
*Satu minggu kemudian
pagi ini suasana Mansion Orlando begitu penuh dengan ratusan tamu undangan yang memenuhi seisi Mansion keluarga besar Aldrich O'neil Orlando.
seluruh tamu undangan terdiri dari rekan bisnis dan relasi jauh Aldrich, Devan dan Maxim.ketiga pria kharismatik yang mahir mengelola bisnis turun temurun mereka, keluarga Orlando terkenal karena reputasinya yang menjadi pebisnis ternama di New York.
astaga ! aku benar benar tidak menyangka salah satu putraku akan menikah secepat ini ,ucap Jasmine dengan memeluk lengan suaminya Aldrich.
aku juga tidak menyangka jika putriku Stevy akan menikah dengan putramu, seorang pebisnis muda dan berbakat di New York seperti ayahnya ucap Anthony Ayah Stevy.
istriku sering mengatakan jika Stevy adalah calon menantu idaman ucap Aldrich ,matanya menatap istrinya Jasmine pun tersenyum mengiyakan.
kau terlalu berlebihan Ms.Orlando seru Jade Adison ibunda Stevy.
aku sudah tidak sabar ingin melihat putriku mengenakan gaun pengantinnya ucap Jade tatapannya penuh sinar kebahagiaan.
acara akan segera dimulai,semua orang bersiap dengan posisi mereka masing masing ,Ara sudah siap dengan gaun yang sempat di pilihkan Jasmine.
Ara kau begitu cantik sekali mengenakan gaun itu! ucap Maxim dia tak henti memandangi Ara dengan tampilannya yang berbeda dari biasanya.
lihatlah ! untuk pertama kalinya adikku ini berdandan seperti bidadari ,dan kau sungguh terlihat luar biasa. aku tidak menyangka kau mau mengenakan semua benda yang menurutmu menyebalkan ini Maxim terkekeh.
kakak apa kau sudah puas mengejekku? jika sudah pergi lah sana, jangan ganggu aku ! Ara memanyunkan bibirnya dengan kesal.
Maxim hendak melenggang pergi namun Ara kembali memanggilnya ,Ara menggigit bibirnya .Kakak bisakah kau membantu aku berjalan ? aku tidak terbiasa dengan high hills ini cicit Ara.
Maxim tersenyum, kemari lah tuan putri hari ini aku menjadi pengawal mu. Maxim memberikan lengannya Ara dengan senang hati menggamit lengan kakaknya.
semoga dengan melihat Ara yang berdandan dan berpenampilan seperti ini ,kau akan menarik perkataan mu dulu Devan.
jika Ara adalah wanita yang aneh dan berbeda dengan yang lain gumam Maxim dalam hati.
Ara berdiri di samping Maxim dia menggelayuti lengan sang kakak karena ini pertama kalinya Ara mengenakan high hills. Ara berjalan dengan pelan Maxim mengikuti langkah Ara.
kakak jangan lepaskan tanganku ! ucap Ara dengan susah payah dia mencoba berjalan menyeimbangkan kakinya di atas sepatu hak tinggi itu.
bagi sebagian perempuan itu memang lah hal yang sangat mudah, namun tidak bagi Ara.
Ara yang memang terbiasa mengenakan sepatu model pria, ini sedikit memerlukan perjuangan .saat diharuskan mengenakan high hills seolah tantangan tersendiri bagi seorang Ara , selain demi menyenangkan Jasmine Ara pasrah mengenakannya begitu saja.
Devan tampak gagah dalam balutan jas tuxedo nya dia lebih tampan dan keren dari biasanya.
Stevy bersama Ayahnya Anthony memasuki Altar, Devan tersenyum pada Stevy.
namun saat Maxim dan Ara terlihat berjalan dari belakang Stevy menuju Jasmine dan Aldrich pandangan Devan terkunci pada Ara.
Devan begitu terkejut saat melihat Ara yang begitu mengagumkan dari biasanya bahkan Devan tidak berkedip sedikitpun.
Apa benar dia Ara? astaga dia cantik sekali !aku benar benar tidak percaya yang kulihat ini gumam Devan dalam hati.
Anthony dan Stevy sampai di depan Altar, Anthony memberikan tangan putrinya pada Devan.Anthony mengernyit melihat Devan yang tak bergeming
Devan, apa yang kau pikirkan ? tanya Stevy dengan dahi yang mengerut, Stevy mengikuti arah pandang Devan betapa terkejutnya saat Stevy sadar jika Devan memandangi Ara.
Ara cantik sekali bukan ! ucap Stevy dengan nada yang menyiratkan ketidaksukaan ,hingga membuat Devan berhenti menatap Ara. Devan menoleh meraih tangan Stevy yang diulurkan ayah Stevy, Devan dan Stevy saling mengucapkan janji.
upacara pernikahan selesai di laksanakan dan berjalan lancar, kini kedua mempelai itu menerima ucapan dari semua tamu undangan.
Ara mencoba bersikap tegar seakan suasana hatinya baik baik saja menyaksikan pernikahan ini dimana detik ini lah hari patah hati untuk nya.
Ara sayang kemari lah panggil Jasmine, dia memegang pundak Ara .
kenalkan dia putri kesayangan keluarga ini Clarissa namanya , tapi kami lebih sering memanggilnya Ara nama kecil nya seru Jasmine.
dia sangat cantik sekali ! ... pria yang menikah dengan mu nanti pasti akan sangat beruntung ucap Jade dengan menyentuh dagu Ara .
Mommy kau sudahi dulu acara gosip mu itu, sekarang waktunya kita mengabadikan momen ini ucap Maxim dengan berkacak pinggang* .
Jasmine terkekeh, kakak kau ini selalu saja datang di waktu yang salah Ara menggeleng.
sudah lah ayo ! putra mu benar kita harus mengabadikan momen bersejarah ini, Jasmine dan Ara mengiyakan ucapan Jade.
tiga..... dua...... satu......
setelah mengambil beberapa foto Ara yang sudah pegal dengan high hills nya memilih duduk dan menepi, astaga ! aku bingung mengapa para model yang ada di tv itu senang sekali mengenakan sepatu spesies ini celetuk Ara dengan kesal.
mereka begitu tahan mengenakannya seharian, tapi lihat saja aku baru beberapa jam mengenakannya kakiku lecet semua seperti ini celetuk Ara.
aku tidak akan lagi mengenakannya ini untuk yang pertama dan terakhir aku memakainya, Ara menatap kesal pada high hills itu.
apa kau sudah tidak waras Ara ? kau berbicara dengan sepatu ! seru Devan yang kini berdiri di depan Ara.
apa kakimu baik baik saja?
apa kakimu terluka?
kenapa kau harus bersusah payah menuruti permintaan Mommy?
jika kau tidak mau kau tidak perlu memaksakannya? seru Devan dengan kesal.
Ara hanya diam dia memandang Devan dengan tatapan yang sulit di artikan, Devan hendak menyentuh kaki Ara.
Ara menarik kakinya menjauh dari Devan, jangan sentuh aku , pergilah ! istrimu sedang menunggumu di sana ucap Ara sembari membuang pandangannya ke arah lain.
Ara ada apa denganmu? aku hanya berniat membantu mu Devan kembali mencoba meraih kaki Ara.
Ara bangkit dari duduknya dia menjauh tanpa memakai kembali sepatunya .Ara menenteng sepatu itu di tangannya dan berniat ke kamarnya , Maxim yang melihat Ara kesusahan berjalan menyusulnya.
Ara masuk ke kamarnya, dengan tergesa dia meninggalkan pesta pernikahan. Ara kenapa dengan kakimu? tanya Maxim.
ini hanya lecet saja kakak, aku akan mengobatinya nanti. kakak kau turunlah tidak baik jika kau tidak ada di sana ucap Ara.
Devan mengetuk pintu kamar Ara yang tidak tertutup, Ara apa kau sudah mengobati kakimu? tanya Devan dia akan melangkah masuk namun Maxim mencegahnya.
Devan apa yang kau lakukan disini? kau ini pengantin pria dan kau meninggalkan wanita mu di sana sendiri seru Maxim dengan alis terangkat.
aku akan mengobati kakiku sendiri kalian berdua keluarlah dan lanjutkan saja pestanya ucap Ara.
tapi Ara aku ingin -
sudahlah Devan yang Ara katakan itu benar sebaiknya kita berdua turun sekarang, semua tamu pasti mencari mu kali ini turuti aku dan jangan membantah Maxim menarik Devan keluar dari kamar Ara.
Ara menghembuskan napasnya dia terduduk di lantai setelah menutup pintu dengan rapat dan menguncinya, Ara menatap lemari pakaiannya.
dia bangkit dan meraih koper kecil miliknya ,Ara mengepak beberapa pakaiannya. Ara lantas meraih tabungan miliknya dia membawa ATM yang diberikan mendiang Jane sebelumnya, Ara meletakan handphone pemberian Maxim serta ATM pemberian Aldrich dan Jasmine di dalam laci kecil yang ada di lemari.
Ara memandangi kamarnya dengan mata berkaca kaca, sungguh keputusannya ini sangat lah berat namun Ara begitu enggan berada disini lebih lama lagi.
sejauh ini ini dia bertahan hanya untuk menunggu hari ini , hari patah hatinya .Ara berjanji pada dirinya sendiri dia akan mencoba menghilangkan perasaan yang dia simpan untuk Devan mulai hari.
apapun nanti yang akan di takdir kan untuk kita, suatu saat pasti akan kembali pada kita bukan .namun Devan dia di takdir kan untuk Stevy , untuk bisa menghilangkan perasaannya Ara membutuhkan waktu.
aku berharap dengan menjauh dari semua kenangan yang mengingatkanku pada Devan, aku bisa mengubur semua perasaan ini.
See you ❤
bantu vote poin yah terima kasih tinggalin like nya juga maaf author nya cerewet 😅