You Heart Me

You Heart Me
balap sepeda



kicauan burung mulai terdengar bersahutan, Clara begitu menikmati suasana pagi yang seperti ini .Clara mengayuh sepedanya dengan mendengarkan lagu dari earphone yang terpasang di telinganya, Clara memutari halaman Mansion. Maxim menyapa Clara, namun karena earphone yang menyumbat telinganya Clara tidak mendengar sapaan Maxim.


Maxim menggelengkan kepala, dia melepas earphone yang menyumbat telinga Clara. Clara memanyunkan bibirnya, akan tingkah Maxim yang selalu mengganggu kegiatannya.


nona Clara ! apa telinga mu tidak sakit selalu mengenakan benda menyebalkan ini ?gerutu Maxim. Maxim meremas earphone itu dengan geram, Clara segera merebut earphone itu dari tangan Maxim.


Kakak, jangan merusaknya! ini benda kesayanganku keluh Clara. kau ini mengganggu saja! sudah sana pergi ,menjauh lah dariku pinta Clara.


enak saja ! kau mengusirku, aku kemari untuk mengajakmu bertanding seru Maxim dengan berkacak pinggang. Clara memicingkan matanya, dia tertawa pada Maxim. jangan bergurau Kakakku tersayang! .


kau sudah sering kalah dariku, jadi jangan menantang ku untuk bertanding dengan mu.


kali ini aku akan menang Clara tegas Maxim dengan percaya diri.


Clara merasa terpancing ingin menerima tantangan Maxim.


Baiklah! dengan senang hati ,tantangan mu aku terima. Clara bersiap mengenakan helm dan pengaman lain di tubuhnya.Maxim juga melakukan hal yang sama, Maxim dan Clara bersiap di posisi Star.seperti biasa adanya Zavier adalah sebagai wasit sekaligus juri di setiap balapan kakak beradik ini.


tiga..... dua....


satu...


Maxim memimpin dia berada di depan Clara, Clara hanya mencoba mengalah dia mengayuh sepedanya dengan kecepatan sedang. Maxim begitu bangga berada di depan Clara, dia bahkan sempat sempatnya mengejek Clara. nikmati kekalahan pertama mu Clara teriak Maxim.


Clara tersenyum miring, jangan dulu berbangga diri. semua hal terkadang berubah di detik terakhir kakak ku tersayang. Clara menambah kecepatan mengayuhnya, dia petarung handal bukan. jika dalam Lintasan, semua sama di mata Clara meskipun lawannya adalah anggotanya sendiri.Clara bukanlah tipe yang mau mengalah .menang adalah keharusan untuknya ,jika dalam perlombaan sepeda yang sangat di gemari nya ini .


Clara bersiul dengan mudah dia menyalip Maxim. Clara tidak memperdulikan apapun dia memimpin pertandingan. Maxim mengutuk staminanya yang cepat sekali lelah,Clara dengan bangga melewati garis finis.


Maxim mendengus sebal, dia kembali kalah cepat dari adiknya. Clara melepaskan helmnya, sedikit hatinya kembali berbunga setidaknya kembali ke Mansion ini tidak seburuk pemikirannya.


Devan memegangi kepalanya, dia merasa kepalanya berdentum sangat keras. Devan berusaha mengingat kejadian yang menimpanya.


Sial umpat Devan .Kak Maxim semalam memancing emosi ku, dengan bodohnya aku masuk dalam perangkap Kak Maxim. Devan bangkit dan melangkah ke arah balkon dia mendengar suara Clara dengan Maxim.


Devan tersenyum melihat Clara yang berhasil mengalahkan Maxim. Devan selalu ikut tersenyum saat melihat Senyum di wajah Clara ,kebodohannya itu membuat Devan tidak pernah menyadari perasaannya.


Clara memang istimewa gumam Devan.


selamat pagi gadis tomboi !


Clara mengernyit mendapat sapaan seperti itu. Clara memutar tubuhnya, senyum Clara mengembang sempurna saat Leon datang bersama Maggie.


astaga Maggie ! kau di sini? tanya Clara.


Maggie mengangguk, dia mendapat serangan mendadak dari Clara yang memeluknya dengan tergesa.


Leon dan Maxim terkekeh geli, lihatlah Leon! berkatmu sisi feminim Clara mencuat ke permukaan Maxim berlalu meninggalkan Clara yang melotot kan matanya pada Maxim.


Leon mengekor di belakang Maxim dia ikut bahagia melihat Clara nya bahagia. Devan mencengkram pembatas balkon dengan geram. entah mengapa hatinya merasa tidak tahan melihat Ara tersenyum berkat Leon.


Maxim dan Leon juga Maggie telah berada di dalam mobil Leon ,mereka berniat mengajak Maggie berkeliling kota. Clara begitu bahagia,suasana hatinya kian berbunga karena kedatangan Maggie yang tak terduga.


Leon melirik ke arah spion, dia memperhatikan Clara dan mencuri pandang gadis tomboi itu. meski Maxim hanya meminta ku untuk berpura pura mencintaimu aku akan berusaha membahagiakan mu Clara.


Maxim tidak pernah tahu jika tanpa dia meminta aku berpura pura mencintaimu pun jauh sebelum itu aku telah mencintaimu sejak pertama kali Maxim mengenalkan mu sebagai adiknya.


Maxim melirik ke arah Leon, aku benar benar beruntung memiliki Leon sebagai sahabatku. Meski hanya akting untuk menjadi kekasih Clara, Leon sungguh mementingkan kebahagiaan Clara.


Maggie sesekali mencuri pandang pada Maxim, Maxim terlihat lebih keren jika memakai T shirt bukan kemeja formal seperti ini gumam Maggie.


Clara mendengar sayup sayup gumaman Maggie. apa kau mengatakan sesuatu Maggie? hah, apa! Maggie menggeleng tidak Clara, aku tidak mengatakan apapun "elak Maggie" .


Devan menuruni tangga, dahinya mengernyit saat tidak mendengar riuh tawa siapapun. keadaan Mansion pun sunyi, Devan menyetop Zavier. dimana semua orang? Zavier menunduk, Tuan Maxim mengajak semua teman temannya pergi jalan jalan .


Devan menatap berang, Devan berlalu dari hadapan Zavier .Devan mendengus kesal, mengapa Mereka tidak mengajakku gerutu Devan dalam hati.


Jasmine dan Aldrich saling bercengkrama ,Devan mendatangi kedua orang tuanya.


hai Mom, Dad.....


Aldrich juga Jasmine menoleh, Aldrich mengerutkan kening Daddy kira kau ikut bersama Maxim dan Clara pergi berkeliling kota ucapnya. apa kau baik baik saja nak? timpal Jasmine.


Devan menatap Jasmine dan mengangguk. aku baik Mom, bagaimana keadaanmu?


Jasmine menatap Aldrich dan Devan ,seperti yang kalian lihat. Mommy memiliki semangat hidup karena Clara telah kembali, tiada hal lain selain Clara yang Mommy inginkan jelas Jasmine.


Kau harus memastikan jika Clara tidak akan lagi,meninggalkan Mommy dan kita semua Devan timpal Aldrich.


Devan hanya mengiyakan, oh iya Devan kemari lah nak ucap Jasmine. Devan beralih duduk di sebelah Jasmine. coba kau lihat ini? mana yang menurutmu bagus sayang? Jasmine menunjukkan deretan album yang berisi foto cincin beraneka ragam.


Devan merasa bingung? Mommy ,mintalah Daddy memilihkannya untukmu terangnya. Devan hendak meninggalkan Jasmine, tunggu Devan! ini bukan untuk Mommy.


lalu?


Clara,sergah Aldrich dengan kilat. Devan bertambah bingung. memangnya dalam rangka apa ibu ingin membelikan Clara cincin ucap Devan.


lusa adalah ulang tahun Clara, jangan katakan jika kau lupa? Devan tersenyum masam, maaf ibu aku memang Lupa gumam Devan.


kau sama seperti Daddy mu ,dia juga tadi melupakan itu.Jasmine mengeluh pada Devan seperti anak kecil.


lalu kau ingin aku melakukan apa Mom? tanya Devan.


Jasmine tersenyum penuh arti....


See You❤


Thanks buat kalian yang udah Voment sejauh ini 😘🙏