You Own This Heart

You Own This Heart
Menjemputmu



"Ya mah.."


"Dim jemput istrimu di terminal."


Apa maksud mamah?


Kamu masih ingat kan kemarin mamah ngomong apa? Ucap mamah


Ya tapi aku sibuk mah. lagi banyak kerjaan suruh saja dia naik Taxi.


"apa kamu bilang enak saja kamu nyuruh mantu mamah naik Taxi. Emang kamu sesibuk apa sih sampai-sampai gak ada waktu buat jemput istri sendiri" tukas mamah dari sebrang sana


Denger ya mamah ku sayang dia bukan istriku lagian aku gak mengenalnya.


"Pokoknya mamah gak mau tau jemput dia. Nanti juga kalau sudah bertemu pasti kamu juga senang." ucap mamah terkekeh


"iya...iya.. Aku coba usahain"


Awas ya kalau kamu gak jemput dia!! Ancam mamah


"Ya bawel..." Dan kami pun mengakhiri panggilan itu..


"wan, sepertinya aku kali ini gak kelestoran dulu deh. Aku ada urusan, kamu jaga lestoran dengan baik" ucapku pada riswan


"siap pak.laksanakan aku akan pantau semuanya bapak jangan khawatir" ucap riswan tegas


Bagus.... kalau gitu aku pergi dulu kamu berangkat naik Taxi aja.


Iya pak...


Aku pun meningglkan riswan di halaman rumah.


"ihh gara-gara mamah aku harus meninggalkan pekerjaanku. Emang siapa sih cewek yang mamah maksud, kata mamah dia istriku dan aku akan senang bila melihatnya."


Setelah melewati perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya tiba juga di terminal.


"kenapa juga dia harus naik kendaraan umum coba kalau naik trevel bakalan langsung sampai tujuan"


"Dimana sih cewek itu bikin ribet saja" padahal aku sudah cari keseluruh tempat disini


"kak...kak dimas"


Kayanya ada yang panggil nama aku tapi suaranya familiar banget.


Kak dimas....


Aku pun mencari arah suara itu dan....Deg....Jantungku terasa loncat dari tubuhku antara percaya dan tidak dengan pemandangan yang ada di depan mata.


"ke-kelin..."


"kak..." Brukkkk kelin memeluk tubuhku. Aku hanya bisa tercengang dengan keadaan ini rasanya gak percaya kalau kelin memelukku. dari dulu aku besama kelin belum pernah dia memelukku.


"kak.. Bagaimana kabar kamu?"


Ba-baik....


"Kenapa kakak segugup itu?"


nggak kok... ngapain kamu disini mau pulang kampung? Tanyaku bingung


"kakak... Aku baru sampai di kota ini!! Dan aku di suruh sama mamah kesini, kata mamah kamu membutuhkanku"


Hah....


Iya kak sebenarnya aku juga bingung kenapa mamah nyuruh aku kesini? Papa, mama juga sama nyuruh aku buat kerja sama kamu...


Emang kamu gak kerja di tempat yang dulu? Tanyaku yang di jawab gelengan kepala oleh kelin


"Kenapa...?"


Aku sudah lama gak kerja!! Ucap kelin


trus selama ini kamu ngapain..?


Aku hanya menunggumu di rumah,,? goda kelin


Hah.... Apa maksud kamu?


sudahlah ayo kita pulang aku cape pengen istirahat.


Kami pun pergi meninggalkan tempat itu. didalam mobil ku pandangi wanita yang didepan mataku dari ujung kaki sampai ujung rambut..


Prrrttt....aku menahan tawa yang akan keluar


Kenapa kak apa ada yang salah denganku? Tanya kelin sambil melihat wajahnya di kaca spion mobil


Gak ada, kamu berantakan banget..hehe


Gak juga. Emang kamu jam berapa dari kampung,,?


Jam 1 dinihari...


pantas saja. Pasti lelah? Tanyaku


Hu'um...huahhhhh


Ngantuk? Yasudah tidur saja


Ya deh aku tidur dulu ya kak. entar kalau sudah sampai bangunin aku..


Ya...


***


Akhirnya kelin pun tidur. Aku gak bisa melepaskan pandanganku rasanya aku sudah melupakan penolakan kelin yang membuat hatiku sakit dan aku melanggar ucapanku yang ingin bersikap dingin disaat aku bersamanya aku gak bisa melakukannya.


Aku terlanjur bahagia dengan kejutan yang mamah berikan rasanya aku ingin jingkrak-jingkrak saking bahagianya hatiku gak karuan tak henti-hentinya berdebar kencang.


"Lin bangun kita sudah sampai" aku menggoyang-goyangkan tibuh kelin.tapi dia tidak kunjung bangun dan akhirnya aku pun membopong tubuh mungil itu dan menidurkannya dikamar.


Ku pandang wajah cantik itu dan ku elus pipinya. Rasanya aku gak percaya bisa memandang lagi wajah yang selama ini ku rindukan.


Aku meraih tangan kelin dan mengecupinya.


"aku merindukanmu sayang cup....cup...cup " ternyata perbuatanku menggangagu tidur kelin dia mengernyitkan dahinya.perlahan-lahan membuka matanya, sesegera mungkin aku melepaskan genggaman tanganku.


"eh....emm aku keluar dulu mau cari makan" aku pun beranjak pergi ketika ada tangan yang menahanku aku melihatnya"


"tunggu dulu kak aku ikut. Aku gak mau dirumah sendirian"


"aku gak jauh kok cuma kedepan saja beli nasi uduk. Mending kamu mandi biar gak bau"


"oh iya kalau begitu aku mandi dulu. Kakak jangan lama-lama" rengek kelin


"Iya...iya... Sana mandi" aku pun mendorong tubuh kelin ke kamar mandi lalu aku meninggalkannya.


10 menit kemudian aku kembali ke rumah. Aku meletakkan makanannya di meja makan terus aku kekamar untuk memanggil kelin.


Perlahan ku buka pintu itu dan memasukan kepalaku. Ku cari sosok kecil nan mungil itu tapi tidak ada tanda-tandanya akhirnya aku masuk ke dalam kamar aku mengetuk pintu kamar mandi.


Tok....Tok....Tok...


Lin sudah belum?....


Ya kak bentar lagi aku pakai baju dulu...


"Ya aku tunggu di meja makan"


Iya...


Beberapa menit kemudian datang lah kelin ke ruang makan. Dia memakai baju kaos pendek dan celana jeans dengan rambut terurai nan basah. Wajah cantiknya yang di kasih make up yang tipis dengan bibir yang berwarna merah muda.


Aku menelan ludah dengan susah payah mataku tak lepas memandangi tubuh mungil itu betapa cantiknya dia dengan tubuh ramping dan bibirnya.


"Aarrgghhhh rasanya aku ingin mencium bibir itu. Sepertinya terasa manis"


"kak ada apa kok bengong" suara yang mengagetkan ku


Gak apa-apa ayo duduk kita makan. Bodoh....bodoh...bodoh. Kenapa juga aku mempunyai pikiran sekotor itu seakan-akan aku menginginkan tubuh itu.


Lin kamu kenapa disuruh mamah kesini? emang mamah ketemu kamu dimana..?


oh mamah datang kerumah dia meminta izin sama papa dan mamaku. kata dia aku disuruh kamu kesini buat bantuin pekerjaan kamu...


"uhuk....uhuk... Aku tersedak makanan" kelin pun menepuk-nepuk punggungku dan memberiku minum.


"makannya kalau makan pelan-pelan"


Serius mamah bilang kayak gitu? tanyaku tak percaya


"Hu'um... Emang ada yang salah?"


Gak...gak ada..


malam pun tiba seharian aku hanya dirumah menemani kelin. Ketika aku mau memejamkan mata.


Aarrghhhh...suara teriakan kelin


*Author tolong pov kelin setelah pulang kampung waktu papa sakit.


Sabar ya sayangkuh. Nanti thor akan kasih pov kelin. jangan lupa kasih vote,like dan komen ya. Biar semangat nulisnya*