You Heart Me

You Heart Me
last but not least part 2



Ayah Ibu ..cepatlah !


aku tidak mau sampai melewatkan pernikahan Clara satu menit pun ."Maggie berteriak memanggil kedua orang tuanya yang masih bersiap siap ".


Maggie begitu bersemangat ,saat mengetahui Clara akan menikah .Maggie juga bahagia,pasalnya dengan acara ini dia bisa melihat Maxim lagi .pria yang di kagumi nya.


Jane dan Louis sudah berada di dalam mobil ,dengan Maggie yang duduk di kursi penumpang .tanpa membuang waktu lagi, mobil mereka segera menuju kediaman Clara.


Devan menatap tampilan dirinya di cermin, tuxedo yang di berikan Leon untuknya. Devan sempat bingung, mengapa semua orang mengenakan pakaian dengan satu corak yang sama.


semua yang datang mengenakan sepasang setelan jas tuxedo dan gaun pengantin. bahkan Aldrich dan Jasmine, kedua nya terlihat mengikuti apa yang di konsep kan oleh Leon.


Devan mematut dirinya di cermin, satu tangannya meraba pelipisnya. Devan menatap penuh penyesalan pada bayangan dirinya di cermin.


Stevy seandainya kau jadi aku? apa yang akan kau lakukan? haruskah aku menghadiri acara pernikahan ini, rasanya enggan sekali aku melihat Clara bersanding bersama pria lain.


Devan lantas mendengar ketukan di pintu kamarnya, dengan malas Devan menyeret langkah kakinya.


Sayang, kau tampan sekali!


Jasmine memegang kedua bahu Devan putranya, Devan tersenyum pada Jasmine menutupi kepedihan nya.


Jasmine memicingkan matanya, menangkap raut muram dari putra keduanya.


Apa kau baik baik saja?


Devan melebarkan senyumnya, seperti yang Mom lihat. aku baik baik saja.


baiklah, ayo kita temui Leon. ritual pernikahan Clara akan segera di mulai.


Devan melangkah bersama Mommy nya itu.


sudah banyak tamu yang terlihat, bahkan hampir memenuhi seisi Mansion. Aldrich dan Jasmine mengundang semua rekanan bisnis mereka. ditambah dengan rekan kerja kedua putranya Devan dan Maxim.


Maggie dan keluarganya sampai di Mansion Clara.


Jane dan Louis mengikuti langkah Maggie yang begitu bersemangat menghadiri pernikahan Clara ini.


bibi Jasmine " teriak Maggie ".


seluruh tamu sontak melihat ke arah Maggie. Jane dan Louis menggeleng melihat tingkah putri mereka.


Jasmine merasa bahagia, karena kehadiran Maggie dan Keluarganya akan menambah kebahagiaan Clara.


Maggie mendekati Jasmine, Jane dan Louis menyapa Jasmine dan Aldrich.


Aldrich dan Jasmine membalas sapaan Jane dan Louis.


Bibi apa aku boleh menemui Clara? "tanya Maggie ".


Maggie, jaga sikapmu. "seru Jane".


tidak apa apa, Maggie sudah ku anggap putri sendiri. "saut Jasmine " .


maaf atas tingkah putriku itu nyonya Jasmine ."seru Louis".


bukan masalah besar, tuan Louis. sungguh kami menganggap Maggie seperti putri kami, dia gadis yang baik."ucap Aldrich menimpali".


kedua orang tua itu tersenyum, mereka saling bertukar obrolan.


Maggie melangkah naik ke kamar ,mata Maggie melirik ke segala penjuru ruangan.di sela langkahnya Maggie mencari keberadaan Maxim, rasanya Maggie telah terhipnotis ketampanan dan sifat Maxim.


Maggie membuang kesal napasnya , saat tidak mendapati Maxim di manapun.


Maggie mengetuk pintu kamar Clara, pintu kamar terbuka.


Maggie begitu terkejut, saat melihat Clara begitu memukau ,dengan gaun pengantin yang membalut tubuh gadis tomboi itu.


Clara kau sangat luar biasa, kau cantik sekali !


Clara hanya diam, tidak ada keceriaan di wajah gadis itu. Maggie menyadari sesuatu, ada yang salah di pernikahan ini.


Clara memeluk Maggie dengan erat, mengantarkan rasa tidak nyaman yang menggerogoti hatinya.


Clara tenanglah, apa kau menikah dengan terpaksa? "tanya Maggie tepat pada intinya" .


Clara tidak merespon, Maggie melonggarkan pelukan Clara.


jika kau tidak mencintai tuan Leon, mengapa kau mengiyakan pernikahan ini?


aku tidak bisa menyakiti Leon Maggie, harus berapa kali ku katakan itu, - Clara berucap lirih.


Clara ini bukan tentang menyakiti atau tidak, kau sendiri tidak bahagia dengan semua ini.


Maggie memegang bahu Clara dengan erat, kau masih memiliki waktu untuk menolak semua ini Clara . semua ini belum terlambat, kau bisa mengakhiri semua ini, jangan rusak hidupmu Clara.


kau akan terikat selamanya dengan tuan Leon, mungkin tuan Leon bahagia karena dia mencintaimu.


namun bagaimana dengan mu, kau bahkan tidak mencintai tuan Leon. tidak ada yang akan bahagia dengan pernikahan ini Clara, kau ataupun tuan Leon .


Maggie aku tahu itu, tapi aku anggap ini sebagai sebuah kompromi. "ucap Clara ".


Maggie mengangkat kedua alisnya. apa kau gila Clara? bagaimana mungkin pernikahan di dasari sebuah kompromi.


Clara dan Maggie menoleh ke arah pintu yang terbuka, Maxim berdiri di ambang pintu kamar Clara.


Clara menelan kasar ludahnya, Clara takut Maxim mendengar semua obrolan dirinya dengan Maggie.


Maggie sempat terkejut, namun dia segera bersikap biasa saat tahu Maxim lah yang membuka pintu .


senyum Maggie mengembang, begitu terpesona melihat Maxim mengenakan tuxedo. Maggie kehilangan senyumnya, saat seorang wanita berdiri di samping Maxim dan menggelayuti lengan Maxim.


Ayo Clara, semua orang sudah menunggu mu!


Maxim menatap Maggie hanya sebentar, lantas meninggalkan kamar Clara .


hati Maggie merasa tercubit, ada rasa tidak suka melihat Maxim dengan wanita itu.


aku akan merapikan riasan mu sebentar. "ucap Maggie ".


Leon menatap ke arah pintu utama, saat Sorak sorai para tamu terdengar riuh. Devan merasa dunia sudah berakhir, kali ini benar benar sudah tidak ada lagi harapan . bahkan Devan tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki semuanya. hanya tersisa penyesalan untuk Devan , Devan menatap sekeliling nya.


semua orang tampak bahagia, tidak dengan dirinya yang merasa berduka kali ini. Devan melihat Maxim dengan wanita yang Devan temui saat liburan di Venesia.


Devan hendak menyingkir dari kerumunan, namun sebuah suara menahan langkah kakinya.


Tetaplah di sini Devan "ucap Leon ".


apa kau tidak mau melihat Clara tersenyum di hari yang indah ini?


Devan tidak jadi meninggalkan kerumunan,Leon tersenyum melihat Clara yang semakin dekat ke arahnya.


Clara sampai di depan Leon, Aldrich mengulurkan tangan Clara pada Leon. Aldrich lantas melangkah ke sisi Jasmine dan duduk di sebelahnya.


Leon menatap Clara yang mengenakan veil putih yang menutupi wajahnya.


pendeta hendak mengucapkan sumpahnya, namun Leon mengangkat tangannya ke udara.


seketika suasana berubah hening, para tamu saling berbisik. Leon meninggalkan Clara di Altar sendirian, Leon turun dari sana dan melangkah menjauh dari Clara dan pendeta.


Aldrich dan Jasmine membulatkan matanya, Ayah Leon dan ibunya hanya diam melihat semua tingkah putranya itu.


Clara yang tidak tahu apapun hanya diam melihat Leon meninggalkannya di Altar sendirian.


Maggie menatap tidak percaya akan tingkah Leon, Maxim ikut tertegun melihat Leon yang melangkah meninggalkan Clara.


Devan yang sudah hampir berada di depan pintu utama, berdiri pada sandaran pintu. tanpa sepengatahuan Leon, Devan pergi dari acara itu.


sebuah tangan menepuk pundak Devan, Devan menoleh betapa terkejutnya Devan saat melihat Leon tersenyum dan berdiri tepat di belakangnya.


Leon untuk apa kau di sini?


bukankah harusnya kau dan Clara mengucap sumpah, kembali lah Leon. Clara pasti menunggumu.


Leon tersenyum ,bagaimana bisa sumpah itu terlaksana? jika kau sendiri berada di sini. Leon menarik tangan Devan dan menggiringnya masuk kembali ke dalam ruangan.


para tamu berhenti saling berbisik, saat Leon dan Devan berjalan memasuki ruangan. Devan hendak melepaskan cekalan tangan Leon pada tangannya.


Leon lepaskan!


aku bisa jalan sendiri, Devan menarik paksa tangannya dari Leon namun usaha nya tidak membuahkan hasil.


Devan menatap tidak percaya pada apa yang di lihatnya, Leon berhenti tepat di sebelah Clara. Leon memposisikan Devan untuk berdiri di samping Clara.


Leon, apa apaan ini? mengapa kau membawaku kemari.


Leon tidak mengindahkan ucapan Devan, Leon malah mengatakan hal yang membuat seisi Mansion hampir terkena serangan jantung berjamaah.


Pak pendeta segera mulai ritual pernikahannya. "ucap Leon " .


Clara menoleh dengan cepat pada Leon, alisnya terangkat. Clara menatap penuh tanya pada Leon? .


Devan hendak melangkah pergi dari sisi Clara, namun Leon berhasil mencegahnya.


Devan dan Clara tidak mengerti semua ini. saat sang pendeta selesai mengucapkan sumpah.


Devan dan Clara bergantian mengucapkannya.


Maggie mengernyit, saat melihat keajaiban di akhir pernikahan ini. Maggie tidak menyangka jika pada akhirnya, Clara menikah dengan Devan bukan dengan Leon.


Maxim melepaskan tangan Anna yang sedari tadi menggelayuti nya.


Aldrich dan Jasmine saling beradu pandang, mereka cukup tercengang melihat


kejadian tak terduga hari ini.


Bahkan para tamu saling bergunjing, melihat hal yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.


sepasang calon pengantin berganti pasangan di detik terakhir,bukan lah hal yang biasa terjadi.


Leon bertepuk tangan saat keduanya selesai mengucapkan sumpah.


Leon berdiri dengan senyum yang mengembang di bibirnya,wajah Leon mendadak pucat pasih.


BRUKK.... !


semua orang mendapat serangan panik, saat melihat Leon jatuh tersungkur ke lantai, dengan hidung yang mengeluarkan darah.


Devan segera menepuk pipi Leon, menggosok telapak tangan Leon yang terasa dingin dalam genggamannya.


Devan merasa aneh, pasalnya Ayah dan Ibu Leon seolah bersikap biasa saja.Devan melihat guratan kecemasan di wajah kedua orang tua Leon,yang tidak di mengerti oleh Devan adalah keduanya tidak terlihat panik,tidak seperti dirinya dan semua orang.


tak lama terdengar langkah beberapa orang berpakaian putih menyambangi kediaman Aldrich.


Leon mendengar sayup sayup semua orang memanggil manggil namanya. mendadak suasana gelap menyelimuti dirinya.


semua petugas kesehatan itu, membawa Leon ke rumah sakit. Ayah dan Ibu Leon mengikuti mobil yang membawa Leon.


Clara mematung, satu hal yang tidak bisa dia mengerti. hari ini dirinya sudah resmi menjadi istri dari Devan, Clara merasa kepalanya berdenyut hebat. seketika Clara kehilangan kesadarannya.


Maggie segera berhamburan, mencoba menahan tubuh Clara yang hampir terantuk lantai . Untunglah Maxim sempat melihat Clara akan pingsan, dengan sigap Maxim membantu Maggie menahan tubuh Clara.


Maggie dan Maxim saling berpandangan, Maxim terlebih dulu memutuskan kontak mata dengan Maggie. saat suara Anna menyita perhatiannya, mengalihkan Maxim dari Maggie.


Devan segera mendekati Clara dan mengambil alih tubuh Clara.


aku akan membawa Clara ke kamarnya untuk beristirahat, Maxim mengiyakan.


Aldrich dan Jasmine berpamitan akan menyusul Leon.


bibi bolehkah aku ikut bersama kalian? Maggie begitu enggan melihat kemesraan Maxim dengan wanita yang entah siapa itu.


Maggie menaiki mobil bersama Jane dan Louis, sedangkan Aldrich dan Jasmine. mereka diantar oleh Zavier menuju ke Rumah Sakit tempat Leon mendapatkan perawatan.


See you ❤