
isak tangis Clara terdengar memenuhi seisi kamarnya, gadis itu menangis hingga bantal yang Clara gunakan basah, akan tetesan demi tetesan yang mengalir deras.
Mengapa kau baru menyadari nya Devan, mengapa? Clara sesenggukan dengan berbaring di ranjang.
Jasmine mengernyit, saat melihat putri kesayangannya tak kunjung menampakkan diri.
Maxim, ajaklah Clara untuk makan malam bersama.
Baiklah Mom. .
Maxim melangkah akan naik ke lantai atas menemui Clara.
tok... tok.... tok...
Clara.... Mom dan Dad menunggumu!
Clara segera menghapus air matanya,Clara takut Maxim akan memergokinya menangis.
Clara begitu malas untuk sekedar bangun menemui Maxim, matanya masih sembab.Clara tidak ingin membuat Maxim menginterogasinya, dengan pertanyaan pertanyaannya yang akan membuat Clara kehabisan kata menjawabnya.
Masuklah Kak.... !
Clara masih berbaring dengan selimut yang membungkus tubuhnya.
Maxim melangkah menemui adiknya, kerutan nampak terlihat di dahi Maxim.
Clara... apa kau sakit?
Clara lekas menutup erat matanya,hanya sebentar lalu kembali membuka matanya.
aku sedang flu, dan ingin istirahat saja !
Kakak bisakah kau meninggalkan aku sendirian, aku benar benar ingin istirahat.
Maxim tidak banyak berkata, Maxim mengira jika Clara kelelahan karena baru saja kembali dari liburannya.
aku akan membawakan makanan untukmu kemari."ucap Maxim sebelum keluar dari kamar Clara".
Kakak tidak usah, aku akan makan jika aku lapar. "Clara masih memunggungi Maxim".
baiklah, terserah kau saja!
terdengar suara pintu yang tertutup. Clara menoleh dia bernapas lega, setidaknya Maxim tidak mencurigai tingkah anehnya ini.
Maxim dimana Clara?" tanya Jasmine dengan alis terangkat ".
Mommy, Clara putri Mommy mengeluh kelelahan dan ingin beristirahat. jadi aku membiarkannya. "Maxim memulai ritual makan malamnya ".
tidak mungkin Clara kelelahan. ",gumam Devan dalam hati".
apa Clara tidak ingin bertemu dengan ku? hingga dia menghindar seperti ini ."timpal Devan dalam hati".
Devan makanlah!
jangan hanya memandangi makanannya saja. "tegur Aldrich".
Devan mengangguk ,menyusul Maxim yang sudah terlebih dulu meraih makanan.
Di sisi lain .
Seorang pria menahan rasa sakit yang mendera kepalanya, pria itu meraih botol kecil yang berisi pil pereda sakit.
setelah menelan beberapa butir pil, pria itu lantas meraih segelas air dan menenggaknya hingga tandas.pria itu berbaring dan memejamkan matanya perlahan.
*Keesokan Paginya.
Clara yang sudah rapi tengah menikmati pemandangan dari atas balkon.
Clara mengernyit saat melihat mobil Leon telah terparkir di halaman Mansion nya sepagi ini.
bukankah itu mobil Leon? untuk apa dia kemari sepagi ini? "Clara bergegas turun dan ingin menemui Leon" .
Clara mengedarkan pandangannya, tidak ada Leon dimana pun.
Jasmine terlihat berbincang dengan seseorang. Clara menatapnya dengan heran, pasalnya dia tidak mengenali pria yang sedang mengobrol bersama Jasmine.
setelah pria asing itu pergi Clara mendekati Jasmine.
Mommy siapa pria itu?
Clara... bagaimana keadaanmu sayang? apa kau sudah merasa lebih baik? tercetak raut kecemasan di wajah Jasmine. Clara merasa berdosa membohongi Mommy nya ini.
Aku sudah lebih baik Mom. "Clara memilih kembali berbohong".
Clara sayang ! pria tadi adalah suruhan Leon, dia kemari untuk memberitahukan padamu. Kau akan di temani oleh Devan ke Boutique yang telah Leon siapkan.
Mommy juga tidak tahu sayang, pria suruhan Leon hanya mengatakan itu . dan Leon sedang ada urusan, jadi Devan yang akan mengantarmu.
takdir macam apa ini? Leon sendiri yang meminta Devan menemani ku! ",gumam Clara ".
Clara mendadak pucat pasih, Pergi dengan Devan bukanlah masalah besar. tapi, suasana canggung selalu hadir saat Clara mengingat momen kiss mereka.
Devan tidak bisa menolak tugas yang diberikan Jasmine untuk nya, Clara dan Devan kini berada dalam satu mobil yang sama.
Clara lebih suka menatap jalanan yang dilewati, Devan yang sibuk menyetir sesekali menoleh ke arah Clara.
apa Clara marah denganku karena tindakanku kemarin malam? "gumam Devan dalam hati".
Clara aku benar benar minta maaf ,untuk tindakan ku kemarin malam itu. sungguh -
sudahlah Devan, aku tidak ingin membahasnya lagi. "tukas Clara tanpa menoleh ke arah Devan".
Tapi Clara aku sungguh tidak berniat melakukannya, aku hanya terbawa emosi. aku tidak senang melihat mu menikah dengan Leon, jadi aku melampiaskan nya padamu detik itu.
Clara mengabaikan perkataan Devan, Clara merasa bersalah. dia sudah akan menikah dengan Leon, Clara tidak ingin menyakiti Leon lagi.
Clara mencoba menguatkan hatinya,untuk bisa mengabaikan Devan.
Devan tidak lagi mengatakan apapun, Clara yang menjadi acuh seperti ini membuat Devan merasa bersedih. sejak kecil Clara tidak pernah bisa mengabaikan Devan, merasakan Clara tidak peduli kepadanya untuk pertama kali menyadarkan Devan. jika selama ini, Clara memang orang istimewa di hidupnya.
Penyesalan memang selalu datang terlambat, katakanlah Devan kini berada di fase itu.
Devan menghentikan kendaraannya tepat di Boutique yang menjadi pilihan Leon, Clara keluar dari mobil dan masuk ke dalam Boutique.Devan lantas ikut menyusul Clara.
silahkan nona Clara dan tuan Orlando.
Devan dan Clara saling pandang beberapa menit.
petugas Boutique menarik Clara dan Devan ke dalam ruangan terpisah.
Clara hendak bertanya, namun petugas itu seolah menulikan telinganya.
Devan merasakan hal yang sama,dia dibawa ke dalam bilik ganti dan Devan di paksa mengenakan jas tuxedo.
setelah bermenit menit terpisah di bilik yang berbeda, Clara dan Devan diperbolehkan keluar.
Devan dan Clara merasa aneh, pelayanan yang berbeda dari yang lainnya.
mereka bahkan tidak menanyakan terlebih dulu. apa apa yang berkaitan dengan kedatangan Devan dan Clara .keduanya merasa ada yang aneh, namun baik Devan ataupun Clara tidak ada yang bertanya pada petugas Boutique itu.
Devan dan Clara melajukan kendaraannya kembali ke Mansion.
Clara begitu terkejut melihat keadaan Mansion, dekorasi telah terpasang hampir di setiap sudut ruangan.
Devan sama seperti Clara, dia tak kalah terkejut. Devan merasa hatinya di remas,dunia seolah berhenti.
inikah rasa sakit saat di detik yang sama, yang dulu Clara tanggung, kala Devan menikah dengan Stevy.
semakin Devan menarik mundur ceritanya, semakin Devan merasa hancur. hatinya ikut berdarah ,melihat dekorasi pernikahannya saja sudah sesakit ini. apalagi nanti saat melihat Clara berdiri dan mengucapkan sumpah bersama Leon.
Devan terdiam di mobil, hingga salah seorang maid mengetuk kaca mobilnya. Devan terbangun dari lamunannya, dia melihat sekitar Clara sudah tidak berada di dekatnya.
Clara bagaimana gaun pernikahannya? Maxim dengan jahil mengganggu Clara di kamarnya.
Kak Maxim, hentikan!
kamarku akan berantakan, jika kau terus melempari ku bantal seperti ini.Clara mengerucutkan bibirnya.
Maxim terkekeh. biarkan saja!
Clara kau tahu? aku sungguh tidak menyangka, kau akan menikah secepat ini dan mendahuluiku.
Clara mengerutkan dahinya,mendadak wajah Maxim berubah serius.
Maxim memandangi Clara, kemari lah gadis tomboi Kakak. ada hal penting yang harus kau tahu, sebelumnya tolong maafkan Kakakmu ini.
Clara mendengarkan semua perkataan Maxim dengan seksama.
Clara diam seribu kata, apa yang Maxim sampaikan tadi begitu mengganggu pikirannya.
Kini Clara sedang berusaha memejamkan matanya ,esok hari dia akan menikahi sahabat Karib Kakaknya Maxim .Clara tidak merasa yakin dengan hatinya, namun Clara juga tidak ingin mempermalukan Leon.
Ayah, Ibu... semoga keputusan ku ini benar "Clara menatap foto mendiang orang tuanya".
Maggie.... aku harus mengabari nya .
Clara meraih handphone dan mengetik beberapa kalimat di sana, mengirimi Maggie pesan singkat untuk menghadiri acara pernikahannya ini.
See You ❤