
Ara tengah menikmati segelas kopi hitam yang tadi dia buat, Ara duduk di teras balkon kamarnya dia melihat melihat pemandangan di sekitar bukit, lagi lagi Ara harus menguatkan hatinya.
Devan menggendong Stevy sama seperti dulu saat dirinya di gendong oleh Devan . mereka tertawa bersama dan Ara hanya mampu menatap semua itu dari kejauhan, Ara memejamkan matanya air matanya meluncur membasahi pipi mulus itu.
Ara kau jadi cengeng sekali ! lihatlah aku yang terluka bukan dirimu, mengapa kau yang menangis Devan berdecak kesal dia mengusap air mata Ara .
Ara kembali membuka matanya dia tersenyum getir itu hanya kenangan masa kecil nya dulu, tuhan jika bukan Devan yang menjadi bagian dari masa depan ku tolong bantu aku menghilangkan semua perasaaan yang tersimpan untuknya gumam Ara dalam hati.
hai Ara sapa Elsa, eh kau menangis yah? ucap Elsa yang tiba tiba menyusul Ara ke balkon, Ara segera menghapus air yang tersisa di pipi dan pelupuk matanya.
tidak Elsa aku hanya kemasukan debu tadi anginnya kencang sekali seru Ara dia menunjukkan deretan giginya.
ah benarkah? ya sudah kau masuk saja ! tadi kak Leon mencari mu Seru Elsa.
mencari ku? Ara membeo.
Elsa mengangguk ya sudah ayo kita temui kakakmu seru Ara , keduanya keluar dari kamar.
hari ini mereka akan menaiki motor ATV Maxim memesan sebanyak 6buah untuk 6 orang mereka berjalan beruntun dengan Maxim yang berada di depan disusul oleh Ara, Stevy ,Devan, Elsa dan Leon paling belakang.
mereka mengendarai ATV masing masing, Ara tampak menikmati kegiatan Out dor seperti ini dia memang menyukainya bukan. Devan juga sangat antusias dia bahkan tak henti berteriak sepanjang perjalanan.
seandainya hanya ada dia dan kedua kakak beradik itu, pasti Leon akan mengajak Maxim untuk balapan gumamnya. Elsa yang sedikit takut dia mengendarai nya dengan perlahan dan tidak berbicara sama sekali dia benar benar fokus mengendalikan ATV nya. Stevy terlihat kesusahan namun dia mencoba menikmati kegiatan Out dor yang tidak dia sukai ini hanya untuk menyenangkan Devan .
semuanya sibuk dengan kendaraan mereka beberapa jalanan yang dilewati mulai berubah,yang tadinya tampak aman kini mereka melewati jalanan yang terjal .Stevy dan Ara sedikit kesusahan mengendalikan ATV yang mereka gunakan, hingga tanpa di duga keduanya terjun ke dalam sisi Jurang meski tidak terlalu dalam namun membuat dua tubuh wanita itu terjerembab masuk terperosok ke dalamnya .
Maxim menghentikan ATV dan semuanya menepi mereka tampak panik saat Ara dan Stevy terjatuh.
Stevy!
Devan meneriaki nama Stevy Ara yang juga jatuh bisa mendengar teriakan Devan itu, hatinya kembali terkikis oleh kenyataan pait yang kembali harus dia telan.
bahkan Devan hanya mengkhawatirkan Stevy saja bukan dirinya ,Ara berusaha tidak terpengaruh dengan suara Devan yang terus menerus memanggil Stevy, hanya Maxim dan Leon juga Elsa yang meneriaki namanya.
Ara dan Stevy jatuh di sisi yang sama namun Stevy berada di bawah Ara dia bertumpu pada akar pohon sedangkan Ara bertumpu pada dahan pohon yang tersedia.
Devan tolong aku ! ... Stevy berteriak dia ketakutan dan terisak dia bahkan memejamkan matanya karena takut ketinggian.
Ara yang melihatnya sedikit tak tega dia berusaha mengulurkan tangannya untuk meraih Stevy, Stevy ulurkan tanganmu! Seru Ara. aku akan membantu mu agar kau bisa bertumpu pada ranting pohon ini.
Stevy membuka matanya dengan ragu dia menatap Ara, tapi aku takut gumamnya .
Aku akan membantu mu Stevy percayalah kau akan baik baik saja ucap Ara. dengan gemetar Stevy mencoba meraih tangan Ara, saat tangannya hampir menyentuh tangan Ara akar yang menjadi tumpuan Stevy sedikit bergerak akar itu mulai menyembul keluar tanah, Stevy cepatlah ulurkan tanganmu atau kan akan jatuh Ucap Ara .
Stevy berteriak dia sudah berhasil meraih tangan Ara satu tangan Ara di gunakan untuk menahan dirinya sendiri di batang pohon sedang satu tangannya di gunakan untuk memegangi tangan Stevy yang kini bertumpu padanya.
Ara sudah merasakan pegal dan nyeri dia sudah tidak mampu lagi menahan tubuhnya, Kak Maxim kau dimana kak? aku benar benar tidak sanggup lagi ini benar benar menguras tenaga ku gumam Ara.
Ara apa Devan dan yang lainnya meninggalkan kita? kenapa mereka lama sekali? aku benar benar takut Ucap Stevy .
mereka pasti datang Stevy kau hanya perlu bersabar saja, lihat lah itu mereka ucap Ara.
Devan dan Maxim mengulurkan tali tambang ke tempat Ara dan Stevy, Maxim mengikat kuat tambang itu pada pohon yang ada di sana, Devan melilitkan tambangnya di tubuhnya sendiri, devan mulai menuruni jurang itu.
Leon dan Elsa ikut menarik tambang tersebut dengan perlahan devan menuruni tambang itu, Maxim dan Leon memperhatikan dari atas.
Devan sampai di tempat Ara dan Stevy terjatuh,Devan melihat raut wajah Ara yang sudah memerah bahkan tangannya sedikit gemetar menahan beban berat Stevy, Devan mengalihkan pandangan nya pada Stevy yang tampak ketakutan Devan segera meraih Stevy ke pelukannya.
Devan menggendong Stevy Ara menatap Devan dengan nanar, Ara bahkan tidak bisa bernapas dengan teratur napasnya pendek pendek, Devan mengikat talinya untuk dia dan Stevy, Stevy memeluk Devan dengan erat. berpeganglah sayang kau akan baik baik saja ucap Devan, Stevy mengangguk. Devan mulai kembali menaiki bukit dengan bantuan tali yang telah ditarik oleh Leon dan Maxim juga Elsa dari atas.
Devan bagaimana dengan Ara ?tanya Stevy . Biarkan saja dulu dia itu sudah biasa berada di sekitar pohon seperti ini dia pasti bisa menangani dirinya sendiri, kau lihat bagaimana Ara tadi bahkan dia tidak menangis sedikitpun seru Devan.
Ara masih bisa mendengar percakapan keduanya hatinya semakin sesak mendengar langsung semua kalimat menyakitkan itu keluar dari bibir Devan . pandangan Ara buram matanya mulai berkunang kunang, Ara mencoba mengeratkan pegangannya pada ranting pohon itu.
tapi karena sudah terlalu lama di posisi seperti itu Ara yang merasa tangannya sudah kebas dan tenaganya telah terkuras dengan perlahan tangan yang bertumpu di ranting itu terlepas sedikit demi sedikit .
ucapan Devan terngiang di telinganya terus menerus,Devan bahkan tidak menghiraukan ku sama sekali gumamnya .
Devan dan Stevy sampai di atas dan Devan segera melepaskan tali yang mengikat Stevy.
Araaaa !
teriak Maxim saat Ara terpental jatuh ke dasar jurang kepalanya beberapa kali membentur pepohonan, Devan dan yang lain ikut terkejut melihatnya.
Elsa menutup mulutnya melihat Ara yang terluka dan terperosok jatuh seperti itu, Elsa yang ketakutan memeluk kakak nya Leon, Kakak tolong Ara lakukanlah sesuatu untuk nya kak Elsa lantas memukul lengan Leon berulang kali.
tenanglah kau tunggu di sini aku akan menyusulnya Maxim mencegahnya, Leon biar aku saja ! seru Maxim.
Namun Leon tak mengindahkan ucapan Maxim ,dia dengan segera menuruni jurang begitu saja .
Devan dilanda kebingungan dia tidak bermaksud membiarkan Ara dalam kondisi seperti itu tadi , semua ucapannya hanya untuk menenangkan Stevy .
Devan ingin sekali menolong Ara namun Stevy memeluknya dia masih ketakutan akan kejadian tadi, Elsa memandang Devan dan Stevy dengan tatapan penuh permusuhan .
Maxim menyusul Leon dia ikut menuruni jurang itu dengan hati hati .
See you ❤