You Own This Heart

You Own This Heart
diantar pulang



"eh lin lo mau di antar pulang sama pacar lo yah" tanya farel


"iya,, meskipun sebenarnya gue malas" jawab kelin sambil mengerucutkan bibir sexsinya


"kenapa gak lo tolak saja kalau gitu" farel


"iya tinggal lo tolak saja, jadi lo masih bisa bareng sama kita, timpal rizki menghasut kelin.. Lagian kita bakalan kesepian kalau gak ada lo"


"emmm,, tetap tidak bisa karna kemarin gue sudah menolaknya tapi dia memaksanya,,


" mungkin karena sudah lama dia mengenal gue tapi gue selalu menolaknya buat main ke rumah gue jadi kali ini dia memanfaatkan nya" ujar kelin memasang wajah malasnya


"yu,, yang aku sudah minta izin sama guru kamu dan aku sudah mengantongi izinnya" tiba-tiba dimas datang


"eh...emm iya kak,,, rel,,, ki gue duluan ya,, eh elsa mana,?


kelin pamit pada farel dan rizki dan kelin menanyakan elsa karna tidak nampak batang hidungnya


"oh elsa lagi sama gilang,, mereka lagi mengambil foto di pinggir pantai" jawab farel


"oh kalau begitu tolong bilang sama dia gue pulang duluan" ujar kelin


"oh iya lin,, nanti gue bilangin lo hati-hati dijalan ya dan ingat jaga diri lo" farel nampak khawatir


"iya gue pasti bisa jaga diri" kelin menenangkan farel yang selalu mengkhawatirkannya


"yang sudah belum nanti keburu panas" ujar dimas


"I-iya kak sebentar" kelin nyamperin dimas yang sedang duduk di atas motornya


"mari semuanya kita duluan ya" sapa aku kepada teman-teman kelin


"oh iya silahkan,, jawab farel


"tolong jaga dia jangan sampai dia kenapa-napa dan jangan sampai kamu macam-macam" ancam farel terhadap ku


"tenang saja teman dia akan aman dengan ku kalian tidak perlu mengkhawatirkannya.


Itu sudah tugasku menjaga pasanganku" aku merasa kesal dengan ucapan teman kelin


"yaampun gue kira orang selugu dia gak bakal bisa seperti itu.


"Tapi di sikap lugu, dingin dan pendiamnya di belakang itu semua dia memiliki sikap yang tegas."


"Dan gue lihat sepertinya dia gak rela dengan ucapan farel seolah-olah dia tidak perlu nasehat dari farel" gumam kelin di dalam hatinya


"sudah rel, gue gak bakal kenapa-napa tenang saja gue bisa jaga diri.


"Ya sudah kak ayo kita berangkat" ajak kelin dan aku pun menyalakan motor dan menjalankannya meninggalkan teman kelin


"yang"


"Emmm"


"itu teman kamu sepertinya perhatian banget sama kamu" aku memasang wajah kesal


"emm.. Farel?? Kelin


"iya,, emang ada hubungan apa kamu sama dia"


"tidak ada sih tapi kami berteman cukup lama dan mereka selalu membuntutiku kemanapun aku pergi" ujar kelin


"aku gak suka, sepertinya dia punya perasaan terhadapmu"


"hahaha..kelin tertawa terbahak-bahak"


"kenapa malah menertawaiku" aku kesal dengan kelin


"lagian kamu lucu,, aku kira cowok selugu kamu gak bakalan sekesal ini bila melihat pasangannya di perhatikan sama orang lain"


"apaan sih aku juga sama laki-laki dan aku begini karna aku takut kehilangan kamu"


"kamu cemburu dengan teman ku sendiri,, bagaimana kalau seandainya aku


"Diperhatikan oleh selingkuhanku apa kamu akan menerimanya"


CLEBB


"hatiku terasa sakit mendengar perkataan kelin meskipun aku tau ini semua akan terjadi"


"apa kamu akan setega itu sayang"


********


"emm mungkin sih,, kan kamu juga tau kak cowok ku banyak tapi kenapa kamu masih mau sama aku" ujar kelin yang membuat hatiku semakin sakit


"itu karna aku sangat menyayangimu, aku mencintaimu apa adanya dan tanpa melihat


Sisi burukmu, karna aku yakin kamu akan sepenuhnya menjadi milikku"


"aku membesarkan hatiku meskipun aku tidak terlalu yakin dengan ucapanku"


"yakin banget sih kak" ujar kelin


"iya .... Aku yakin karna secepatnya aku akan mengikat hubungan kita"


"tidak apa-apa"


"ayo pegangan,, peluk aku dengan erat" aku menarik tangan kelin dan menggulungkannya di pinggangku


"aku gak mau kehilangan kamu sayang, aku akan berjuang sebisaku demi mempertahankan hubungan kita" gumam ku dalam hati


"kak..."


"emmm"


"kenapa kamu mau mengantarku pulang,, emang kakak gak kerja" tanya kelin


"gak aku cuti dulu,, lagiankan aku jarang ngambil cuti"


"oh gitu yah" kelin manggut-manggut


"kak...."


"iya sayang ada apa?? Aku menggenggam kedua tangan kelin


"emang kakak gak takut ya main ke rumahku" aku bingung dengan perkataan kelin


"emang kenapa harus takut"


"papa ku kan galak kak dan dia terbilang cuek karna setiap cowok yang main kerumahku


Selalu saja dia tidak memperdulikannya bahkan tidak akan menyapanya"


"aku gak takut bahkan aku akan meminta kamu langsung kepadanya untuk menjadi istriku "


"apa... kakak jangan main-main ya"


aku menahan tawaku melihat ekspresi wajah kelin yang sedang kaget


"emang kenapa,, aku benar-benar serius sama kamu"


"kakak jangan gila ya aku baru saja mau naik kelas tiga SMA aku masih kecil umurku baru 17 tahun" kelin


"emang kenapa ,, pasti kan lebih seru pacaran dengan status sudah menikah"


"kakak jangan macam-macam aku gak mau nikah muda aku gak mau jadi mahmud


Aku gak mau melahirkan anak di usiaku yang masih muda,,


lagian aku juga masih ingin menghabiskan masa remajaku dulu dan ingin bekerja dulu"


"apa kerja,,,,. Emang kamu mau kerja kemana??"


"aku sih mau cari kerja di jakarta" ujar kelin


"gak ... Gak boleh aku gak mau jauh sama kamu" aku merasa takut ditinggalkan kelin


"ya sudah kak kamu gak boleh terlalu sewot lagian kan aku juga masih sekolah belum lulus lho" jawab kelin


"pokoknya kamu gak boleh kerja biar aku saja yang kerja, aku bakal memenuhi keinginan kamu."


"Aku bakal mencukupi kebutuhan mu"


"jangan terlalu berlebihan kak aku gak suka lho kalau kakak seperti itu."


"Lagian kan kita belum ada ikatan apa-apa bahkan aku belum menjawab perasaan mu"


CLEBBB


Seakan hatiku di tusuk oleh perkataan kelin yang menyakitkan.


Ya meskipun benar aku belum memeiliki hubungan dengannya tapi aku sangat menyayanginya.


Aku tidak rela kalau kelin berkata kita tidak ada ikatan apa-apa hatiku terasa sakit


"kalau begitu aku akan langsung melamar kamu dan memintanya sama orang tua kamu"


"kak kamu jangan nekat ya" suara kelin meninggi tapi tidak mengurungkan niatku


"ya aku harus melamar kelin kepada orang tuanya"


"Hay hai guys


Segini dulu ya up nya ,, nantikan terus kisah selanjutnya di episode selanjutnya.


semoga kalian menyukai ceritaku


Dan tolong dukung ceritaku ya supaya aku tambah semangat membuatnya. maaf kalau masih banyak kesalahan karena ini novel pertamaku jadi harap memakluminya.


Dimas


Kelin


Papa mertua


Author *NURA*