You Heart Me

You Heart Me
merasa hancur



aku membawakan makanan dan obat untuk mengurangi sakit perutmu itu. Leon meletakkan kantung belanjaannya, di meja dekat ranjang.


Leon lalu menuntun Clara untuk duduk di ranjang, Leon menggenggam tangan Clara dan berlutut di hadapan Clara .


Katakanlah sesuatu Clara?


apa kau mau menjadi ibu dari anak anakku? "tanya Leon dengan mata yang berbinar penuh harap".


Clara kembali merasa bingung, namun kemudian dia mengangguk. Clara tidak tahu harus bagaimana ,tapi Clara tidak bisa menolak Leon karena takut menyakitinya.


Devan tersentak, seketika aliran darahnya terhenti. Devan memejamkan matanya, hancur sudah harapan Devan detik itu juga. Saat Clara dengan mudahnya mengiyakan permintaan Leon.


Leon memasangkan cincin di jari manis Clara,mencium punggung tangan Clara bergantian .


Leon bangkit dan membuka makanan yang dia bawa. Leon menyuapi Clara, Clara merasa sangat tidak enak mendapat semua perhatian itu dari Leon .


Leon pun membantu Clara berbaring, Setelah mengecup puncak kepala Clara. Leon tersenyum,dan membiarkan wanitanya itu beristirahat.


Leon berjalan menuju balkon kamar Clara, Devan yang tengah berdiri di sana segera bersembunyi agar tak terlihat oleh Leon.


Leon terlihat mengotak atik ponselnya, dia menghubungi seseorang.


Devan mencuri dengar percakapan Leon ,Kini Devan tahu siapa yang diajak bicara oleh Leon.


Maxim, aku dan Clara sudah bertunangan!


Leon, apa kau serius dengan tindakanmu? kau kan tahu, aku hanya memintamu untuk -


"ucapan Maxim terpotong".


aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu, Maxim percayalah !


aku tidak akan menyakiti perasaan adikmu . aku bersumpah untuk itu "terdengar penuh kesungguhan dari cara bicara Leon ".


Leon membuat Maxim tidak lagi berkata tidak ,karena Clara sendiri pun memiliki hak . bagaimanapun Clara telah memutuskan untuk memilih Leon sahabatnya ,dan Maxim mencoba membiarkan Clara memilih dengan kehendak hatinya sendiri.


Devan terduduk lemas di ranjang ,dia mengacak rambutnya frustasi .


aku kalah Stevy. .. aku kalah ...."gumam Devan".


Devan meremas surau pirangnya, Devan lantas melampiaskan amarahnya pada dinding.berkali kali Devan menghantamkan tangannya pada dinding, hingga Devan tanpa sadar melukai buku tangannya.


buku tangan Devan berubah menjadi merah lebam, Devan masih terus menghantam dinding. hingga membuat tangannya terluka .Devan meneteskan air matanya, dia menyesal karena pernah mengabaikan Clara. Devan menyadari jika hatinya sebenarnya adalah milik Clara, cintanya pada Stevy hanya sebatas rasa sayang yang Devan anggap lebih karena kedekatan keduanya.


Devan tidak merasa sangat hancur seperti ini, saat dulu Stevy meninggalkannya. lain halnya dengan keputusan Clara, mendengar Clara


bersedia menjadi tunangan Leon. membuat hati Devan berkabut,harapan Devan hancur sebelum ia mulai memperjuangkan cintanya.


Clara dan Leon menghabiskan waktu bersama hari ini hari terakhir Leon dan Clara di Venesia.


Devan mengemasi pakaian ,dan segala barang bawaannya. Devan yang patah hati memutuskan untuk kembali ke Mansion.


di dalam pesawat, Devan terdiam dia tidak memperdulikan buku tangannya yang memar. beberapa penumpang lain, menatapnya dengan bingung .pasalnya Devan duduk dan hanya memandangi jendela, Devan tidak berbicara sedikitpun. wajahnya begitu muram,tatapan matanya begitu kosong.


Lux's hotel


Leon menyiapkan makan malam berdua untuk dirinya dan Clara, Leon begitu ingin melihat Clara bahagia. Leon rela melakukan apapun,asalkan Clara bisa terus tersenyum .


Leon ,semua ini terlalu berlebihan ?" ucap Clara dengan menatap seisi restoran sekitarnya".


tidak, semua ini tidak sebanding dengan kebahagiaan yang kau berikan untukku Clara.


Clara terdiam, butuh beberapa detik untuk mencerna ucapan Leon.


Maafkan aku Leon, aku tidak berniat menjadikan mu sebagai pelarian "gumam Clara dalam hati ".


Clara.....


hei, apa kau baik baik saja! Leon menggenggam jemari Clara.


Clara mengangguk dan tersenyum.aku baik baik saja "ucapnya ".


apa kau mau menambah satu hari di sini bersamaku? "tanya Leon ".


lagi lagi Clara tidak berkutik ,dia dengan mudahnya mengiyakan permintaan Leon.


terima kasih. "ucap Leon dengan mencium punggung tangan Clara ".


entah mengapa aku tidak tega jika harus menolak permintaan Leon, melihat tatapan yang penuh harap itu selalu membuatku merasa bersalah.


Clara terlarut bergelut dengan isi kepalanya, sejauh ini Clara tidak bisa mencintai Leon. di satu sisi, Clara juga tidak ingin melukai Leon.


Clara terjebak di antara rasa bersalah yang menghantuinya,di saat yang sama Clara juga ingin melupakan Devan. tanpa Clara sadari dia mempersulit keadaan hatinya saat ini.


Devan sampai di Mansion pada malam hari di saat semua orang sudah terlelap ,Maxim yang masih terjaga mendengar suara langkah kaki yang berasal dari luar kamarnya.


Maxim keluar dari kamar, Maxim mengernyit saat melihat Devan berjalan tanpa semangat ke arah kamarnya.Maxim memindai Leon,Maxim terkejut melihat luka lebam di tangan Devan.


Devan tunggu!


apa yang terjadi denganmu? tanganmu terluka ,-


hanya luka kecil " ucap Devan berlalu meninggalkan Maxim, yang mematung di depan pintu kamar Devan".


ada apa dengan pria bodoh itu, dia selalu saja membuat ulah. entah apa yang membuat Devan melukai dirinya sendiri? "gumam Maxim dalam hati ".


Maxim lantas kembali ke kamarnya sendiri, Maxim mengecek ponselnya. Maxim memasang alarm dan merebahkan tubuhnya di ranjang.


Clara mencoba memejamkan matanya, dia tidak bisa berpikir dengan jernih. Clara yang kesulitan untuk tidur lantas mencoba menghubungi Maggie.


Tut..... tut.... tut.....


Maggie yang sudah menimbun mimpinya, terusik dengan getaran ponselnya yang tergeletak di sebelah kanan tempat ia tertidur.


Maggie meraih ponselnya dengan malas, dia menggeser tanpa melihat layar sebelumnya.


hallo Maggie.... "sapa Clara ".


hm... Maggie terlelap kembali.


Maggie ,aku tidak bisa tidur. bisakah kau menemaniku? "Clara merasa kesal karena Maggie tidak menyahutinya".


Maggie......


Clara menaikkan nada suaranya, hingga membuat Maggie menjauhkan ponselnya dari telinga.


Maggie merasa terganggu, dia memanyunkan bibirnya.


Clara, apa kau tidak bisa menelpon ku besok saja!"gerutu Maggie".


Maggie aku tidak bisa tidur ,aku ingin meminta pendapatmu tentang Leon? "ucap Clara ".


Maggie kembali memejamkan matanya, tuan Leon itu baik, dia juga atasan yang ramah. Ibu ku bilang, dia sosok pria berkategori baik "Maggie menguap dia menutup mulutnya dengan tangan".


Astaga Maggie, bukan itu!.


Leon baru saja melamar ku, dia memberikan aku sebuah cincin ."ucap Clara ".


Maggie yang masih dilanda rasa kantuk, dalam sedetik membuka lebar matanya.


apa?....benarkah yang kau katakan Clara?


Maggie begitu terkejut mendengar penuturan Clara.


lalu apa jawaban mu? "tanya Maggie ".


terdengar helaan napas Clara dari balik ponsel Maggie.


a aku ... aku menerimanya.... "ucap Clara dengan terbata".


Maggie memukul dahinya, mengapa kau menerimanya?


apa kau sudah bisa melupakan Devan ?.


Maggie, aku tahu aku belum sepenuhnya berhasil melupakan Devan. namun aku juga tidak bisa menolak permintaan Leon.


Clara...


harus berapa kali aku katakan padamu, jangan menggunakan seseorang untuk melupakan seseorang ! "ucap Maggie ".


Maggie aku tahu, tapi aku benar benar tidak bisa menolak Leon . aku akan belajar menerima Leon "ucap Clara ".


Maggie sangat mengerti posisi Clara,namun Maggie juga tidak membenarkan tindakan Clara.


memang tidak mudah melupakan cinta masa kecil, yang dimana perasaannya telah tumbuh sejak lama.


Clara apa yang kau lakukan salah, akan ada banyak hati yang terluka dengan keputusanmu. bahkan kau sendiri ikut terluka dalam keputusan ini.


Maggie dan Clara sama sama mengakhiri panggilan keduanya.Maggie yang tidak lagi bisa menahan rasa kantuknya, meminta Clara menyambung obrolannya lain waktu.


Clara merenungkan ucapan Maggie sebelum panggilan mereka berakhir. untuk saat ini Clara berpikir jika ini lah yang terbaik, menjadikan Leon pengalih pikirannya dari Devan.


See You ❤