You Heart Me

You Heart Me
Epilog



selamat pagi sayang. Devan melingkarkan tangannya di perut ramping Clara, sembari berbisik.


Bagaimana hasilnya?


Clara memutar tubuhnya, raut kecewa tercetak di wajah Clara. namun sedetik kemudian, dia tersenyum.


hasilnya positif Devan, Kau akan menjadi seorang Ayah. "ucap Clara ".


Kau serius?


Clara mengangguk. dia menunjukan alat kehamilan yang tadi di gunakan, dua garis biru tersemat di sana.


Devan tidak bisa menahan air mata kebahagiaannya.Devan mengangkat tubuh Clara, menjatuhkannya di sofa.


Devan mengelus perut Clara yang masih datar. Clara begitu bahagia, hidupnya kini secerah mentari yang selalu bersinar di pagi hari.


Terima kasih Clara kau sungguh membuat ku, menjadi pria yang paling berbahagia di dunia ini.


Clara mengusap puncak kepala Devan yang kini tengah mencium perut datarnya.


aku yang seharusnya berterima kasih padamu, Kau adalah cinta pertama ku. aku sungguh tidak menyangka jika pada akhirnya, cintaku mendapatkan balasan darimu.


Devan mendongak, dia mengusap air mata sialan yang mengalir membasahi wajah Clara .


tolong jangan menangisi pria sepertiku Clara, air matamu jauh lebih berharga dari pada aku.


Clara menggeleng, kau juga berharga Devan.


tapi aku sempat bertindak bodoh Clara, dan aku sangat menyesal sempat mengabaikan mu.


Devan bangkit dan mensejajarkan tubuhnya, mulai saat ini tidak ada yang akan menangis.


Clara berhenti menangis untukku.aku akan merasa gagal menjadi pria jika kau menangis seperti ini.


Clara mengangguk. Devan meraih tubuh Clara dan memerangkap nya. mencium bibir mungil Clara, Clara membiarkan nalurinya menguasai.


hubungan Devan dan Clara berjalan dengan baik, begitu harmonis. hingga kini keduanya memilih hidup terpisah dari Aldrich dan Jasmine.


Clara begitu menyukai cara Devan yang selalu berhasil, membuat Clara kehilangan kendali atas otaknya. Clara selalu kalah saat Devan sudah membangkitkan naluri alamiahnya, dengan mudah Clara ikut terhanyut dalam permainan Devan.


Clara dan Devan selalu melakukan hubungan intim mereka di manapun, itu lah alasan Devan memilih terpisah dari orang tuanya.


Devan jangan ,aku bahkan belum menyelesaikan masakan ku."Clara mencoba menolak halus permintaan Devan " .


kau akan terlambat nanti jika terus seperti ini, "Clara tidak henti membujuk Devan ".


Biarkan saja, aku ingin mengunjungi baby kita. "kekeh Devan ".


Astaga! Ahh Devan -


Clara kau selalu saja seperti itu, kau sendiri bahkan menikmatinya. Devan mematikan kompor, dan membawa Clara layaknya karung beras.


Devan menjatuhkan Clara di depan ruang Keluarga.Jarak kamar utama, terlalu jauh dari dapur, sedangkan Devan sudah tidak bisa menahan keinginannya, Devan yang sudah siap berangkat ke kantor hendak berpamitan pada Clara.


melihat Clara yang masih mengenakan gaun tidur tipis membuat Devan kembali ingin menerkam istrinya itu. Clara yang kini, mulai terbiasa dengan pakaian wanita terkadang mengenakan lingerie setiap malam.


Clara melupakan tugasnya,hubungan di pagi hari adalah hal wajib baginya. Devan tidak pernah melewatkan kesempatan itu, dia tidak akan pergi ke kantor sebelum mendapatkan keinginannya. Clara terkadang merasa kewalahan menghadapi Devan, namun di sisi lain dia bahagia.


Devan menjadi pria yang begitu mempesona, dan penuh kasih sayang.


Meski aku bukan yang pertama untukmu, aku tetap merasa bahagia karena menjadi yang terakhir untukmu. "ucap Clara " .


Clara apa boleh aku bertanya sesuatu? .


Clara mengangguk kecil.


Devan lantas melingkarkan tangannya di perut dan Satu tangannya di dada Clara.


Clara memejamkan matanya, menikmati semua sentuhan Devan yang sejak dulu dia dambakan.


Apa kau terluka, seandainya di tengah kita melakukan hubungan . aku menyebut nama wanita lain, apa kau akan kecewa?


Clara merasa aneh mendengar penuturan itu, Clara lantas berbalik menatap Devan.


Tentu saja, aku terluka. apa kau akan melakukan itu? "seru Clara ".


Devan menggeleng, aku pernah melakukan itu pada Stevy.


Clara mengernyit, benarkah? ucapnya.


Devan mengangguk pasti.


apa kau tahu nama wanita yang ku sebut itu?


Clara menggeleng keras, aku tidak tahu.


Devan mengeratkan pelukannya, wanita itu adalah Kau Clara.


Clara membulatkan matanya, Clara tidak bisa membayangkan betapa terlukanya Stevy saat itu.


Devan menghembuskan napasnya, Clara aku bahkan tidak bahagia saat bisa menjadi pendamping Stevy.


Jadi apa yang Kak Maxim katakan benar, jika Kau dan Stevy bertengkar dan mengakibatkan kalian mengalami kecelakaan.


Devan mengiyakan, saat itu Stevy memintaku untuk kembali padamu.


Kita harus berterima kasih pada Leon, karena dia kita bersatu.


Kau benar, berkat Leon aku menyadari perasaanku.


Tetaplah hidup bersama dengan ku Clara.


Clara dan Devan saling berpelukan, menatap jauh ke arah jendela . menantikan hari dimana dirinya akan menjadi orang tua.


 


\-\-\-The End\-\-\-


 


*Terima Kasih kepada semua para pembaca kisah ''You Heart Me ini".untuk semua like, komen, Vote nya sejauh ini. Terima Kasih udah mau nemenin Clara berjuang mendapatkan cinta masa kecilnya Devan.


Buat yang mau nemenin kisah Maxim, Maggie sama Anna. intip mereka di You Heart Me season 2 yah.


Bye Bye


See You. ❤