You Heart Me

You Heart Me
Last episode



Devan kenapa kau mengajak ku kemari?


Devan melepaskan kemejanya dengan cekatan, Devan mengunci kamar hotel yang telah di pesannya.


Clara menatap ragu pada Devan yang telah bertelanjang dada. demi apapun ini pertama kalinya Clara melihat Devan tidak memakai atasan setelah keduanya sama sama beranjak dewasa.


Clara membuang pandangannya ke arah lain, sebuah benda kenyal mendarat di bibirnya dengan tiba tiba.


Clara yang tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya terjatuh ke ranjang, Devan menindih Clara dengan tidak melepaskan pertautan bibirnya.


Clara menggeleng keras, saat Devan begitu rakus menciumnya.


Clara mendorong Devan, menjauh darinya.


Devan mengernyit,saat melihat pipi Clara bersemu merah.


Clara segera membenarkan posisinya menjadi duduk.


Devan mendekat ke arah Clara, di rengkuh nya Clara ke dalam pelukan. Devan memeluk Clara.


Maaf untuk semuanya Clara, untuk kebodohan ku,untuk sikapku yang pernah sangat menyakiti mu, untuk setiap perkataan ku, yang mungkin melukai mu. aku benar benar tidak tahu harus berbuat apa untuk menebus semua kesalahanku.


Devan melepaskan pelukannya pada Clara, saat Clara tidak membalas atau menyahuti perkataannya.


Clara diam tidak menyahuti atau membalas tindakan Devan.


Devan melangkah ke arah jendela, Clara tidak bersuara sedikitpun.


Devan meraih kemeja nya asal, dia menatap Clara yang hanya duduk diam tanpa memandang ke arahnya.


Devan berpikir mungkin semua pemikirannya adalah benar, Clara tidak lagi mencintainya.


Devan melangkah melewati Clara, Devan tidak tahan di perlakukan seperti orang asing oleh Clara .


tunggu!


Clara menghentikan langkah Devan yang akan membuka kenop pintu.


aku hanya belum terbiasa dengan status kita yang sekarang. aku tidak tahu seperti apa tugas menjadi seorang istri Devan Orlando?


Devan yang tadinya muram ,kini terlihat berseri kembali.Devan segera meregangkan kedua tangannya.


lihat dan peluk aku Clara !


Clara mendongak menatap Devan ,senyum Clara mengembang sempurna .Clara berhamburan ke arah Devan,Devan dan Clara berpelukan, kali ini Clara membalas pelukan Devan.


Devan mengangkat tubuh Clara dan memutarnya dengan Clara yang tertawa, Devan begitu bahagia. Clara nya telah kembali ke dalam kehidupannya.


Devan menurunkan Clara ,merenggangkan pelukannya pada Clara. Clara tidak berhenti tersenyum, Devan mengelus pipi Clara .kali ini Clara menikmati sentuhan Devan, yang terasa sangat lembut ini. hingga tanpa sadar, Clara memejamkan matanya.


Devan lantas mencium pipi Clara, dan berbisik tepat di telinga Clara.


bolehkah aku melakukannya?


Clara membuka matanya, Devan Clara saling bertatapan.


anggukan Clara, menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Devan.


Devan kembali memeluk Clara, Clara lantas tersentak saat tubuhnya merasa melayang di udara.


Ahh Devan.


Devan melemparkan tubuh Clara di ranjang, Clara hendak bangun.Devan menindih Clara, tidak akan ku biarkan kau lepas kali ini.


gadis tomboi ku ! "ucap Devan dengan alis yang naik turun " .


Clara benar benar bersemu merah, tapi aku malu ."cicitnya".


Devan tidak mengindahkan ucapannya. Clara sungguh tidak mengerti apapun, dia hanya mengikuti alur yang Devan ciptakan.


Devan menggesekkan hidungnya pada wajah Clara, lalu menempelkan hidung keduanya. Devan menatap Clara yang sedari tadi hanya diam, dan memejamkan matanya.


Clara bukalah matamu !


aku bahkan belum melakukan apapun padamu. "seru Devan ".


Kalau begitu lakukan lah, aku tidak ingin melihatnya aku takut. "cicit Clara " .


apa yang kau takutkan? Devan mencoba menjahili Clara, dengan terus berada di atas Clara.


Uhm aku takut saat kita harus, uhm itu -


Clara lantas membuka matanya. pemandangan Devan telah tersenyum, dengan sangat tampan membuatnya terkesima.


saat aku menyentuhmu seperti ini, Devan mendaratkan bibirnya kembali. Clara seolah terhipnotis, tanpa sadar Clara ikut membalas kecupan Devan.


Devan mencecap seluruh yang ada di dalam bibir Clara, Clara tidak lagi merasa canggung. entah sejak kapan, Clara bahkan melingkarkan tangannya di leher Devan.


Clara bahkan tidak menyadari jika dirinya kini telah ***** di hadapan Devan, Clara tidak tahu kapan Devan melucuti pakaiannya.


Clara hendak meraih selimut, namun Devan mencegahnya.


Devan lalu melepaskan seluruh kain yang melekat pada dirinya, dan mematikan lampu kamar mereka.


Devan dengan perlahan mendekat pada Clara,Clara Merasa begitu gugup. Devan lantas mengecup dahi Clara, hidung,mata dan berhenti pada bibir Clara .cukup lama Devan menikmati bibir mungil Clara,Devan lantas menjelajahi leher jenjang Clara,meninggalkan jejak kiss mark di sana .


malam yang panjang di lalui keduanya,Clara meremas sprei di bawahnya. saat rasa sakit terasa membelah dirinya menjadi dua bagian.Clara sedikit tersentuh,pasalnya Devan selalu menanyakan hal yang menurutnya manis .Clara merasa begitu spesial, saat Devan selalu berkata.


apakah aku menyakitimu?


Clara menggeleng. awalnya memang sakit, namun perlahan rasa sakitnya berubah sesuai yang Devan katakan.


inikah kenikmatan duniawi itu, kini Clara merasa menjadi wanita seutuhnya, Keduanya terkulai lemas.


Devan memeluk Clara, keringat mereka bercampur. Devan memandangi Clara yang telah memejamkan matanya terlebih dulu.


Kau mulai saat ini akan menjadi duniaku, setelah puas memandangi wajah Clara.


Devan menyusul Clara dengan semakin mengeratkan pelukannya,mereka tertidur dengan posisi yang sangat manis. Devan tidak melepaskan dirinya dari Clara sedetik pun.


*Keesokan paginya.


Clara merenggangkan otot ototnya yang terasa kaku ,demi apapun Clara merasakan badannya pegal dan remuk redam.


Clara membulatkan matanya, saat melihat Devan masih memejamkan matanya. Clara hampir saja berteriak, untuk pertama kalinya dia dan Devan tidur dengan kondisi tanpa busana.


Clara menaikkan selimutnya, di pandangi wajah Devan yang sangat dekat.


tangan Clara terulur mengusap wajah Devan, Devan merasakan sentuhan clara .


Devan menahan tangan Clara ,saat tepat menyentuh bibirnya.


Devan membuka matanya, Devan mencium punggung tangan Clara.


mulai saat ini, kau milikku Ara dan aku milikmu.Clara mengangguk, sungguh impian sederhananya, terwujud hari ini.


Devan menatap Clara yang begitu erat memegang selimut, dengan jahil Devan menariknya.


Ahh Devan jangan, aku malu. "cicit Clara ".


tidak usah malu, aku sudah melihat semuanya tadi malam. Devan tersenyum bak devil, dengan perlahan kembali mendorong Clara.


Devan apa yang kau lakukan? aku ingin mandi. "cicit Clara ".


aku mau lagi .


tapi semalam saja,kau sudah hampir membuatku pingsan."gerutu Clara ".


Devan begitu bersemangat. Devan seolah memiliki kekuatan seperti kuda.keduanya kembali terhanyut ,baik Clara maupun Devan membiarkan naluri mereka yang bekerja.


*Spoiler You Heart Me season 2


(Maxime Orlando, Anna James dan Maggie Peyton)


kisah cinta Maxim begitu rumit, karena harus terikat hubungan tidak wajar dengan Anna. Maggie yang menaruh hati pada Maxim tidak mampu berbuat banyak, dia memilih menjauh dari Maxim. takdir rupanya menginginkan Maggie dan Maxim bersatu. bagaimana kelanjutan hubungan ketiganya, saat Maggie berjuang mendapatkan cinta Maxim ,sedang Maxim masih terjebak di masa lalunya bersama Anna ?


----------------------------------------------------------------------------------------------------------


Di sisi lain Maxim terlihat kesal karena Anna, masih saja bersikap seenaknya.


Anna, apa apaan ini?


Kau, tidak memikirkan perasaanku.


Kau egois Anna, Kau egois.


Maxim hendak berlalu ,namun Anna yang memang pandai bermain kata dan menggoda Maxim. lagi lagi membuat Maxim bertekuk lutut di hadapan Anna.


Anna dengan lihai memeras emosi Maxim, Maxim yang merasa bersalah kembali memaafkan Anna. Maxim menutup matanya, akan kesalahan kesalahan Anna.


hanya karena kesalahan masa lalunya, membuat Maxim tidak tega bersikap tegas dan keras pada Anna.


Anna mengelus dada bidang Maxim, menggiringnya ke arah ranjang. Anna yang memang pandai memanfaatkan pria .menjerat para korbannya dengan kecantikan dan tubuh moleknya.


Maxim yang memang terikat dengan Anna, tidak mampu menolak pesona yang Anna miliki. Maxim ikut terjerat dan terperangkap pada gadis itu. Maxim memiliki alasan tersendiri ,mengapa ia membiarkan Anna melakukan semua hal sesuka hatinya.


Anna bermanja-manja di atas dada bidang Maxim,Anna melarikan jemarinya mengusap rahang Maxim. kepalanya ia sandarkan di atas dada pria itu. Pria yang Anna anggap mesin ATM nya itu.


Anna bangkit dan kembali menggoda Maxim, mereka kembali mereguk kenikmatan hubungan gelap itu.


Maxim tidak bisa menolak, dengan melalui Anna. rasa rindunya pada seseorang, seolah terlampiaskan.


See You ❤