
Devan dan Jasmine pergi pagi pagi sekali, saat semua orang baru membuka matanya, mereka berdua telah berada di sebuah gedung.
Aldrich yang ditugaskan memantau Mansion telah duduk dengan segelas kopi di tangannya, dia sudah memberitahukan rencana nya pada Maxim.
hanya tinggal menunggu beberapa jam dan hari istimewa Clara akan tiba. Maxim tengah merapikan rambutnya ,dengan santai Maxim menata surau nya itu. Maxim menumpahkan gel di tangannya, dan mengaplikasikannya pada rambut.
Maggie melakukan hal yang sama ,dia bangun lebih pagi dan kini sudah berada di dalam satu mobil bersama Leon dan Maxim.
Maxim melenggang pergi bersama Maggie dan Leon menyusul Jasmine.
Clara menguap, dia meregangkan otot ototnya yang terasa kaku untuk di gerakkan. Clara mengernyit saat melihat jam yang tergeletak cantik di nakas.
Astaga! aku tidur nyenyak sekali, memalukan gumam Clara.
Clara berlari ke kamar mandi, entah karena apa Clara merasa ada yang salah. dirinya bangun terlalu siang dan tidak ada seorangpun yang membangunkannya. Clara yang tengah menyelesaikan ritual mandinya, segera merapikan diri.
Maggie, dimana gadis itu? aku akan mengecek nya ke kamar tamu. siapa tahu dia juga masih tidur. Clara melangkah dengan pelan,matanya melebar saat melihat kamar tamu telah rapi.
Clara menyisir kamar mandi, hasilnya sama. kosong!
apa Maggie pergi tanpa berpamitan dengan ku? gumam Clara dalam hati.
Clara kembali ke kamarnya ,dia meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Maggie. Clara begitu terkejut melihat Maggie tidak ada di manapun.
kenapa ponsel Maggie tidak bisa dihubungi? Clara menghentakkan kakinya cukup keras ke lantai.
dimana semua orang?mengapa Mansion ini terlihat sepi.
aku akan ke kamar Daddy saja!
Clara melangkah menuju kamar Aldrich. merasa suasana tak jauh beda dengan kamarnya tadi , yang kosong tak berpenghuni. namun Clara hanya ingin memastikan.
Daddy.... Mommy... "teriak Clara ".
apa kalian ada di dalam?
bolehkah aku masuk?
Clara terus saja mencoba mencari keberadaan penghuni rumah ini .
tidak ada tanda tanda kehidupan di kamar Jasmine itu, Clara semakin tidak mengerti. kemana pergi nya semua orang? "Clara membatin".
Clara memutuskan turun dan menuju ke dapur mengisi perutnya yang mulai lapar.
Clara sedikit bernapas lega saat melihat Aldrich duduk dengan kopi di tangannya dan majalah di tangan Aldrich yang lain.
hai Daddy ..." selamat pagi "ucap Clara dengan ceria.
Selamat pagi Clara "Aldrich tersenyum " .
apa tidurmu nyenyak sayang? " tanya Aldrich".
Clara mengangguk antusias.
kemari dan makanlah sarapan mu sayang! Daddy harus pergi ke kantor karena ada pertemuan penting dengan Klien. Aldrich hendak bangkit dari kursi.
Clara membulatkan matanya.kerutan di dahi Clara bertambah dalam, saat mengingat dia tidak menemukan siapapun tadi.
Daddy tunggu!
Daddy, Dimana semua orang? uhm maksudku, Mom dan Kak Maxim? " tanya Clara " .
Aldrich tampak bersikap biasa, tidak ada keanehan dari wajah Aldrich. Clara menggigit bibir bawahnya. Clara yang menanti jawaban Aldrich merasa tidak sabar mendengar penuturan Daddy nya itu.
Aldrich menghembuskan napasnya perlahan, untuk pertama kalinya dia harus membohongi sang putri. Aldrich mencoba mengalihkan rasa gugupnya, Aldrich lantas menguraikan senyum di bibirnya.
Clara semakin dibuat bingung melihat tingkah Ayahnya itu.
Mommy meminta kakakmu untuk menemaninya berbelanja. mereka pergi pagi pagi sekali. ''ucap Aldrich dengan satu tarikan napas " .
Clara merasa tidak puas mendengar penjelasan Aldrich.
mengapa ibu tidak mengajak ku? gumam Clara dalam hati.
apa masih ada yang ingin kau tanyakan? Aldrich menanti Clara nya kembali berucap.
dimana temanku Maggie Daddy? aku tidak melihatnya dimana pun?
Aldrich sedikit berpikir, temanmu pergi dengan Devan. mereka pergi bersama untuk membeli sesuatu.
Clara sayang ...
Daddy harus pergi sekarang sayang !
Aldrich mengecup kening putrinya, Aldrich melangkah meninggalkan Clara sendirian di dapur menyantap makan paginya.
selepas kepergian Daddy nya Aldrich,Clara hanya diam membisu. dia masih mencerna ucapan Daddy nya , tentang Maggie dan Devan yang pergi bersama.
sejak kapan Devan dan Maggie memiliki kedekatan ? bukankah Devan tidak mudah beradaptasi dengan orang yang baru dikenalnya.
pikiran Clara di penuhi ribuan tanda tanya, puluhan spekulasi kemungkinan yang tidak tidak membuat mood nya memburuk.
aku sungguh tidak percaya ini , hanya melupakan Devan saja benar benar menguras tenaga . mengapa hatiku masih terpengaruh , mendengar Devan pergi bersama Maggie saja membuat darahku mendidih.
Ya Tuhan, aku benar benar bisa gila jika terus seperti ini. perasaan macam apa ini? aku masih saja terpengaruh rasa cemburu,saat Devan pergi dengan wanita lain.
Clara kembali di titik dilema yang memaksanya memilih, ada saat dimana dia dengan mudah mengabaikan Devan . namun disaat yang bersamaan, rasa cinta Clara yang masih begitu besar mendominasi kinerja otaknya.
Clara memakan sarapannya dengan rasa cemburu yang tengah bersarang di otaknya.
Maggie sayang, apa kau sudah siap? " tanya Jasmine".
Maggie mengangguk dan tersenyum pada Jasmine.
Maxim terkekeh melihat tingkah ibunya, hanya Jasmine yang tidak bisa bersikap tenang sejak pagi.
Maggie lakukan tugasmu sayang !
ucap Jasmine.
Maggie segera meraih ponsel miliknya, dia menghubungi Clara.
Clara yang mati kutu berdiam diri seharian di Mansion merasa kesal, seharian ini semua penghuni Mansion seolah mengabaikannya. Clara bahkan tidak tahu menahu kemana pergi nya semua anggota keluarganya.
hari ini aneh sekali!
Mommy dan Kak Maxim bahkan tidak memberi kabar apapun.
Daddy sibuk dengan pekerjaannya.
Devan dan Maggie menghabiskan waktu berdua. sedangkan aku , meratapi kesendirian di Mansion ini seharian.
sungguh menyedihkan! "umpat Clara".
Clara yang mendengar getaran ponselnya segera meraih ponsel yang dia letakkan di ranjangnya.
Maggie... ucap Clara tanpa bersuara.
tanpa berpikir apapun. Clara yang memang masih di selimuti rasa cemburu, mencecar Maggie dengan berbagai pertanyaan beruntun.
Hallo... Maggie, kemana saja kau seharian ini? .
Mengapa kau tidak berpamitan padaku sebelumnya?
sejak pagi aku mencari keberadaan mu?
kenapa baru menghubungi ku sekarang? Clara melontarkan semua kekesalannya pada Maggie detik itu juga.
Maggie sekuat tenaga menahan tawanya agar tidak pecah.
Clara bisakah kau menemaniku ke pesta temanku?
pestanya ada di dekat kantor tuan Leon.
apa? Clara sedikit menaikkan nada bicaranya.
bukankah Daddy bilang Maggie pergi dengan Devan? "gumam Clara dalam hati".
Clara apa kau masih mendengar ku?"tanya Maggie" .
ah iya Maggie ,aku masih mendengar mu. "seru Clara".
" pesta ya? timpal Clara lagi.
Maggie mengiyakan.
itu artinya, aku harus mengenakan dress, benar begitu ?
Clara mengulang kembali pertanyaannya.
Maggie, aku tidak mempunyai persiapan apapun !
dan siapa yang akan membantuku mengenakan dress.
kau saja tidak ada di sini?
bagaimana bisa aku merias diriku? "celoteh Clara panjang lebar".
Maggie merasa geli mendengar keluhan Clara dari balik ponsel.
tenang saja Clara, aku akan mengirim seseorang untuk membantu mu .
Maggie menutup sambungannya setelah mengucapkan itu.
Clara memutar malas kedua bola matanya itu, tepat setelah itu Clara mendengar bel Mansion berbunyi.
Clara beranjak dari Kamarnya, dia melangkah dengan kesal kearah pintu. mata Clara membulat sempurna ,saat Zavier beserta dua orang wanita yang tidak Clara ketahui namanya berdiri dari balik pintu.
Clara memicingkan matanya, menatap penuh tanya pada Zavier. Clara mengernyit saat melihat Zavier yang tengah menenteng paper bag di kedua tangannya.
lakukan tugas kalian dengan baik, segera selesaikan pekerjaan kalian!
aku akan menunggu di mobil .
Zavier melenggang pergi setelah memberi titah pada dua orang wanita yang tadi berdiri di belakangnya.
Ayo nona Clara, kau harus segera bersiap!
temanmu nona Maggie sudah menunggu kedatangan mu.
"ucap salah seorang wanita suruhan Zavier ".
Clara tidak tahu harus berbuat apa, dia lantas mengangguk dan menuruti kedua wanita itu.
Clara dan kedua wanita itu masuk ke dalam kamar Clara .
Kedua wanita itu membawa Clara ke depan cermin, menjatuhkan tubuh Clara di depan meja rias.
Apa yang kalian lakukan? "tanya Clara dengan bingung ".
kami akan merias mu, membuat mu siap untuk datang ke pesta temanmu itu. "ucap salah seorang wanita itu".
Clara tidak lagi bertanya, tangan kedua wanita itu mulai sibuk merias dan merombak wajah polos Clara .
See You ❤