terlihat manis sehingga aku ingin melahapnya sampai habis. Entah sampai kapan aku bisa menahan diri kerena baru satu hari bersama aku sudah berpikiran seperti itu apalagi aku harus tinggal dengannya lebih lama lagi entah apa yang akan terjadi" gemuruh hati dimas
"kakak kamu ini mempermainkanku ya" kelin menarik baju dimas dan dia mencium bibir dimas.
Bibir lembut, hangat dan kenyal, sentuhan yang baru pertama kali kelin lakukan dia mengeksplorasi bibir dimas mem*ngutnya, menghisapnya, *******, meng*lum. Dimas terkejut dengan apa yang dilakukan kelin hingga dia mendorong pelan tubuh kelin dan pergi meninggalkan kelin.
"maaf lin aku tidak bisa melakukannya" dimas keluar dari kamar itu kelin yang bingung atas penolakan dimas dia begitu kesal karena dimas tidak menginginkannya.
"kenapa kak dimas menolakku,? Bukannya setiap lelaki selalu menginginkan hal itu, bahkan hampir semua mantanku selalu memintanya tapi aku selalu menolaknya. Berbeda dengan kak dimas dia tidak menginginkannya padahal aku yang memberikannya, apa dia tidak menyukaiku, apa aku kurang menarik di matanya, apa ada wanita lain yang di sukainya.
terus apa tujuannya memasangkan cincin ini di jemariku kalau dia tidak mencintaiku, ah sudahlah lebih baik aku tidur, ini kan sudah malam bisa-bisa besok aku kesiangan.!! akhirnya kelin tidur dengan pikirannya sendiri sedangkan di kamar lain dimas tidak bisa tidur dia begitu terkejut dengan apa yang di lakukan kelin dia masih merasakan sentuhan lembut yang menghangati rongga mulutnya.
"apakah kelin sering melakukan ini kepada pria lain, sepertinya dia sudah berpengalaman dan dia juga memiliki keberanian yang tinggi sehingga dia melakukannya kepadaku. Berbeda denganku, aku begitu takut melakukannya seolah-olah aku tidak ada keberanian padahal tubuhku menginginkannya tapi kenapa pikiranku menolaknya ahhh.. Mungkin aku terlalu takut melakukannya karena itu bisa merusak harga diri kelin dan keluarganya orang tuanya pasti berpikir bahwa aku tidak menghargai putrinya aku harus lebih bersabar lagi nanti kalau aku sudah menghalalkannya, aku akan puas melahapnya kapan pun aku mau" ucap dimas menyabarkan hati dan tubuhnya.
***
Pagi pun tiba dimas terbangun dari tidurnya pukul 05.00 dia memberesihkan tubuhnya terlebih dahulu, sebagai orang muslim dia melakukan solat dan tak lupa berdoa kepada tuhannya.
Sehabis solat dia beranjak keluar kamar dan melihat kamar sebelahnya, dia membuka pintu kamar kelin dan terlihat sosok mungil yang masih tertidur pulas dengan tubuhnya yang tanpa busana yang hanya memakai bra dan celana pendeknya. Dimas tersenyum kecil sembari menyelimuti tubuh kecil itu.
"seandainya saja kamu sudah menjadi istriku pasti aku akan melahapmu bila seandainya aku melihatmu dalam keadaan seperti ini tubuhmu begitu menggodaku tapi aku harus bisa menahannya karena secepatnya aku akan menikahimu" ucap dimas yang menahan hawa nafsunya dia tidak ingin melakukan hal-hal yang berdosa
"Sepertinya aku akan menghindari kelin terlebih dahulu. Sudahlah lebih baik aku bersiap dan membeli makanan dulu buat sarapan pagi ini biarkan saja kelin tidur dulu mungkin dia lelah dengan perjalanan yang ia tempuh kemarin lagian tadi malam dia juga kurang tidur" ucap dimas lalu dia meninggalkan kelin.
Happy Readingš
Akhirnya beres 1000 kata meskipun memakan waktu sampai dua hari untuk menulis dan membuat halu ceritanya