You Own This Heart

You Own This Heart
Rumah Gio



"iya kak, emmm kak bagaimana kalau amel kerjanya di pindahkan kerumah" ucap kelin memberi saran


"kalau dirumah dia mau kerja apa" tanya dimas


"iya ya, tapi aku mau dia kerja di rumah kita, biar aku punya teman ketika kamu lagi kerja" rengek kelin


"iya tapi di rumah kita tidak ada yang bisa dia kerjakan, karena semua pekerjaan rumah sudah kamu urus" ucap dimas


"bagaimana kalau aku yang kerja di cafe" ucap kelin dengan mata berbinar


"gak boleh, nanti kamu malah bakal mengganggu amel" ucap dimas menegaskan


"tapi kak aku beneran mau kerja, aku bosan dirumah terus" kelin cemberut


"tapi kamu kan sering kerestoran kenapa masih bosan" ucap dimas


"bagaimana aku gak bosan diam dirumah gak ada teman, setiap pergi kerestoran aku hanya duduk diam melihat kamu yang sibuk dengan pekerjaannya. menulis novel aku lagi malas berpikir" ucap kelin menghela napas


"emm yasudah kamu boleh kerja asal harus di restoran" ucap dimas


"gak mau ah aku mau kerja di cafe biar banyak teman-teman aku" ucap kelin tidak suka


"justru itu kamu tidak akan pokus kerja kalau di cafe, bisa-bisa kamu memberikan contoh yang gak baik buat semua kariawan, buktinya kamu sering meminta amel libur kerja hanya untuk ikut berkumpul dengan teman-teman kamu" ucap dimas terkekeh


"tapi kak" belum juga kelin meneruskan pembicaraannya dimas sudah memotongnya


"sudahlah pokoknya kamu kerja denganku menggantikan posisi riswan sebagai menejer dapur sekaligus membantuku dalam mengerjakan laporan tentang bisnis kita" ucap dimas kepada tunangannya


"emang riswan mau kemana. Kok aku harus menggantikannya" ucap kelin bingung


"riswan aku di pindahkan ke cafe" jelas dimas


"yasudahlah terserah kakak, yang penting aku gak bosan dirumah" ucap kelin sembari cemberut


dimas terus melajukan mobilnya menuju rumah pacar farel karena mereka akan berangkat bareng-bareng ke ancol. Tiga puluh menit dimas mengendarai mobilnya membelah keramayan jalan di kota jakarta.


Tibalah mereka didepan rumah mewah berlantai tiga.rumah yang besar dengan dinding kaca-kaca yang besar.


Disamping bangunan tersebut ada aula yang besar untuk bersantai didepannya ada taman yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang indah nan cantik membuat semua orang betah bila melihatnya.


"wow ternyata rumah gio besar banget" ucap kelin ternganga


"apa sayang rumah gio, katanya kita mau kerumah pacar farel" dimas bingung


"iya kak ini rumah pacar farel dan gio itu adik dari pacar farel" jelas kelin


"oh ayo kita masuk, mungkin teman-teman kamu sudah didalam" ajak dinas


"kak... Ternyata gio kaya banget, aku pikir gio tidak sekaya ini. Karena waktu di kampung penampilannya tidak seperti orang kaya" ucap kelin sembari melihat-lihat pesona rumah mewah itu


"emm, pasti kamu menyesal putus dengannya karena tidak jadi tinggal dirumah semewah ini, sedangkan rumahku kecil dan masih keridit lagi" ucap dimas merasa kecil hati


"lagian kak aku juga gak mau memiliki suami yang terlalu kaya pasti aku bakalan makan hati setiap hari karena suamiku akan terus sibuk bekerja sedangkan aku cuma duduk diam dengan rasa bosan yang melanda" ucap kelin lagi


***


"buktinya pangkat seperti kamu yang hanya memiliki restoran dan cafe saja selalu sibuk setiap hari, apalagi pangkat seperti gio yang mempunyai perusahaan besar dengan banyak cabang pasti setiap hari aku akan selalu bosan menunggunya" kelin brigidik memikirkannya


"tapi kamu akan mendafatkan semua yang kamu mau kalau kamu menjadi orang kaya, bahkan semua orang akan memujamu dan menghormatimu" ucap dimas


"aku tidak membutuhkan semua itu. Karena yang aku butuhkan cuma kebersamaan dan kebahagiaan bersama keluarga bukan sanjungan dari orang luar" ucap kelin yang membuat dimas terharu


"makasih ya sayang kamu sudah mencintaiku dengan tulus tanpa memandang tampang dan kekayaanku" dimas memeluk kelin dan membiarkan kepala kelin bergelung di dadanya


"ekhmm... Yang bucin.. Apa belum puas tadi malam bahkan di depan rumah orang sekalipun kalian masih berpelukan. Aku kan jadi pengen di peluk seperti itu" ucap gio yang tiba-tiba datang,


dan mendekat kearah kelin sembari merentangkan tangannya seolah-olah menginginkan pelukan juga dari kelin. Dimas segera menarik pinggang kelin dia tidak rela kalau gio memeluk tunangannya.


"hahaha kenapa kak kamu gak boleh ya kalau aku peluk kelin. jangan begitu lah kak kita sudah terbiasa melakukannya ketika kita bertemu" ucap gio yang membuat panas hati dimas


"dulu kamu bisa meluk kelin sesukamu tapi sekarang tidak lagi.karena kelin sudah sepenuhnya menjadi milikku tubuh dan hatinya hanya milikku kalian tidak boleh memeluknya semau kalian apalagi sekarang kalian juga sudah memiliki pasangan maka hargailah mereka terutama kamu farel sebentar lagi kamu mau menikah" ucap dimas sinis


tapi diana gak masalah kalau sikap ku terhadap kelin seperti itu. Karena diana juga tau kalau aku dan kelin itu sudah seperti saudara.


waktu kita masih SMA kita sering main bareng, jalan bareng, kita selalu bersama kemanapun kaki kita melangkah bahkan tidur pun kita selalu bersama.!! Jelas farel yang tak senang dengan ucapan dimas


"iya mungkin diana tidak masalah kamu seperti itu.coba kamu pandang raut wajah dia mungkin dalam hati kecilnya diana ingin menyanggahnya. Dengar rel kamu harus menghargai perasaannya" ucap dimas menasehati


"iya rel kamu harus dengerin kak dimas, sekarang kita semua sudah dewasa bukan anak-anak sma lagi, bahkan kamu sudah mau nikah, jadi kamu harus bisa sedikit dewasa dan menghargai perasaan diana" ucap elsa menambahkan


"iya...iya... Maafin aku ya sayang, sikap aku masih kekanak-kanakan" ucap farel yang diangguki diana


"sudahlah aku akan peluk amel saja" ucap gio yang memutarkan badannya ke arah amel


"maaf gio aku tidak bisa" ucap amel menolak


"hahaha kasian gio di tolak." mereka semua tertawa tapi gio hanya bisa menekuk wajahnya


"Makannya gio kalau kamu mau peluk amel kamu harus jadikan dia sebagai istrimu dulu karena dia tidak segampang itu di peluk sama cowok yang bukan muhrimnya" ucap kelin


"kamu ini emang amel bakalan mau sama aku." gio menoyor kepala kelin


"yes.. karena amel sepertinya suka sama kamu" bisik kelin ditelinga gio


"apa maksud kamu" tanya gio bingung


"sudahlah nanti juga kamu akan tau sendiri" kelin


Sampai jumpa😊