
tuan muda ini sudah malam! apa tidak sebaiknya kalian menginap disini saja! seru Louis, Leon menoleh ke arah Maxim seolah meminta persetujuan. Maxim mengangguk tipis namun Leon paham akan hal itu.
Ara, Kakak ingin bicara empat mata dengan mu, Maxim melenggang pergi mendahului Ara. Maggie, aku -
Clara pergilah! bicara dengan kakak mu dan selesaikan masalah kalian Maggie tersenyum, Clara mengangguk.
Kak Maxim, em bagaimana kabar kakak? demi apapun Ara begitu canggung bertemu dengan Maxim dengan keadaan yang begitu rumit seperti saat ini, dimana dia pergi tanpa memikirkan siapapun.katakan lah Clara egois, karena memikirkan hatinya sendiri, Ara menghembusnya napasnya mungkin ini resiko cinta dalam diam yang Ara miliki untuk Devan. aku memendamnya sendiri dan aku juga yang akan terluka dengan sendirinya.
Ara?Maxim menginterupsi Ara yang sedang bergelut dengan isi kepala yang ramai.
iya kak, Ara berusaha kembali fokus ke dunia dan bangun dari lamunannya.
Ara kau tidak perlu lagi menjauh dari siapapun, Devan bisa menjadi milikmu! kau hanya harus kembali berjuang untuk mendapatkan hatinya.
apa maksudmu kak? kau ingin aku merebut Devan dari Stevy, kakak aku tidak akan melakukan itu.
Ck.Maxim terkekeh, aku tahu kau pasti akan bicara seperti itu. Ara kau tidak perlu merebutnya dari siapapun! karena -
Kakak sudah cukup, aku tidak ingin menyakiti siapapun .aku lelah kak, kau istirahat lah ! paman Louis sudah menyiapkan kamar untuk mu dan Leon.
Ara tunggu! Maxim menahan lengan Ara, Stevy telah tiada. Ara mematung diam di tempat, kepalanya berdenyut mendengar ucapan Maxim .
apa? bagaimana mungkin? kau pasti membohongiku ,ini pasti lelucon mu kan kak? Ara menggeleng menolak kabar yang di dengarnya.
tidak, tidak ada kebohongan di raut wajah Maxim dan untuk apa juga kakaknya berbohong perihal nyawa seseorang.
Maxim menanggalkan Jaket yang di kenakan, dia menyusul Leon yang terlebih dulu berbaring di kasur. apa semua nya baik baik saja? Leon berucap dengan mata terpejam.
Maxim menengok sekilas, dia tersenyum miring. sudah lah istirahat saja ,terima kasih sudah membantuku menemukan Ara. Leon tersenyum penuh arti, dengan kembali nya Ara Leon lah yang paling berbahagia jauh dalam hatinya dia menyukai Ara bukan.
Maxim apa aku boleh, jika aku ingin menjadikan Ara kekasihku? Leon diam menunggu jawaban Maxim ,keningnya berkerut saat tidak ada jawaban dari sahabatnya itu. Leon membuka kelopak matanya, Bibirnya menggerutu kesal, jelas saja Leon merasa kesal pasalnya dia sedang meminta izin Maxim untuk mendekati adiknya.
Maxim sudah tertidur pulas bahkan dengkuran nya menembus gendang telinga Leon .Cepat sekali dia tertidur ! menyebalkan sekali,Leon memunggungi Maxim dan turut menyusul Maxim tidur.
Ara membolak-balikkan tubuhnya dia merasa terganggu dengan perkataan Maxim tentang Stevy,Maggie yang hendak memejamkan matanya mengamati pergerakan Clara yang grasak grusuk di tempat tidur.
Maggie bangkit dari posisinya, Clara ada apa dengan mu? Maggie, Clara ikut bangkit dari posisinya, Maafkan aku. kau pasti terganggu karena aku Clara merasa tidak enak mengganggu tidur Maggie.
tidak masalah Cla, apa kau ingin bercerita padaku? aku tidak ingin kau terus menerus larut dengan masalahmu itu celetuk Maggie.
Clara mulai memikirkan, ada benarnya apa yang Maggie katakan ! aku tidak bisa tidur karena memikirkan ucapan Kak Maxim tentang kabar Stevy yang sudah meninggal .apa? Maggie begitu terkejut dan dia setengah berteriak mengungkapkan rasa terkejutnya.
Maggie kecilkan suara mu! kau bisa membangunkan semua orang, Clara dengan cekatan menutup mulut Maggie.
Maggie mencoba meredam suaranya, dia membuat gerakan isyarat dan Clara melepaskan tangannya yang menutupi mulut Maggie.
Clara bukankah itu bagus!
Maggie tersenyum dengan tatapan aneh pada Clara.
Astaga! kau ini bodoh atau pura pura lupa. kau bilang kau mencintai Devan, sekarang wanita yang Devan cintai sudah tiada, jadi sekarang kesempatan mu. kembali dan perjuangkan lagi cintamu padanya, Maggie tersenyum dan mengedipkan matanya pada Clara .
Clara mematung dia mencerna semua saran orang orang terdekatnya, Maggie dan Maxim menyuarakan hal yang sama batin Ara.
tidak, tidak aku sudah berjanji untuk menjauh dari Devan di hari dia memutuskan pernikahannya dengan Stevy, kini Devan hanya hanya temanku, aku tidak ingin lagi merasa hancur seperti waktu itu. aku harus bisa melupakan Devan dengan cara apapun ,tekad Ara begitu menggebu dia bersikukuh ingin melupakan Devan.
haruskah aku kembali? astaga ! kepalaku sakit sekali, memikirkan semua ini sungguh membuatku merasa sesak batinnya bergumam.
Clara jangan melamun! kau ini sering sekali melamun seperti itu, Maggie menggerutu dia menutupi mulutnya yang menguap. rasa kantuk melanda Maggie, Clara ayo tidur. mataku sudah tidak kuat lagi .Maggie berbaring dan benar saja, gadis itu tertidur setelah kepalanya menyentuh bantal.
Clara yang melihat tingkah Maggie hanya mampu menggeleng ,terkekeh dengan ulah temannya itu.
baiklah! aku akan kembali demi Mommy namun aku akan tetap berusaha melupakan Devan Clara membatin.
Keesokan paginya
Maxim merasa bahagia ,hari ini dia kembali menemui Jasmine dengan membawa berita bahagia untuk ibunya .Mommy ,lihatlah putri kesayanganmu telah aku temukan ! gumamnya dalam hati.
Maxim tak hentinya tersenyum sepanjang perjalanan kembali ke rumah ,hingga Leon terus mengamati senyum yang mengembang di wajah Maxim. bibirmu akan kering jika kau terus tersenyum seperti itu ejek Leon.
Maxim mendengus kesal, dia mengabaikan ejekan Leon. lihatlah Ara! kakakmu seperti orang gila saja, dia tersenyum sendiri seperti itu Leon bergidik ngeri dan berpura takut menatap Maxim .Ara hanya tertawa kecil menanggapi ocehan Leon.
fokus lah menyetir, jangan banyak bicara kau ini cerewet sekali! Maxim melotot kan matanya pada Leon.
Leon malah semakin berani mengejek Maxim, Ara ! apa kau tahu, Maxim selalu memerintah ku untuk berusaha mencari mu dan saat sudah bertemu dengan mu dia bahkan tidak mengucapkan terima kasih padaku celoteh Leon. Ara hanya menyunggingkan senyumannya, dia masih berusaha mengatur rasa gugup yang menggelayuti hatinya.
Ara mempersiapkan diri untuk kembali menampakkan kakinya di rumah, yang menjadi tempat kenangan nya hidup kembali .kenangan yang sedang berusaha untuk di kubur olehnya, namun hari ini dia kembali menceburkan diri pada Mansion yang penuh dengan kenangan masa kecilnya.
Maxim menggerakkan tangan nya di depan wajah Ara, Ara mengernyitkan dahi dia menengok ke samping. sebegitu lama dirinya melamun hingga tanpa terasa dia sudah sampai di Mansion, dan Leon bahkan sudah menunggunya di ambang pintu Mansion dengan Zavier.
Zavier tersenyum ke arahnya diambang pintu, terlihat sesekali bercengkrama dengan Leon.
Leon memberi isyarat dengan meminta Ara untuk turun dari mobil .
Clara apa kau akan terus berpikir dan duduk di dalam mobil? aku aku sudah pegal menunggu mu keluar dari mobil. cepatlah! atau aku akan menyeret mu masuk ke dalam dengan tambang yang aku ikat di lehermu,Maxim dan ancamannya.
Clara mencebikkan bibirnya, Maxim terkekeh melihat wajah Ara. Maxim begitu tidak sabar rasanya, melihat ekspresi Jasmine saat bertemu dengan Ara nanti.
kakak tunggu ! Maxim menghentikan langkahnya, mulai saat ini tolong panggil aku Clara, bisakah kau melakukan itu? tanya Clara dengan cemas.
Maxim mengiyakan saja permintaan Clara ,asalkan gadis itu kembali lagi membawa keceriaan di Mansion ini .
Clara berjalan beriringan dengan Maxim ,kakinya terasa lemas seperti gel .Clara begitu takut entah bagaimana reaksi Daddy Aldrich padanya .Clara menyiapkan kemungkinan terburuknya. apapun itu Clara akan berusaha memperbaiki semua tindakan nya yang menyebabkan Jasmine terbaring lemah .
See You ❤