
"maaf pak anda saudara pria ini bukan. Dia mabuk berat pak sekarang dia lagi gak sadarkan diri" ucap seseorang disebrang sana
"iya mas saya adiknya tolong jaga dia dan kirimkan alamatnya" ucap riswan yang segera pergi ke alamat yang di kirimkan dari nomor dimas.
Sesampainya di bar dia langsung pergi mencari keberadaan dimas hingga ia melihat sosok itu. Sosok bertubuh tinggi, kulit putih dan wajah yang tampan yang sedang berbaring di sebuah kursi yang tersedia disana.
"pak...pak... Sadar pak" riswan mencoba menyadarkan dimas tapi dia tidak juga bangun
"sebanyak apa dia minum" tanya riswan
"dia habiskan beberapa botol tuan"
"Ambilkan saya air putih" ucap riswan
"baik tuan"
Riswan menyiprat-nyipratkan air kewajah dimas.
"pak bangun pak" riswan menepuk-nepuk pipi dimas. Akhirnya dimas menggrenyitkan dahinya dan membuka matanya secara perlahan.
"kenapa kamu ada disini" tanya dimas sembari duduk
"bapak tidak apa-apa" ucap riswan
"aku tidak apa-apa tadi aku cuma sedikit mabuk terus ketiduran di tempat ini" ucap dimas menjelaskan
"syukurlah kalau begitu ayo kita pulang" ajak riswan
"ini sudah jam berapa wan. Kepalaku masih pusing" tanya dimas sembari memijit-mijit dahinya
"ini sudah jam delapan malam pak" ucap riswan
"berarti aku sudah lama tertidur di tempat ini. Kenapa kamu baru menyusulku" tanya dimas
"aku juga dari tadi mencari bapak keseluruh tempat yang bapak sering kunjungi. Eh ternyata bapak malah di tempat ini" ucap riswan
"lagian bapak kenapa ketempat kaya begini padahal dari pertama kali aku mengenal bapak dan sampai sekarang baru kali ini aku melihat bapak memasuki bar. Apa bapak ada masalah" ucap riswan yang tidak percaya bahwa dimas akan melakukan hal itu.
Karena dari dulu dimas paling enggan memasuki tempat itu. Tapi sekarang dia melakukannya.
"tidak apa-apa wan aku cuma ingin mencobanya. Tapi aku malah tertidur disini karena kepalaku terlalu berat" ucap dimas menenangkan riswan
"yasudah kalau gitu mari kita pulang" riswan membeyeng dimas dan pulang ke kosannya.
Sesampainya di kosan riswan terus memandangi dimas mereka sedang duduk di kursi yang ada disana
"sebenarnya kamu ada masalah apa pak sehingga kamu telah mengotori tubuh sucimu itu" ucap riswan dalam hati
"wan kenapa kamu melihatku seperti itu" tanya dimas heran
"aku cuma sedang berpikir apa aku harus memberitau kakak ipar bahwa bapak sudah di temukan atau aku harus membiarkannya" ucap riswan berbohong
"biarkan saja wan lagian ini juga sudah malam besok saja memberitaunya" tukas dimas
"tapi pak dia dari tadi nyariin bapak" ucap riswan
"nanti aku akan mengabarinya" tukas dimas
"baiklah kalau begitu kamu harus mengabarinya kasihan dia sepertinya sangat mengkhawatirkan mu" jelas riswan
"iya nanti aku kabari dia" jawab dimas
Andai kamu tau wan aku seperti ini karena dia. Sehingga aku mengotori tubuhku dengan minuman itu yang tak pernah aku menyentuhnya tapi hanya karena kelin aku juga bisa mencicipinya.
Aku sangat membenci hati dan pikiranku rasanya begitu sakit bila melihat kelin bersama orang lain. Apakah aku harus kembali mundur atau mempertahankannya.
***
Rasanya sikap dinginku terhadap wanita telah hilang bila aku sudah berhadapan dengan kelin. Apakah kali ini juga aku akan seperti itu, mungkin aku harus menjauhinya aku harus meninggalkannya.
Tapi aku tidak bisa hidup tanpa kelin. Dia satu-satunya wanita yang aku cintai. Apa aku harus memaksakan hatinya karena sepertinya dia lebih bahagia bersama orang lain dari pada denganku.
Apakah aku akan seegois itu untuk memisahkan kebahagiaan mereka. Sepertinya aku harus terus dekat sama kelin siapa tau dia juga bahagia denganku.
Aku akan pulang kerumah, aku harus selalu menemani kelin dan harus selalu ada di sisi kelin ketika dia membutuhkan teman. Ya benar aku harus kembali pulang aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi kedepannya toh aku juga akan menikahinya.
"wan aku pulang dulu" ucap dimas yang berdiri dan mengambil kunci mobilnya.
"lho emang kenapa pak. Ada masalah ya" tanya riswan yang mengikuti dimas.
"gak ada apa-apa wan aku cuma kangen saja sama kelin. Sudahlah aku pergi dulu" ucap dimas dan pergi meninggalkan riswan.
Dimas pun mengendarai mobilnya membelah keramayan jalan di malam hari. tiga puluh menit dia mengendarai mobilnya sampailah ia di depan rumah minimalisnya.
Dia membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobil menuju pintu rumah.
Tok....Tok....Tok...
"ia sebentar" suara dari dalam sana
"lho kok gak ada orang. Siapa ya" kelin celingukan sedangkan dimas bersembunyi di balik tembok
dimas keluar dari persembunyiannya dan berjalan pelan ke arah kelin lalu ia memeluk kelin dari belakang yang membuat kelin kaget dan berteriak.
"aaggrhhhhhh lepasin aku atau aku akan panggil semua warga ya agar kamu di gebugin sama mereka" kelin ketakutan Tapi dimas tidak melepaskan pelukannya membuat kelin semakin takut.
"tolong lepasin aku. Kak dimas tolong aku. aku sangat takut" kelin mulai menangis dan menutup matanya tubuh kelin gemetar ketakutan, dimas membalikan badan kelin.
"hey sayang kamu kenapa, kok malah nangis. Buka matamu sayang ini aku dimas," dimas memegangi kedua bahu kelin
Perlahan kelin membuka matanya ketika sudah memastikan bahwa yang di depannya benar dimas dia langsung memeluknya.
"huuh....huuh....huuh... Kak dimas kenapa kamu menakutiku. Aku benar-benar takut, huuh....huuh.." kelin meraung-raung dia benar-benar takut.
"ssutt...sudah sayang jangan nangis lagi aku minta maaf" ucap dimas sembari mengusap-usap rambutnya
"kakak darimana aku dari tadi mencarimu" tanya kelin
"aku ada urusan pekerjaan sayang. Sudahlah aku mau mandi dulu" jawab dimas
"kak tunggu sebentar" kelin mencium bau tubuh dimas. Dimas takut kelin mengetahuinya kalau dia habis minum.
"sial aku lupa tadi gak mandi dulu di kosan semoga aja kelin gak mengetahuinya" ucap dimas dalam hati
"kakak minum ya" tanya kelin menunjuk wajah dimas membuat dimas gugup
"a-apa maksud kamu" ucap dimas gugup
"kakak jujur sama aku kakak habis minumkan" tanya kelin menyelidik
"e-enggak aku gak minum..sudahlah aku mau mandi"dimas pergi meninggalkan kelin.
Kelin nampak kesal karena dimas tidak berkata jujur.
Happy Reading😊
***sayangkuh, cintaku, semoga kalian suka dengan ceritaku. Jangan bosan-bosan ya bacanya, minta dukungan pula agar aku tambah semangat nulisnya makasih.
Written by:Nura😘***