You Own This Heart

You Own This Heart
Jalan-Jalan



"ta-tapi kan semalam aku tidak sengaja ketiduran di sini" ucap dimas membela diri


Padahal sebenarnya dimas juga sengaja ingin menemani tidur kelin. Tapi kenapa perasaannya sangat berbeda dengan kali ini.


Semalam hati dimas biasa saja, apa mungkin karena semalam kelin lagi tertidur makanya dimas berani melakukannya.


Berbeda dengan di pagi hari karena kelin sendiri yang memeluknya. Membuat dada dimas berdegup kencang karena gugup dan syok.


"ini sangat berlebihan. Kenapa dadaku tidak berhenti berdebar, tubuhku merasa tegang" ucap dimas dalam hati


"sayang, sudah bangun. Aku harus mandi dan siap-siap untuk kerja" ucap dimas tapi kelin tidak mengubriskannya


"bangun sayang aku mau kerja keburu siang" ucap dimas dengan lembut yang membuat mata kelin terbuka dan melihatnya


"tapi aku masih ngantuk kak. Temani aku sebentar lagi, soal pekerjaan biar riswan yang mengurusnya" ucap kelin dengan nada manjanya


"tapi sayang" belum juga dimas meneruskan ucapannya kelin sudah mengecup bibir tipisnya


Cup...


"sudah kak gak ada tapi-tapian" kelin kembali tertidur di bahu dimas dia memandangi wajah dimas


"maafkan aku kak. percayalah aku sangat mencintaimu, maka dari itu beri waktu satu hari ini agar aku bisa bersamamu" ucapnya dengan lembut, dimas hanya bisa menganggukan kepalanya pasrah dengan kemauan kelin.


kelin mengusap wajah dimas dia memandangi wajah itu diusapnya pipi,hidung dan bibir itu. Mata kelin pokus melihat bibir tipis nan merah itu membuat kelin ingin menghisapnya.


jari jemari kelin menari-nari di bibir itu.dia susuri keseluruhan bibir itu membuat dimas tergoda dan tubuhnya mulai menegag. Namun sepertinya kelin sengaja melakukannya karena kelin menginginkannya.


Kelin mendekatkan wajahnya membuat napas mereka dirasakan oleh satu sama lain. Dimas memejamkan matanya menunggu bibir kelin menemui bibirnya.Kelin senang melihat dimas tidak lagi menolaknya.


"sepertinya kali ini kak dimas juga menginginkannya" ucap kelin dalam hati. Kelin terus mendekatkan wajahnya.


Lima senti....tiga senti....satu senti.. Dan Cup... bibir kelin mendarat di bibir dimas


Sentuhan bibir lembut, hangat nan kenyal. Pelan-pelan kelin menyusuri bibir itu kelin m*ngul*mnya dengan lembut.


membuat dimas tergoda dengan sentuhannya. Dimas menekan kepala kelin seolah-olah meminta agar tidak melepaskannya.


Sepertinya kali ini dimas sudah siap melakukannya. Dia membalas pang*tan bibir kelin dia mengeksplorasi kehangatan rongga mulut kelin.


Dimas begitu menikmatinya hingga ia tanpa sadar menjamah bagian tubuh kelin yang lain.


Bibir mereka saling memang*t, m*nghisap dan m*lum*tnya. Satu tangan dimas menahan kepala kelin sedangkan tangannya yang lain meremas dada kelin.


Suasana semakin panas sehingga tubuh dimas sudah benar-benar menegang dimas tidak bisa lagi menahannya tapi dia juga tidak ingin menodai kelin.


Sehingga dimas memutuskan untuk menyudahi aktivitas yang mereka lakukan. Dimas melepaskan pangutan bibirnya dari bibir kelin.


"sayang kita sudahi ini aku sudah tidak kuat menahan tubuhku, aku takut kita akan melakukan dosa yang akan mempermalukan kita dan keluarga" ucap dimas dengan nada beratnya


"tapi kak aku sudah menginginkannya, aku juga siap memberikan tubuhku kepadamu" ucap kelin yang tidak rela karena dimas menyudahi aktivitas mereka


"sabar sayang sebentar lagi kita akan melakukannya kapanpun kita menginginkannya" dimas menyabarkan kelin dan memeluk tubuh mungil itu


"sayang mending kita jalan-jalan, lagian kita belum pernah jalan bareng dan menghabiskan waktu bersama" ucap dimas.


Kelin hanya bisa menganggukan kepalanya sambil cemberut.


"iya sana aku juga mau mandi" jawab dimas


Dimas pun pergi meninggalkan kamar kelin lalu pergi kekamarnya untuk memberesihkan tubuhnya. Dimas mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar membuat juniornya mengecil kembali.


Ketika sedang mengguyur tubuhnya dia kembali memikirkan kelin.


"sepertinya kelin tidak suka aku menolak keinginannya, aku akan segera menikahinya. Nanti aku akan menelepon mamah agar cepat mengurus pernikahan kita" ucap dimas yang bergegas menyelesaikan ritual mandinya


dua puluh menit kemudian dimas sudah bersiap tapi tidak dengan kelin dia masih berlama-lama di kamar mandi.


Tok...Tok...Tok...


"sayang kamu masih belum beres" panggil dimas


"belum kak sebentar lagi" jawab kelin


"yasudah aku tunggu di luar ya" ucapnya


"iya kak" dan akhirnya dimas pun menunggu di ruang tamu, dia duduk di kursi yang ada di sana lalu dia mengambil benda pipih yang berwarna hitam itu. Kemudian dimas memanggil nomor yang ada di dalamnya.


"hallo .. Wan aku hari ini gak kerja. Tolong kamu bereskan semua pekerjaanku dan cek semua laporan keuangan dari cafe" ucap dimas pada bawahannya


"baik pak. Saya akan membereskannya"jawab orang yang ada di sebrang sana


merekapun memutuskan sambungan telepon itu. Kemudian dimas memanggil lagi nama seseorang yang ada di kontaknya yang ia namai dengan nama NYOKAP.


Dia banyak berbincang dengannya. Banyak prihal yang ia bicarakan dengan mamahnya. Sehingga dimas memutuskan teleponnya ketika kelin sudah mengajaknya.


"yu kak aku sudah siap" ajak kelin. Dimas pun berdiri dan berjalan kearah kelin


"yu sayang, kamu mau pergi kemana" tanya dimas


"aku mau ke Ancol kak, tapi bolehkan aku ajak teman-teman" ucap kelin merajuk


"tapi aku mau jalan berdua" ucap dimas tak senang dengan permintaan kelin


"bolehlah kak lagian mereka tidak akan mengganggu kita karena mereka juga berpasangan jadi mereka akan sibuk dengan pasangannya" ucap kelin yang semakin merajuk


"yasudah terserah kamu. Emang kamu sudah memberitau mereka,?" tanya dimas


"sudah kak lihat nih aku dari tadi chattan dengan mereka. katanya farel, diana, rizki dan rika teman diana mereka akan satu mobil, sedangkan gilang, elsa, gio dan amel, nah kita mah cuma berdua" ucap kelin menjelaskan


"seharusnya amel kerja, karena kemarin dia sudah libur" tegas dimas namun apalah daya kalau seandainya yang menyuruh amel libur adalah tunangannya.


"hehe aku yang menyuruh amel libur kak. Sepertinya aku melihat amel menyukai gio jadi ini kesempatan agar mereka bisa bersama dan saling mengenal" ucap kelin cengengesan


"kamu ini, lain kali jangan campur adukkan masalah pekerjaan dengan urusan pribadi lagian amel juga harus bekerja kalau dia seperti ini terus akan memberikan contoh yang kurang baik terhadap kariawan lain" dimas nampak kecewa dengan tindakan kelin


"iya kak maaf. Tapi kan aku ingin amel ikut sama kita" kelin merasa bersalah


"iya sayang lain kali jangan bertindak seenaknya, kamu harus memandang sisi baik dan buruknya" ucap dimas memberi pengertian


"iya kak, emmm kak bagaimana kalau amel kerjanya di pindahkan kerumah" ucap kelin memberi saran


hadeh nanggung maaf sayangkuh😘