You Heart Me

You Heart Me
Dilema



Maggie menatap Clara dalam diam, dia dan Clara kini berada di dalam ruangan Leon. Elsa begitu enggan melepaskan genggaman tangannya pada tangan Ara.


Maggie menelan kasar saliva nya dia begitu bingung menghadapi situasi ini, tanpa sengaja Maggie membuat Clara bertemu dengan orang yang sedang Clara jauhi.


Clara melirik ke arah Leon, dia menatap dengan tatapan sendu nya, Leon telah mengungkapkan perihal kesehatan Jasmine yang menurun drastis.


Clara menatap Maggie dia seolah berbicara lewat tatapan matanya ,Maggie mengangguk dia tahu jauh di dalam hati Clara gadis tomboi itu begitu merindukan Jasmine Mommy nya.


aku ingin berbicara berdua dengan Ara ,ucap Leon. Elsa mendengus kesal ,Kakak biarkan aku di sini ! aku ingin bersama Ara seru Elsa .


El keluar lah !


Maggie bangkit dari duduknya ,dia tersenyum pada Leon dan Clara .


Clara aku akan menunggu di luar ,Clara mengangguk.


Elsa Kakak tidak suka mengulang perkataan kakak. ! tegas Leon .


Elsa menghentakkan kakinya dengan kesal, dia melepaskan tangan Ara dan ikut keluar menyusul Maggie.


Leon mengusap wajahnya ,Ara apa kau tidak berniat kembali ke Mansion? tante Jasmine begitu terluka dengan kepergian mu ,tolong Ara! kembalilah ke Mansion .


aku tidak tahu apa yang membuatmu ingin pergi dari Mansion ,tapi percayalah satu hal ! tiada keceriaan saat kau pergi dari Mansion.


Leon tidak ingin berbasa basi lagi di depan Ara, dia mengungkapkan semua situasi yang sebenarnya pada Ara.


tante Jasmine bahkan menolak untuk makan, dia begitu acuh dengan kesehatannya sendiri .Ara begitu terkesiap mendengar semua itu, dia berada dalam dilema .


di satu sisi dia ingin menjauhi Devan, tapi disisi lain Mommy nya terpuruk karena dirinya.


Ara bagaimana keputusan mu? tanya Leon. Ara hanya diam saja, dia bangkit dari duduknya. maafkan aku ! tapi aku tidak bisa kembali sekarang .Ara melangkah keluar, dia berlari menuju mobil Maggie.


Maggie mengejar Clara, Clara tunggu aku!.


El hendak mengejar Ara, namun Leon menahan pergelangan tangannya. Kakak lepaskan! aku ingin mengejar Ara kak,dia sudah kita temukan! kenapa kau membiarkan nya pergi lagi kak?


El masuk dan duduk lah, Kakak memerintah mu ! Elsa mengalah, dia tidak berani membantah Leon. tetaplah di sini lakukan tugasmu! aku akan menemui Maxim.


Elsa mengangguk, dia menuruti perintah Leon. Leon pergi dengan mobil miliknya, dia mencoba menghubungi Maxim selama di perjalanan namun tidak ada jawaban. Leon merasa aneh,pasalnya ini sudah hampir siang tidak mungkin jika Maxim belum terbangun.


Leon yang sudah sampai di Mansion Maxim, segera keluar dari mobil dan menemui Maxim. Leon masuk dia tidak mendapati siapapun di Mansion itu. kemana semua orang? gumam Leon.


Zavier mendekati Leon, apa tuan memerlukan sesuatu? .


Leon mengangguk, dimana semua orang? aku ingin menemui Maxim Leon mengedarkan pandangannya. dahinya mengerut, melihat Zavier yang terdiam.


Zavier apa terjadi sesuatu? tanya Leon dengan merasa cemas.


Zavier mengangguk, nyonya Jasmine tadi pagi tidak membuka matanya. tuan besar Aldrich membawanya ke rumah sakit, tuan muda Maxim dan Devan baru saja menyusul nya ke sana.


paman Aldrich!


sapa Leon, Aldrich dan Devan menoleh ke arah Leon bersamaan.


Devan memicingkan matanya, dia begitu tidak menyukai kedatangan Leon. untuk apa pengacau ini datang kemari? gumam Devan dalam hati.


Aldrich tersenyum mengangguk, Leon duduk lah!


Leon menjatuhkan bokongnya di kursi, bagaimana keadaan bibi Jasmine paman?


dia baik baik saja! hanya saja daya tahan tubuhnya melemah ,dia memerlukan cairan infus untuk bisa membuat tubuhnya tetap stabil.


Jasmine selama ini, menolak makanan sekarang tubuhnya sudah mulai bereaksi dia sudah semakin melemah. karena itu aku memutuskan membawa nya kemari .


*Leon mengerti dia mengedarkan pandangannya, oh iya paman! dimana Maxim? aku tidak melihatnya .


dia sedang pergi ke toilet ucap Aldrich, Aldrich beranjak berdiri. aku akan masuk ke dalam menemani Jasmine,Leon mengangguk*.


Devan diam dia tidak berbicara ataupun menyapa Leon, kenapa Maxim lama sekali? gumam Leon.


Devan apa Maxim pergi ke toilet sedari tadi? tanya Leon. Devan mengangkat bahunya acuh ,aku tidak tahu ucap nya.


Maxim melangkah kembali ke ruangan Jasmine, Leon ! gumam Maxim.


Maxim mempercepat langkahnya, dia segera menghampiri Leon. hai dude ,kau disini? tanya Maxim . Leon tersenyum aku tadi ke Mansion namun Zavier bilang jika kalian semua berada disini. Devan melangkah meninggalkan Kakak dan temannya itu.


Maxim ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan mu! seru Leon. Maxim mengerutkan kening saat mendapati wajah Leon yang tampak serius dengan perkataannya.


sebaiknya kita bicara ini di tempat lain saja! seru Maxim. Leon mengiyakan, mereka pergi dan menuju ke kantin Rumah Sakit.


jadi apa yang ingin kau bicarakan? ucap Maxim, Leon menatap Maxim ini tentang Ara ucap Leon. Maxim tidak bereaksi dia masih mendengarkan penjelasan Leon.


aku bertemu dengan nya!


Maxim yang hendak menyesap kopi pesanannya terhenti di udara, Maxim meletakan kembali gelas kopi itu.


Apa kau serius? dimana Ara sekarang? tanya Maxim ,demi apapun ini kabar baik yang selalu di tunggunya selama ini.


Clara apa kau baik baik saja? Clara maafkan aku, gara gara aku mereka menemukanmu ucap Maggie.


Clara menggeleng, ini bukan salahmu Maggie. aku juga tidak tahu mengapa rasanya dunia ini begitu sempit, aku bahkan tidak tahu jika toko bunga itu milik teman Kakakku Leon ucap Clara. setelah mengatakan itu Clara berhenti berbicara dia menatap bahu jalan.


Maggie dan Clara dalam perjalanan kembali ke rumah Maggie, sesekali Maggie melirik kearah Clara gadis itu lebih banyak diam sejak insiden tadi .


See You ❤