
Clara membuka mulutnya lebar, tatapan mata Clara memindai cermin yang memantulkan bayangan wajahnya. Clara dibuat terkejut dengan hasil rombakan kedua tangan wanita suruhan Zavier ini, seulas senyum terbit di wajah Clara.
apa kalian ini seorang penyihir? kalian menyulap ku seperti cinderella ,Clara menatap kedua wanita itu secara bergantian .
aku tidak menyukai riasan sebelumnya ,aku juga tidak pandai merias diriku sendiri.
hari ini temanku Maggie meminta ku menemaninya ke pesta, dan kalian membantu memecahkan masalah ku. "Clara akan mengusap air matanya yang hampir menetes ".
tunggu nona Clara, kau gunakan tissue saja! jangan gunakan tanganmu, nanti riasannya akan rusak . " ucap wanita suruhan Zavier itu " .
Clara mengangguk paham, kalian benar ucapnya.
Clara kemudian meraih tissue yang di berikan dan mengusap air matanya.
Seandainya Devan melihat penampilanku yang seperti ini, apa penilaian nya terhadapku akan berubah? apa aku masih terlihat seperti wanita aneh dalam pemikirannya? " Clara membatin".
Nona ayo... !
Tuan Zavier telah menunggu anda, dia akan memarahi kami berdua jika terlalu lama mengurus mu.
ah, iya maaf maaf. aku tadi sedang memikirkan sesuatu "ucap Clara ".
Clara dan dua wanita itu melangkah menuju tempat Zavier menunggu di pelataran Mansion.
Zavier terlihat sudah duduk di kursi kemudi,salah satu wanita suruhan zavier membukakan pintu mobil untuk Clara.
anda terlihat mengagumkan hari ini nona Clara. "ucap Zavier ".
Zavier kau ini bicara apa!
jangan berbicara terlalu formal begitu padaku, aku sungguh tidak menyukainya. "gerutu Clara ".
baiklah nona, kau terlihat sangat cantik gadis tomboi. "ucap Zavier ".
Clara tersenyum, terima kasih Zavier.
Zavier menyalakan mesin mobilnya, dan menekan pedal gas . melajukan kendaraannya meninggalkan Mansion.
jauh dalam hati Clara, sebenarnya dia ingin menanyakan perihal kepergian semua orang hari ini pada zavier. namun melihat sikap Zavier yang biasa seperti itu, membuat Clara berpikir jika Zavier tidak tahu apapun. maka dari itu, Clara tidak jadi menanyakan hal itu pada Zavier.
selang beberapa menit, Zavier menghentikan mobilnya di sebuah gedung mewah nan megah. Clara mengernyit saat melihat ramainya gedung itu.
Zavier, apa kau tidak salah tempat? Clara memindai gedung pencakar langit yang tepat berdiri kokoh di depan matanya.
Zavier menggeleng ,temanmu nona Maggie sudah menunggu di dalam. ayo aku antar!
Zavier membukakan pintu mobil untuk Clara, Clara menelan kasar saliva nya. Aku tidak yakin bisa mengendalikan rasa gugup ku.
"gumam Clara dalam hati ".
pelan tapi pasti Clara melangkahkan kakinya, tidak seperti biasa. Clara yang memang belum mahir dan terbiasa mengenakan high hill masih berusaha menyeimbangkan langkahnya.
sampailah Clara dan Zavier di sebuah lift, mereka berdua bersamaan memasuki lift. selang beberapa menit pintu lift kembali terbuka, Clara dan Zavier keluar dari lift.
Zavier menuntun Clara menuju sebuah gedung yang Clara yakini adalah roof top gedung ini.
Nona Clara masuklah! "ucap Zavier " .
Clara menelan kasar saliva nya, tangan Clara membuka pintu gedung itu perlahan. Clara mengernyit saat melihat ruangan itu gelap gulita.
Clara memundurkan langkahnya, namun sebuah tangan menahan pergerakannya. Clara terperanjat saat melihat seorang memakai kostum badut berdiri di belakangnya.
Clara hendak menjerit, namun tangan badut itu menutup mulut Clara dan dengan sendirinya Clara terdiam. Clara menurut saja, saat sang badut menuntun nya masuk ke dalam gedung gelap gulita itu.
siapa badut ini?
mengapa rasanya aku tidak asing dengan sentuhan tangannya ?
dan ada apa denganku, aku bahkan tidak takut dengan sosok badut ini ." gumam Clara ".
Clara yang dilanda kebingungan mengikuti gerakan badut itu, sebuah lighting menyoroti kedua insan nya tengah menari itu.
Clara menikmati tarian dansa yang badut itu lakukan, pelan tapi pasti Clara bisa menyesuaikan langkah kakinya. Badut itu tampak bahagia dibalik kostum yang ia kenakan. senyuman tersungging di bibirnya, Clara tidak melihat nya karena tertutup kepala kostum badut itu.
Ketika tarian dansa Clara dan badut itu terhenti, riuh tepuk tangan terdengar bersahutan dari mana saja. Clara mengedarkan matanya saat melihat lampu telah menyala, betapa terkejutnya Clara saat melihat seluruh anggota keluarganya berdiri dibawah podium.
Clara turun dari atas podium dengan perlahan menghampiri Jasmine dan Aldrich.
Clara hampir saja terjatuh, karena kakinya sedikit terkilir. Jasmine meneriaki nama Clara. sebuah tangan menahan bahu Clara, Clara memegangi lengan pria itu. mata Clara menatap pria yang kini menahan tubuhnya.
Kau tampak mengagumkan sekali Clara, aku hampir tidak mengenalimu "ucap pria itu".
Clara mencoba tersenyum, Leon kau terlalu berlebihan " saut Clara " .
ehem.... Maxim berdehem.
apa di ruangan ini hanya adikku yang tampak mengagumkan? "tanya Maxim ".
Tidak seperti itu Maxim, Leon membantu Clara berdiri. Adikmu sedikit berbeda dari biasanya "ucap Leon ".
Maxim mendekati Clara, ayo gadis tomboi Kakak. semua orang sudah menunggu kedatangan mu! "seru Maxim ".
Clara semakin dibuat bingung ,menungguku? mengapa mereka menunggu ku? .
bukankah Maggie bilang-
Maggie datang dengan kue tar di tangannya, dan puluhan orang ikut bernyanyi dengan Maggie melantunkan lagu Happy Birthday untuk Clara.
Clara menatap Maggie dengan tatapan tidak percaya nya, Maggie kau membohongiku! ucap Clara saat Maggie sudah berada di depannya.
berbohong demi kebaikan tidak ada salahnya bukan. "Maggie tergelak."
lagi pula itu permintaan ibumu" timpal Maggie lagi".
Clara mendengus kesal, dia lantas melirik ke arah Jasmine. Jasmine mengedikkan bahu sedangkan Aldrich terlihat menahan tawanya.
Clara menggelengkan kepala melihat tingkah kedua orang tuanya .
Clara cepat tiup lilinnya, tangan ku sudah pegal sekali! "gerutu Maggie" .
sontak semua orang tertawa mendengar celotehan Maggie barusan.Clara tidak enak hati dengan Maggie.Clara meniup lilinnya setelah berdoa, selepas itu dia menatap satu persatu anggota keluarganya.
Clara menghembuskan kasar napasnya saat tidak mendapati Devan di manapun. Jasmine memeluk Clara mengecup kedua pipi putrinya itu.
Happy birthday Sayang, wish you all the best. "ucap Jasmine ".
Aldrich turut mendekati putrinya dan memberikan ucapan Selamat pada Clara.
Terima Kasih Daddy, Mommy. aku sendiri bahkan melupakan hari ulang tahunku ."ucap Clara ".
Mom sudah menebaknya bahkan Daddy dan kedua Kakakmu juga melupakan hari istimewa mu ini. "timpal Jasmine " .
Clara .... apa kau tidak akan memotong kuenya? . "tanya Maxim ".
Jasmine menepuk bahu Maxim, Kau ini selalu datang menganggu saja! ." celetuk Jasmine" .
Clara segera mengangguk ,dia kembali mendekat dan tangan Clara terulur untuk memotong kue tar itu, semu orang kembali bertepuk tangan. Clara melihat kembali seisi ruangan, matanya mencari sosok badut tadi.
Clara yang tidak menemukan keberadaan badut itu, menatap kedua orang tuanya lantas menyuapkan potongan kue pertama itu untuk kedua orang tuanya.
Clara kembali memotong kuenya lalu menyuapkannya, pada Maxim , Maggie dan terakhir pada Leon.
semua orang tampak menikmati acara itu, hingga semua orang terperanjat akan keberanian yang Leon tunjukkan di hadapan semua orang detik itu.
Clara mematung ditempatnya. mulutnya terkunci rapat, kakinya lemas seperti gel. jika saja Clara mempunyai hipertensi ,mungkin sekarang Clara sudah tiada.
See you. ❤