You Heart Me

You Heart Me
last but not least part 3



Ayah dan Ibu Leon menatap tidak percaya pada keadaan putranya yang kini terbaring lemah.


Maggie merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya ,Leon menderita penyakit yang serius dan selama ini tidak di ketahui siapapun kecuali kedua orang tuanya.


kepala Leon sedikit bermasalah, Leon begitu piawai menutupi rasa sakitnya. Leon sering mengabaikan rasa sakit ringan di kepalanya. hingga tanpa di sadari penyakit itu menyerang otaknya, dan Dokter menyatakan penyakit Kanker otak yang di derita Leon menginjak stadium akhir


Leon sendiri yang meminta kami menyembunyikannya dari semua orang."ucap Ayah Leon".


Elsa yang mendengar semua penuturan kedua orang tuanya ikut terpukul, Leon adalah Kakak kesayangannya. hati Elsa begitu hancur melihat kondisi sang Kakak yang selalu berusaha membuat dirinya tersenyum.


Maggie mencoba menenangkan Elsa, Maggie juga terpukul dengan kenyataan yang ada.


*Di lain sisi, Clara terbangun setelah pingsan beberapa Jam lamanya.


Clara mengernyitkan dahi, saat sebuah tangan bergerak mengelus puncak kepalanya.


Clara mendongakkan kepalanya, Devan tersenyum mendapati Clara telah memiliki kesadarannya kembali.


Clara melihat sekitar ruangan, Clara teringat akan Leon yang sempat terjatuh dan hidungnya mengeluarkan darah.


Leon, dimana Leon? aku harus menemuinya.


Clara melangkah, menapakkan Kakinya di lantai. Devan terdiam, rasa tidak nyaman muncul di dalam hatinya. rasa yang entah dari mana datangnya ini.


Devan terlalu lama melamun, hingga tidak menyadari Clara telah keluar dari kamar. Clara menghubungi Zavier, Zavier menyebutkan alamat Rumah Sakit Leon.


Devan berlari mengejar Clara, Clara telah menangis sejak mengingat Leon. pria yang telah menyatukan dirinya dengan orang yang sangat Clara cintai di dunia ini. Leon telah banyak berkorban untuknya, Clara hanya ingin tahu alasan Leon melakukan semua ini.


Devan menatap nanar kepergian Clara, kilas balik saat dirinya menolak Clara dan mengira ucapan Clara adalah lelucon semata. Devan kembali merasa jantungnya seolah di remas, hendak di keluarkan dari tempatnya.


Devan menyadari sebegitu banyak ketidakadilan yang dulu Clara alami karena dirinya. Devan bertekad dalam hati, akan memperbaiki semuanya sejak hari ini.


Devan mengejar Clara dengan mobil, Devan segera masuk dan menyalakan mesinnya untuk mengejar Clara.


Leon...


Tuhan tolong angkat rasa sakit Leon,aku sungguh banyak berhutang padanya.


tin tin tin....


Clara.... !


Devan meneriaki nama Clara dari dalam mobil.


Clara menoleh mendapati Devan di sebelah kanannya, Clara menatap Devan dengan tatapan yang sulit untuk di jelaskan.


Masuklah!


aku akan mengantarmu ke Rumah Sakit.


Clara merenungkan semua nya akan memakan banyak waktu,jika dia tidak mengiyakan permintaan Devan. dengan perlahan Clara memasuki mobil Devan.


Clara dan Devan sampai di depan pelataran Rumah Sakit.


Devan dan Clara segera turun dan memasuki ruangan Leon. langkah Clara begitu cepat, hingga Devan sedikit berlari mengejarnya.


pikiran Devan berkecamuk. sungguh melihat mata Clara yang sembab.membuat sepercik resah hadir di hatinya.


*Sebegitu khawatirnya kah Clara akan Leon?


*apa hubungan mereka sudah terlalu jauh?


*apa Clara telah berpaling dan mencintai Leon?


*apa kini Clara tidak mencintaiku lagi?


Devan merasa kepalanya ingin meledak, memikirkan semua kemungkinan yang tidak mengenakan pikiran nya itu.


Devan menaruh rasa cemburu yang berlebihan, semenjak dirinya menyadari perasaan yang di miliki untuk Clara.


Clara termenung saat melihat Elsa, Maggie, Aldrich,Jasmine ,bahkan Maxim menangis di depan pintu rawat Leon.


Clara tak sanggup menahan kesedihannya, meski Clara belum mencintai Leon. namun di mata Clara, Leon adalah sosok pria yang baik, sahabat yang patut di pertahankan.


Clara menganggap Leon seperti layaknya ia menganggap Maxim dan Devan.


Elsa berhamburan ke arahnya, Clara tertegun mendengar perkataan Elsa.


Clara Kak Leon, dia ternyata sakit Kanker otak.


apa Kakak ku .. bisa sembuh? "Elsa berucap dengan terbata yang di iringi isak tangis".


Clara sungguh ikut merasa bersedih, selama ini Clara tidak pernah melihat sedikitpun jika Leon memiliki penyakit serius ini. Leon selalu nampak bugar dan sehat di hadapannya.


Clara memejamkan matanya, Clara mengelus bahu Elsa. Clara sungguh tidak tega melihat tangisan Elsa,Adik Leon ini begitu menghormati dan menyayangi Leon.meski tak jarang keduanya terlihat tidak akur.


Devan memandangi Clara yang tengah menenangkan Elsa,dalam pikiran Devan. baru kali ini Devan menyadari ,jika Clara memiliki kasih sayang layaknya wanita pada umumnya.


Maafkan aku Clara sempat meragukan kepribadianmu ,hanya Karena kau tampil berbeda tidak seperti kebanyakan perempuan.


saat semua tengah bersedih,pintu ruangan Leon terbuka.


Dokter dan para suster keluar dari ruangan Leon.


apa ada yang bernama Clara."ucap Sang Dokter".


semua orang sontak menengok ke arah Clara, bersamaan dengan itu seorang Suster meminta Clara untuk segera menemui Leon.


Clara bergerak melangkah menuju ruangan Leon, Leon tersenyum menyambut kehadiran Clara.


Clara begitu merasa terpukul, Leon masih bisa berbuat sedemikian hal yang seharusnya tak perlu ia lakukan.


tolong panggilkan pria yang bernama Devan "ucap Leon terdengar lirih" .


Suster itu kembali ke luar dan memanggil Devan.


Leon menatap Clara dengan senyuman khas miliknya. Devan masuk dan mendekati Leon dan Clara.


Leon meminta Clara dan Devan mendekat.keduanya mengiyakan permintaan Leon.


Leon meraih tangan Clara, menggenggam tangan Clara. satu tangannya meraih tangan Devan.


Leon menyatukan kedua tangan insan berbeda gender itu.


Clara, aku minta maaf untuk semuanya.Maxim memintaku untuk menjadi kekasih pura pura mu ,untuk membuat Devan cemburu, dan akhirnya menyadari perasaannya untuk mu.


Devan tidak semudah itu untuk bisa mengerti, namun apa yang aku lakukan ini ternyata mampu membuat Devan menyadari perasaan yang dia simpan untuk mu.


Clara untuk semua hal mungkin itu semua rencana Maxim dalam menyatukan hubungan kalian, namun tentang perasaanku untuk mu itu tidak termasuk dalam rencana kami.


sejak dulu aku memang menaruh hati padamu, aku selalu ingin melihat cinta di matamu.


Hari ini aku melihatnya, aku melihat cinta di matamu. Cinta untuk hanya milik Devan.


Clara asal kau tahu ,Devan sudah menyadari perasaannya untukmu.


Devan, Kau sudah mengikuti kami sampai di Venesia .kenapa tidak kau mengatakannya saat di sana ,jika kau mencintai Clara.


aku pikir saat kau melihat kami kau akan terpancing dan menyatakan perasaanmu ,namun kau malah diam dan memilih berada di balik bayangan.


kau masih belum berani menyatakan kebenaran tentang perasaanmu ,kau membuatku harus bersusah payah menyiapkan drama pernikahan ini .


Leon melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Clara dan Devan.Leon memegang kepalanya ,dan berteriak kesakitan.Clara dan Devan ikut panik melihat Leon meraung kesakitan.Dokter dan Suster segera mendekati Leon.


Leon lantas sedikit tenang ,saat Dokter memberikan obat suntikan pereda nyeri. Leon menatap Devan,Devan memandang Leon.


Tolong jaga Clara untukku,aku yakin kau tidak akan menyianyiakan kesempatan emas ini.


Leon memejamkan matanya,dengan begitu erat.obat telah mengambil alih kesadarannya.


*satu minggu kemudian


Devan dan Clara masih begitu canggung hidup dan tidur dalam satu kamar berdua.pagi ini Devan dan Clara akan mengantar Leon yang akan berobat ke Singapore.


Devan dan Clara bersiap menuju bandara, Aldrich dan Jasmine melambaikan tangan mereka saat Devan dan Clara meninggalkan Mansion.


Maxim yang sudah berada di bandara, mendorong kursi roda yang di kenakan Leon. Maggie menatap Maxim dengan mata yang berkaca kaca, hari ini adalah hari terakhirnya melihat Maxim.


Maxim tidak menganggap ada kehadiran Maggie, Anna wanita yang akhir akhir ini selalu terlihat mesra bersama Maxim terus menampakkan keharmonisannya.


Maggie begitu terluka, melihat Maxim sudah memiliki wanita idamannya sebelum Maggie mengungkapkan perasaannya.


Devan dan Clara sedikit berlari saat mendengar suara pengumuman yang menandakan keberangkatan pesawat.


Leon tunggu!


Devan berteriak menghentikan langkah Maggie, Elsa dan Leon. Ayah dan Ibu Leon memilih melanjutkan langkah mereka.


Ayah dan Ibu Leon memilih membiarkan putra putrinya melakukan salam perpisahan, dengan teman dan sahabatnya.


Leon kembali lah dengan sehat seperti sedia kala. "ucap Devan ".


apa aku tidak bermimpi, Devan kau menginginkan kesehatanku kembali pulih. "ucap Leon ".


Devan mendengus kesal. Leon aku tahu, sejak dulu aku tidak menyukai mu. kali ini aku akui, kau memang pantas menjadi sahabat Kakakku. Jika aku bisa meminta pada tuhan, aku juga ingin memiliki sahabat sepertimu. "ucap Devan ".


Leon tersenyum, kalau begitu jadikan aku sahabatmu mulai saat ini.


Devan mengangguk pasti.


Leon mengernyit, saat Clara diam saja dan hanya menjadi pendengar.


Clara apa Devan tidak memperlakukanmu dengan baik? "tanya Leon ".


Clara menggeleng keras. Devan baik, aku dan Devan uhm kami baik baik saja.


Kakak penerbangannya. "ucap Elsa".


Clara menatap Elsa dan Maggie.


Elsa jaga Kakakmu dengan baik "ucap Clara ".


Elsa mengangguk dia memeluk Clara sebentar.


aku pasti akan merindukan kalian. "timpal Elsa".


Clara lantas beralih memeluk Maggie.


aku sungguh tidak tahu jika kau ikut bersama keluarga Leon.


Maggie tersenyum simpul, Ayah dan Ibu tuan Leon memintaku menemani Elsa. dan aku tidak bisa menolak permintaan mereka.


aku akan sangat merindukanmu. "Clara mulai berkaca kaca".


Maggie memutar malas bola matanya, Clara kau bisa menghubungiku seperti biasanya.


Clara aku rasa Leon akan tertinggal pesawat, jika drama perpisahan ini terus berlanjut .


"timpal Maxim ".


Clara mendengus, Maggie dan yang lain terkekeh.


Maggie lantas mendorong kursi roda Leon ,meninggalkan Devan dan Clara.


Devan kembali meneriaki Leon, Leon menoleh.


Terima kasih untuk semuanya."ucap Devan ".


Leon mengangguk, dia lantas kembali berucap.


ketika aku kembali nanti, aku ingin melihat Devan junior !.


Leon tersenyum dan menghilang di balik kerumunan.


Devan dan Clara berjalan beriringan di belakang Maxim dan Anna.pipi Clara bersemu merah saat tadi Leon mengucapkan Devan junior.


Clara menatap Anna dengan heran, Anna sungguh tidak tahu tempat."gumamnya dalam hati".


dia merangkul lengan Kak Maxim dan menggelayuti nya sepanjang perjalanan menuju parkiran.


aku sungguh tidak menyukainya, saat di Venesia dia tidak terlihat mengesalkan seperti ini. "gumam Clara dalam hati ".


Devan membukakan pintu mobil untuk Clara. Devan teringat ucapan Leon. senyum mengembang di bibirnya. Devan bersiul dan memutari badan mobil. menyusul Clara dan segera melajukan kendaraannya.


See You ❤