You Heart Me

You Heart Me
perang batin



Maxim melenggang pergi bersama Leon, kedua pria itu bergegas memasuki mobil milik Leon. Leon dan Maxim berinsiatif menemui Ara dan membawa gadis tomboi itu kembali ke Mansion.


Apa yang kau pikirkan ? Leon melirik ke arah Maxim yang tampak muram.


Maxim menggeleng lemah, aku hanya takut Ara menolak untuk kembali ucapnya dengan datar, jangan lupakan raut kusamnya saat mengatakan itu. aku tidak sanggup melihat Mommy tersiksa seperti ini, namun aku juga tidak tega melihat Ara yang sedang berusaha melupakan Devan harus kembali menemui pria tidak peka itu timpalnya dalam hati.


Maxim, apa kau yakin jika kau baik baik saja? Leon merasa Maxim menyembunyikan sesuatu darinya, Maxim terlihat gusar dan dia sempat melamun dan mengabaikan Leon.


Maxim tersenyum dan mengangguk, Leon kembali fokus menyetir dia mencoba mengerti keadaan Maxim.


Clara apa kau yakin dengan semua ini? lalu aku bagaimana, apa kau akan meninggalkan ku? tanya Maggie .


Maggie hanya ini kesempatan ku, aku akan menemui Mommy ku secara diam diam. lalu aku akan pergi dari kota ini ucap Clara.


Clara sampai kapan kau akan terus berlari seperti ini ? maksudku apa kau akan terus seperti ini, menghindar dari Devan dan melukai hati banyak orang. Clara berpikirlah! kau ingin menghindari satu orang, tapi membuat semua orang terluka dengan keputusanmu.


Maggie aku akan kembali saat aku bisa melupakan Devan Maggie, Clara mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Maggie menahan lengan Clara, hadapilah kenyataan nya Clara !


kau tidak bisa terus menerus berlari dari Devan, jangan menjadi pengecut Clara.


Maggie apa yang kau katakan? aku bukan pengecut, Maggie aku hanya belum bisa melupakan nya. ! wajah Clara merah padam, dia begitu tidak menyukai kalimat yang Maggie katakan.


kalau begitu buktikan! jangan bersikap egois Clara, kau tidak memikirkan perasaan Mommy mu seru Maggie.


Clara mengernyitkan dahi, Maggie aku tidak punya pilihan lain.


kau egois Clara, apa kau tidak takut seandainya terjadi sesuatu yang tidak kau inginkan dengan Mommy mu itu? Clara, percaya lah ,aku hanya ingin melihat mu bahagia.


saat aku melihat reaksi mu di toko, kau juga terlihat sangat terluka mendengar tuan Leon memberitahu mu tentang kondisi Mommy mu. Clara kembali lah bersama keluarga mu, kau bisa melupakan Devan dengan cara lain.


Clara tampak tak bereaksi, tangannya terkepal napasnya memburu ,Clara berperang batin. sisi lain dari Clara yang tidak ingin kalah mendominasi, aku bukan pengecut kalimat itu terlontar begitu saja dalam benaknya . tidak ada kalimat itu dalam kamus hidupku, Clara teringat ucapan yang selalu dia katakan pada Maxim.


kau harus ingat ini kak. "Clarissa tidak ingin dan tidak mau menerima kekalahan.Ara mu akan selalu menang ,tidak ada kata kalah dalam kamus hidupku" .


Clara terdiam, dia mencerna semua perkataan Maggie. Clara memejamkan matanya, Clara merasakan seseorang memeluknya.Maggie mencoba memberinya kekuatan, menyalurkan ketenangan lewat pelukan itu. Kau harus bisa menghadapinya Clara,kau tidak bisa menjauh dari Mommy mu seperti ini. mereka membutuhkan mu! pulang dan lupakanlah Devan dengan cara yang lain. aku percaya dengan keputusanmu, kau pasti bisa menentukan pilihan terbaikmu . Maggie melepaskan pelukannya meninggalkan Clara sendirian di kamarnya, Maggie berharap Clara memikirkan kembali tindakan yang akan dilakukan nantinya.


Devan mencoba menghubungi Maxim, namun Maxim tidak mengangkat panggilannya. Devan terpaksa menghubungi Leon, dengan malas dia mencari kontak Leon dan men dial no telepon pria yang sejak dulu tidak dia sukai itu.


kerutan di dahi Leon, menandakan betapa dia terkejut saat mendapati nama Devan di layar handphone nya.


Maxim angkatlah! Leon menyodorkan handphone miliknya pada Maxim. Devan mungkin menghubungi mu namun karena kau tidak menjawabnya dia menghubungi ku.


Maxim meraih handphone itu, dan mengangkat panggilan,Maxim mendengar Devan mendengus kesal dari balik handphone. berikan handphone nya pada kakak ku! ucap Devan dengan ketus.


Maxim memutar malas bola matanya, apa kau tidak bisa bersikap sopan pada sahabatku! sergah Maxim.


kali ini Devan mengerucutkan bibirnya, ingin sekali Devan mencekik leher Leon yang selalu saja mendapat pembelaan dari Maxim.


baiklah! aku akan sedikit menghormati nya, ingat kak hanya sedikit timpal Devan.


Maxim mendengus kesal, ada apa kau menghubungi ku? tanya Maxim.


Leon hanya mendengarkan saja matanya masih fokus pada jalanan yang tengah di lalui, tiba tiba Leon menghentikan mobilnya.


kau dimana kak? Daddy menanyakan mu karena itu aku menghubungi mu!


aku bersama Leon, ada sesuatu yang harus aku kerjakan. kau temani saja Daddy dan Mommy, bila ada masalah segera hubungi aku Maxim mengakhiri panggilannya secara sepihak.


Devan menggeram kesal,sikap menyebalkan Leon telah menular pada kakaknya. Astaga! entah apa istimewanya Leon di mata kakak, pria menyebalkan itu selalu membuatku kesal tanpa alasan gumam Devan.


Aldrich menepuk bahu Devan, bagaimana nak? apa yang Maxim katakan!


baiklah! biarkan saja Maxim pergi, ayo masuk lah kau belum beristirahat seharian ini. Devan dan Aldrich masuk kembali mereka duduk di sofa, Aldrich memejamkan matanya.


Devan melihat Aldrich dan Jasmine dengan bergantian, sebegitu besarnya Mommy menyayangi Ara. dan Daddy, meski kau tidak pernah mengungkapkan isi hatimu, aku tahu Daddy kau menyayangi Ara lebih dari siapapun.


kau tidak pernah menunjukan rasa sakit mu di depan Mommy ataupun kedua putra mu, tapi kau memendamnya sendirian gumam Devan.


Leon ada apa? apa ada masalah, kenapa tiba tiba kau berhenti ? tanya Maxim dengan melihat ke arah jalan di depannya.


Leon mendengus kesal, seperti nya ada kecelakaan lalu lintas, dan kita terjebak macet.Maxim mengacak rambutnya frustasi, semoga saja dia masih bisa menemui Ara. Maxim takut Ara akan kembali menjauhi mereka, jika tahu kini dia dan Leon akan menemui dan menjemputnya kembali ke Mansion.


Maggie tersenyum setelah mendengar keputusan Clara, meski Maggie akui dirinya akan merasakan kesepian lagi jika Clara meninggalkan rumahnya. namun Maggie turut bahagia karena dia sepenuhnya mendukung Clara untuk kembali ke rumahnya .


aku akan menyiapkan makan malam untuk kita, ucap Maggie dengan senyum mengembang di wajahnya.


Jane dan Louis sudah berada di meja makan,Maggie tengah sibuk mengunyah makanan di mulutnya. Clara hendak memasukan makanan ke dalam mulutnya, terdengar ketukan pintu dari luar. Louis dan Jane saling bertukar pandang.


paman biar aku saja yang membukanya, Clara hendak bangkit dari duduknya. Clara biar aku saja, kau selesaikan makan malam mu, Louis bangkit dari kursinya dia berjalan meninggalkan dapur.


Clara, Maggie dan Jane kembali menyantap makan malam mereka. Clara menikmati suasana sederhana di rumah Maggie seperti ini, aku pasti akan merindukan Maggie dan semua kegiatanku selama di sini gumam Clara dalam hati.


Maggie menatap Clara, dia sejak tadi memperhatikan Clara secara diam diam. aku tahu apa yang sedang kau pikirkan Clara, tapi percayalah aku, ayah dan ibu tidak akan melupakanmu gumam Maggie dan kami akan sangat merindukan mu terutama aku timpalnya lagi.


Louis meraih kenop pintu, dia menekan tuas kebawah dan membuka pintu nya. Louis membuka mulutnya lebar dia begitu terkejut saat melihat orang yang banyak membantunya berdiri di balik pintu rumahnya.


*Astaga! tuan kau disini..


masuklah*! .


Louis mempersilahkan orang itu untuk duduk di ruang tamu sederhana miliknya, Louis tersenyum menyambut kedatangan orang yang sangat berjasa dalam hidupnya.


tuan muda, ada perlu apa kau kemari? ini bahkan sudah larut malam, kau menempuh perjalanan yang jauh hanya untuk menemui ku. harusnya kau hubungi saja, aku akan menyiapkan pesanannya dan mengantarnya padamu ucap Louis.


Leon menggeleng, ini bukan tentang pekerjaan paman tapi tentang Ara ucap Leon.


Ara? siapa yang kau maksud Ara tuan? tanya Louis dengan bingung. Leon menjelaskan semua kebenarannya pada Louis, Louis mengangguk mengerti. aku Maxim kakak pertama Ara. Louis dan Maxim saling tersenyum. aku akan memanggilkan Clara terlebih dulu, em maksudku Ara Louis berlalu menuju dapur.


Jane dimana Clara? Jane yang tengah sibuk mengelap meja mengernyit saat Louis tiba tiba menanyakan Clara.


Clara sedang berada di kamarnya bersama Maggie seru Jane.


tolong panggilkan dia, dan suruh dia menemui ku diruang tamu, Louis berlalu dari dapur. Jane menanggalkan kain lap yang di pegang nya .


Clara, Maggie.... buka pintunya sayang!


Maggie dan Clara saling pandang, mereka menghentikan gurauan mereka saat mendengar ketukan di pintu kamarnya.


Maggie membuka pintunya, Ibu ada apa? tanya Maggie.


ibu juga tidak tahu, Ayahmu meminta Clara menemuinya di ruang tamu. Clara yang mendengar itu mengernyit bingung alisnya terangkat. aku? ada hal penting apa sampai paman memintaku menemuinya gumam Ara.


Ayo Clara kita temui saja, mungkin Ayah membutuhkan bantuan mu,Clara mengiyakan .


Maggie dan Clara melangkah ke arah ruang tamu. mata Clara membulat sempurna saat melihat Maxim memandanginya dengan pandangan yang terasa begitu menusuk relung hatinya.


bagaimana mungkin kak Maxim bisa ada disini ? gumam Clara.


Maggie menatap semua orang bergantian,termasuk Clara dan pria yang belum di kenali oleh Maggie yang duduk di sebelah Leon.


See You ❤.