
Clara apa yang terjadi denganmu? apa kau terluka ? Maggie begitu khawatir karena jari clara tiba tiba tertusuk duri mawar. astaga hati hati cla, kau membuatku takut saja celetuk Maggie.
Maaf aku tidak sengaja menyentuh duri itu ucap Clara, entah mengapa hatinya begitu tidak tenang saat ini Clara mencoba untuk tersenyum.
pekerjaannya sudah selesai ibu sudah meminta kita pulang, ayo aku akan mengobati lukamu di rumah.
Maggie dan Clara bergegas kembali menuju rumah.
Cla apa kau tidak masalah menyetir dengan satu tangan? tanya Maggie .
ayolah Maggie hanya jariku yang terluka bukan kaki, kau ini tenang saja! aku sudah punya Skill mengendarai sepeda ini dari kecil jika kau takut tutup saja matamu.
Maggie menurut dia menutup matanya, astaga Clara kepala ku pusing sekali! harusnya aku tidak menuruti mu dengan menutup mataku tadi celetuk Maggie.
kau saja yang bodoh aku kan hanya bercanda,Clara menjulurkan lidah.
oh jadi kau sekarang berani mengatai aku bodoh Maggie berkacak pinggang, Clara berlari dia sangat senang mengejek Maggie ,kebiasaan barunya saat ini.
iya kau bodoh namamu saja yang mirip pembalap ,tapi lihat kau saja bahkan tidak bisa menaiki sepeda ejek Clara.
Clara. .......ya tuhan itu hanya film dan dalam film herbie tokoh yang bernama Maggie di sana juga hanya akting ,kau ini menyebalkan sekali ! Maggie mengejar Clara yang berlari ke arah kamar.
Jasmine terpukul mendengar kenyataan yang begitu memilukan . dalam sekejap kebahagiaan yang baru dinikmati seluruh keluarganya seolah direnggut paksa dari nya, Aldrich mengusap air mata Jasmine yang kini menangisi kabar kecelakaan yang menimpa putra dan menantu barunya.
Jasmine yang tengah menikmati pembicaraannya dengan Aldrich bersantai di taman, ditemani dua cangkir teh dan kudapan di meja kecil yang menjadi pembatas keduanya. mereka mendapat kabar tidak mengenakan hati bahwa kendaraan yang mengalami kecelakaan dan terbakar adalah milik putranya Devan.
Aldrich yang panik segera mengajak istrinya Jasmine melihat kondisi korban yang di duga Devan, dan salah satu teridentifikasi sebagai Stevy Adisson menantu baru mereka.
Jasmine begitu tidak menyangka jika Stevy harus mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya dan peristiwa itu tentu saja membuat seluruh pihak keluarga terguncang.
Stevy yang terluka begitu parah dia tidak bisa bertahan lagi , dia telah tiada meninggal di tempat kecelakaan karena di seluruh tubuhnya terkena luka bakar.
sementara Devan pria itu masih terbaring lemah di ranjang pasien dengan selang infus dan peralatan lain yang terpasang hampir di seluruh tubuhnya .
Jasmine dan Aldrich terduduk lemas diruang tamu kediaman Anthony ,setelah mengikuti prosesi pemakaman Stevy .
kedua orang tua Stevy Anthony dan Jade mereka juga sangat terpukul mendengar kabar duka ini,putri mereka yang baru saja menjadi pengantin kini terbaring dan tertidur untuk selamanya.
Maxim menyugar kasar rambutnya dan mengepalkan tangannya ,dia tidak bermaksud menyebabkan semua ini. Maxim melupakan fakta jika adiknya adalah pria yang mudah tersulut emosi ,sialnya Devan terkadang tidak bisa mengendalikan emosinya itu.
tolong maafkan aku Devan !
aku memang kakak yang buruk , Maxim menyesal telah memberitahu Devan tentang kepergian Ara ini.
seandainya dia tidak memberitahu Devan tentang kabar itu.
mungkin hingga detik ini Devan dan Stevy akan baik baik saja, tidak mengalami hal tragis seperti ini.
Jasmine dan Aldrich kembali ke rumah sakit dia melihat Maxim masih terduduk di depan ruangan Devan.
Daddy akan di sini kau pulanglah Maxim bersama Mommy mu ! seru Aldrich, Maxim menggeleng tidak Dad kau saja dan Mommy, kalian beristirahatlah di Mansion aku akan disini berjaga ucap Maxim.
tapi kau -
Daddy tenanglah Leon akan kemari aku meminta dia menemaniku, kalian pulanglah Aldrich mengiyakan permintaan putranya itu.
Jasmine ayo kita pulang, Jasmine yang sudah mulai kelelahan berjalan dengan gontai meninggalkan pelataran rumah sakit.
Leon yang baru saja tiba di rumah sakit dia berpapasan dengan Aldrich dan Jasmine, paman bibi sapa Leon.
tolong temani Maxim nak kami pergi dulu Leon mengiyakan ,dia kembali melanjutkan langkahnya.
Maxim bagaimana keadaan Devan? tanya Leon dengan duduk di samping sahabatnya itu.
dia masih terbaring lemah entahlah keadaannya masih belum stabil seru Maxim.
apa kau sudah mendapat kabar tentang Ara? tanya Maxim.
Leon menggeleng aku baru mencarinya di sekitar kampus dan aku kemari saat mendengar ceritamu seru Leon .
untuk saat ini kau fokuslah dulu menjaga Devan, hingga dia melewati masa kritisnya timpal Leon kemudian. Maxim mengiyakan dia membenarkan ucapan Leon , dia akan menunda pencarian Ara sementara waktu hingga Devan adiknya sembuh.
Leon semua ini salahku harusnya aku tidak memberitahu Devan tentang kabar Ara yang meninggalkan Mansion, Maxim memukul dinding rumah sakit emosi sudah menguasai dirinya.
sudah lah Maxim kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri seperti ini, Mungkin ini memang sudah menjadi takdir untuk mereka berdua.
Maxim masih saja memukul dinding itu dengan amarah yang menggebu, dia masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri untuk hal ini .
bagaimana reaksi Devan saat dia bertanya dimana Stevy istrinya? Maxim semakin di landa rasa bersalah yang amat menyiksa nya.
Aku akan terima jika nanti kau akan membenciku Devan? gumam Maxim.
tenanglah Maxim Devan tidak akan menyalahkan mu dia akan mengerti jika semua ini murni karena kecelakaan ucap Leon seraya memegangi bahu Maxim dan memintanya berhenti melukai dirinya.
Clara apa kau tahu? telah terjadi kecelakaan besar di kota ucap Maggie, dengan mengiris beberapa sayuran.
memangnya kau melihatnya? tanya Clara dengan mengecek rasa makanan yang sedang di olah nya , Maggie tolong kau cicipi ini seru Clara.
ini hanya kurang penyedap um juga sedikit kaldu bubuk saja, wah kau sudah mulai mahir Clara puji Maggie.
jangan berlebihan aku kan masih dalam belajar darimu Mrs.Peyton seru Clara Maggie terkekeh.
aku melihat beritanya di televisi, apakah kau tahu Clara? Clara menggeleng....
salah satu korban mengalami luka bakar dan meninggal di tempat kejadian seru Maggie.
kasihan sekali gumam Clara ....
kau tahu tidak? dalam peristiwa kecelakaan itu, wanita yang meninggal itu masih pengantin baru ucap Maggie .
benarkah? tanya Clara, Maggie mengangguk.
Maggie berhenti lah mendongeng, sekarang ayo kita makan siang . aku ingin sekali mencicipi masakan kalian berdua terutama Clara, ucap Jane Peyton dengan mengedipkan matanya .
Clara dan Maggie terkekeh mereka mengiyakan permintaan Jane,Maggie dan Clara duduk dan menyiapkan semua nya mereka lalu mulai menyantap makanan itu. Ayah kenapa tidak pulang bu? tanya Maggie.
dia masih sibuk dengan pekerjaannya ucap Jane.
Clara kau yang memasak sayur ini? tanya Jane, Clara hanya tersenyum apa rasanya tidak enak bibi? tanya Clara.
aku baru saja ingin memujinya seru Jane Ayah Maggie pasti akan menyukai masakan buatan mu ini ,terima kasih bibi tapi aku rasa kau berlebihan ucap Clara.
tidak Clara ini memang enak ucap Jane , benar ini memang enak Cla timpal Maggie. Clara saja yang malu tidak mau mengakuinya gerutu Maggie.
aku akan pergi kembali ke taman pesanan bunganya bertambah , jadi Ayah mu sedang berusaha menyiapkan semua pesanan dari kota itu ucap Jane.
setelah menikmati makan siang singkat itu. Maggie yang ingin berlatih sepeda meminta Clara melatihnya sekarang.
oh begitu, um ibu apa aku boleh berlatih menaiki sepeda bersama Clara ? tanya Maggie, Jane mengijinkannya. Jane yang sedang menyiapkan bekal dia hanya tersenyum sesekali melihat putrinya Maggie meringis karena terjatuh .
Maggie masih terus mengayuh meski sesekali dia kembali mencium aspal jalan. Clara begitu telaten dia memegangi sepeda bagian belakang ,saat di lepaskan Maggie yang masih belum bisa mengimbangi terjatuh lagi.
Jane yang telah selesai menyiapkan bekal untuk suaminya dia bergegas kembali ke taman , untuk membantu Louis memenuhi pesanan bunga yang dia dapat dari kota dalam jumlah besar.
See you ❤
maafkan yah kalo nemu typo