
Maxim sengaja mengundang Leon untuk datang ke Mansion nya, Maxim sempat melihat perdebatan Clara dan Devan di dapur tadi, namun Maxim memilih berpura pura ada di kamar mandi. Maxim sungguh heran melihat Clara yang bersikap ketus pada Devan, Maxim pikir saat Clara mengetahui jika Devan dan Stevy sudah tidak lagi bersama, karena Stevy telah tiada .
mungkin hubungan Devan dan Clara akan kembali membaik seperti sebelumnya,Maxim merasa sukar melihat kenyataan yang ada. faktanya hubungan Devan dan Clara masih merenggang dan ada jarak serta tembok penghalang di kedua sisi.
Maxim terpaksa melakukan kebohongan lagi, dia meminta Leon membantunya dalam misinya kali ini.
Devan turun dari tangga, dia bersiul semua orang melihat ke arahnya termasuk Clara. Leon masih dalam posisi menggenggam jemari Clara. Devan melangkah dan menjatuhkan bokongnya di sofa yang semula di duduki oleh Leon.
sepertinya aku melewatkan sesuatu? hei pengacau ! sedang apa kau memegang tangan Ara, apa kalian berdua akan menyebrang jalan ? sungguh menjijikkan! gerutu Devan ,tidak tahu malu sekali dia menyatakan perasaannya di depan kak Maxim .Devan menggerutu dalam lubuk hatinya.
hati Clara kembali teriris mengingat semua tindakan Devan padanya yang sangat melukai hatinya. Clara kembali bergelut ,hati dan pikirannya berperang kembali.
Clara merasa menjadi boneka mainan Devan, saat Devan dulu memiliki Stevy dia mengacuhkan Ara, menjauhi dirinya, menolak mempercayai ucapan Ara. Selalu saja Devan bertingkah sesuka hatinya, Clara lalu kembali menatap Maxim Leon dan Devan. entah keberanian dari mana Clara mengeluarkan keputusannya.
Leon aku,-
Leon ,aku -
aku ingin kita menjalaninya saja terlebih dulu, aku belum bisa memastikan tentang hubungan kita untuk ke depannya.
itu artinya? apa kau menerima ku - tanya Leon dengan alis terangkat.
Clara tersenyum setengah hati, belum sepenuhnya aku ingin menjalin komitmen dengan seseorang jawabnya tertunduk lemas. dia tidak bermaksud memberi harapan palsu pada Leon, namun dia juga tidak ingin nampak tak berdaya di depan Devan .hatinya akan rapuh kembali jika harus berhadapan dengan Devan ,dan Clara masih belum sanggup menghadapi Devan karena hatinya terlalu lemah . bukan hal mudah untuk Clara membuang rasa cintanya. bahkan hanya untuk mengalihkan perasaannya saja, dia harus berjuang setengah hidup.
Leon mencoba mengerti keputusan dan mengiyakan permintaan Ara. Leon bangkit dari posisinya, dia duduk di sebelah Clara.
Maxim sedikit bernapas lega, pasalnya dia tidak salah meminta Leon untuk menjadi jembatan antara Devan dan Clara .Maxim tahu jauh dalam hati Clara gadis itu hanya mencintai adiknya Devan dan tidak bisa berpaling pada siapapun. aku sangat mengenal kalian berdua sejak kecil, aku cukup paham akan perselisihan ini gumam Maxim dalam hati.
Baiklah! karena Clara dan Leon baru saja menjalin hubungan baru, maka kita harus merayakannya. tunggu di sini! Maxim berlalu ke dapur, Leon memandangi Clara yang duduk di sebelahnya .
Clara merasa mati kutu di tatap dua orang yang berbeda dalam satu waktu, Leon menatap nya dengan tatapan hangat yang semakin membuatnya merasa bersalah. Clara ingin mengutuk dirinya sendiri ,bisa bisanya dia menjadikan Leon pelampiasan dalam usahanya melupakan Devan.
sedangkan Devan, Clara merasa tatapan yang tidak bersahabat dia rasakan dari mata Devan. Devan bersedekap dada, dia menatap Clara dengan sangat tajam. Clara merasa akan mati di tempat . jika detik ini Devan adalah bom granat, maka Clara akan sudah pasti menjadi puing puing reruntuhan saat ini.
Beruntunglah suasana mengerikan itu tidak berlangsung lama,Maxim membawa dua botol minuman di tangannya.Devan merasa terbakar andai saja mereka bisa melihat kepala Devan sudah berasap detik ini. jika Devan seorang Naga, mungkin Devan akan menyemburkan api dari mulutnya dan mengarahkannya pada Leon.
Maxim terkekeh geli, dia bisa melihat dengan jelas adiknya terpancing Emosi. Maxim hanya tersenyum dia menyukai cara Devan marah karena itu hal yang membuatnya selalu merasa kembali ke masa kanak kanak dimana Clara dan Devan akan meminta bantuan Maxim untuk menyelesaikan perdebatan mereka.
Maxim memindai Clara, ada rasa cemas dan guratan rasa sedih di mata Clara. Maxim paham jika Clara hanya terpaksa mengiyakan pernyataan Leon karena Devan ada di depan matanya saat Leon menanti jawabannya.
Ayo Leon, ini untuk mu dan ini untuk Devan Maxim menyodorkan gelas wine pada kedua pria itu. Devan menolak gelas pemberian Maxim, dia memilih menenggaknya langsung dari botol .Maxim hanya mencoba melihat reaksi Clara. Clara merasa cemas, dia tidak bisa membiarkan Devan meminum semua minuman itu. Clara hendak bangkit dari duduknya, kak Maxim mengapa kau memberikan botol itu pada Devan? kau kan tahu bagaimana Devan tidak bisa tahan dengan minuman itu keluh Clara.
Maxim mengendikan bahunya acuh, dia sendiri yang menarik paksa dari tanganku acuh Maxim.
Leon memandang Maxim dia tersenyum kecut, Leon sadar perasaan Clara memanglah tertaut pada Devan.
Maxim memberi isyarat Clara untuk diam, Devan tidak lagi memperdulikan apapun. dia menenggak semua isi wine di botol itu, hanya dalam beberapa menit botol itu habis tak tersisa .Maxim bertepuk tangan selamat untuk kau Leon dan Clara. aku menyetujui hubungan kalian ucap Maxim.
Devan merasa sudah cukup menyaksikan drama yang membuat kepalanya sakit, Devan memilih pergi ke kamarnya. Devan berjalan gontai . alkohol mulai bereaksi di tubuhnya, dia memegangi tembok perlahan kakinya menaiki tangga. Clara terus menerus memperhatikan Devan .
Devan terpeleset, dengan kondisinya yang mabuk Devan tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. Devan yang baru setengah jalan ,kembali terguling ke lantai. Clara secepat kilat berlari ke arah Devan yang tergeletak di lantai setelah terjatuh dari tangga.
Clara merasa kesal pada Maxim karena Maxim bukannya menolong Devan, malah dia terlihat bahagia sekali melihat Devan terjatuh. Leon tidak tahu harus berbuat apa? akhirnya dia memilih diam .
Maxim menertawakan adiknya, Alkohol adalah kelemahan Devan .Devan bukanlah pria yang menyukai minuman berbau Alkohol namun karena dia dalam mode emosi, katakanlah ! Devan sedang cemburu pada Ara. dia melupakan fakta akan kelemahannya itu, Matanya bahkan hampir berair karena tertawa hingga terpingkal pingkal. Maxim memegangi perutnya, Ara yang melihat tingkah kakaknya hanya berkacak pinggang dan menggelengkan kepala.
Kakak hentikan tawa sumbang mu itu ! telinga ku sakit sekali mendengar suara jelek mu itu. Leon terkekeh melihat Maxim yang segera menghentikan tawanya setelah Clara yang memintanya.
Maxim mendengus kesal, dia memutar malas bola matanya . kau membela Devan ,benar begitu? Clara segera menggeleng. aku tidak tahan melihat orang lain menderita di depan mataku, entah itu Devan atau orang asing elak Clara.
Maxim mengangguk paham, dia hanya ingin sedikit menguji Clara dan hasilnya bisa Maxim lihat sendiri. tertuang jelas kecemasan dalam pancaran mata Clara . Maxim hanya terus mencoba membuat Clara kembali menyakini Devan dan cinta masa kecilnya, Maxim ingin Clara menjadi Clara nya yang dulu begitu gigih memperjuangkan sesuatu.
Maxim membaringkan Devan di ranjangnya, jika saja kau bukan adikku ! ingin sekali aku memukul kepalamu dengan kapak milik Thor, dan menggantung mu di tengah kota karena kau adikku yang paling konyol. kau tidak bisa melihat kesungguhan dimata Clara saat gadis itu mengatakan perasaannya, dan akhirnya kau memilih Stevy .kau mematahkan hatinya, kau memberikan luka yang tak bisa di obati oleh ku. Clara ku terluka karena mu Devan.
andai saja bukan kau yang Clara cintai ,aku akan dengan senang hati menghilangkan nyawanya dari bumi ini. kau pria bodoh yang yang pernah ada Devan.
kau begitu mudah terpikat dengan tampilan fisik seseorang, namun lemah membedakan cinta yang harusnya kau perjuangkan dan cinta yang tidak seharusnya kau lepaskan.
Tuhan memberi mu petunjuk, memisahkan mu dengan Stevy . dia pasti ingin menunjukan padamu, jika Clara lah yang harusnya berada di sisimu. menjadi bagian dari masa depan mu .Maxim menaikan selimut untuk menutupi tubuh Devan, setelah itu dia meninggalkan Devan sendirian.
Maxim berlalu dari kamar adiknya.
See you ❤🍃
barang kali mau intip kisah Emily sama Athes (Secret Admirer ).
atau Liora sama Devano (Marriage with him).