You Heart Me

You Heart Me
hal tak terduga



Leon berlutut di hadapan Clara . dengan tingkahnya yang seperti itu, jelas menarik perhatian seluruh tamu yang hadir di sana.


entah mengapa Leon merasa ini saat yang tepat untuk mengatakan isi hatinya pada Clara, di depan kedua orang tua gadis yang di cintai .hari ini juga bertepatan hari istimewa Clara, Leon tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


Clara ,maukah kau menjadi ibu dari anak anakku? "suara lantang Leon itu menyita seluruh penghuni ruangan pesta, bahkan badut yang tadi berdansa bersama Clara ikut menyimak hal tak terduga itu ".


mulut Clara mengatup sempurna, tangannya merasa keram karena terlalu lama dalam genggaman Leon.padahal belum ada lima menit Leon menggenggam tangan Clara. Clara merasa tidak nyaman dengan dirinya yang menjadi pusat perhatian seperti ini.


senyum Badut yang menyendiri di sudut ruangan itu ,sirna seketika. saat melihat Clara menerima ungkapan perasaan dari seorang pria.


badut itu pergi ,tanpa mendengar jawaban yang Clara berikan untuk Leon. Badut itu lantas memasuki mobil pribadi miliknya, dia melepas kepala badut lalu meninggalkan gedung pesta.


Maxim mengerutkan dahi, pasalnya dia hanya meminta Leon berpura pura untuk mencintai Clara. dan apa yang kini tengah di saksikan nya,adalah hal yang tak terduga oleh Maxim. ingin sekali rasanya, Maxim menyeret Leon. meminta sahabatnya itu , untuk memberikan penjelasan pada dirinya yang kini di penuhi tanda tanya.


Maxim mengurungkan niatnya, Maxim tidak ingin merusak hari istimewa Clara . Maxim menatap heran pada Leon, otaknya sibuk memikirkan alasan dibalik tindakan Leon kali ini? Maxim benar benar tidak mampu menebak, apa yang ada dalam kepala sahabatnya itu.


Maggie tak pernah melewatkan sedikitpun waktunya untuk menatap wajah Maxim. sejak hari dimana Maggie bertemu dengan Maxim, Maggie diam diam selalu memperhatikan Kakak temannya ini. dan Maggie sempat mengagumi Maxim, dari cerita yang selalu dia dengar dari Clara.


Kak Maxim ini keren sekali, dia pasti mengantri di barisan paling depan saat Tuhan membagikan ketampanan. "gumam Maggie dalam hati ".


Maxim mendengus, saat tahu teman Clara ini lagi lagi memandangi dirinya.


Maxim membalikkan tubuhnya, dia keluar dari ruang pesta berniat mencari Devan. Maxim sampai di parkiran, ia sudah mencari Devan di manapun. Maxim tidak berhasil menemukan Devan.


kemana pria bodoh itu? tadi dia bilang hanya pergi sebentar dan akan kembali, pestanya bahkan hampir berakhir. batang hidungnya saja tidak kelihatan. "gerutu Maxim ".


saat Maxim sibuk mencari keberadaan Devan, Maggie datang dan berdiri di samping Maxim.


Maxim .


Maxim terkejut dengan kedatangan Maggie yang tiba tiba ,gadis genit itu sudah berada di sebelahnya. Maxim mendengus, mengapa selalu saja dia mengikuti ku ? "gerutu Maxim" .


Kak Maxim Clara mencari mu, dia memintaku untuk menemui mu. "ucap Maggie dengan tersenyum lebar ".


Dasar wanita genit "gerutu Maxim ".


apa kau mengatakan sesuatu Kak ?" tanya Maggie dengan dahi yang berkerut" .


Maxim menggelengkan kepala, melangkah melewati Maggie begitu saja. Maggie ikut mengekor dibelakang Maxim. keduanya kembali memasuki ruangan pesta.


Devan kembali ke Mansion, Devan lantas melucuti pakaiannya.Devan memakai Celana pendek meraih handuk dan segera pergi ke kolam renang.


Devan menceburkan dirinya, Devan mengingat kembali semua kejadian yang terjadi dalam hidupnya.


Bodoh... bodoh..... "umpat Devan pada dirinya sendiri".


Devan mengingat hari dimana dirinya membaca separuh notebook Clara. dan tanpa sepengetahuan Clara .Devan menyelinap masuk dan mengambil notebook itu dari kamar Clara .


Aku adalah pria yang paling bodoh di dunia ini, dengan tidak menyadari perasaanku sendiri.


mengapa kau sanggup memendam perasaanmu terhadapku Clara?


pantas saja ,Kak Maxim sangat tidak menyetujui keputusanku .saat dulu aku lebih memilih Stevy, dibanding mendengarkan pernyataan cinta Clara.


apakah Clara menerima lamaran Leon tadi? mengapa aku merasa tidak rela?


melihat Clara sebegitu dekatnya dengan Leon, segala tingkah Leon sejak dulu selalu membuat ku merasa muak.


Mengapa tidak pria lain saja yang dekat dengan Clara, mengapa harus Leon? aku sungguh tidak mau Leon menjadi pasangan Clara.


Devan kembali menyelam, dia berendam hingga cukup lama. Devan terus saja merutuki kebodohannya. Devan lantas keluar dari kolam renang, dia memilih mengunjungi makam Stevy dari pada harus menyaksikan Leon yang menyatakan isi hatinya.


Devan segera mengeringkan tubuhnya dengan handuk, Devan lantas mengenakan jaket dan Celana Jeans. dengan kilat Devan menuruni tangga, dia segera masuk kembali ke dalam mobil.


Maxim dan Maggie masuk ke dalam ruangan pesta bersamaan. Clara menatap Maggie dengan kening yang berkerut, Maggie bahkan berjalan dengan mata yang fokus ke arah Maxim.


Maxim menghentikan langkahnya, Maggie yang tidak fokus itu menabrak punggung Maxim. sontak semua orang yang ada di ruangan itu tertawa bersama.


Maggie menggaruk lehernya yang tidak gatal, dia meminta maaf pada Maxim. Maggie yang tengah di selimuti rasa gugup segera beralih ke arah Jasmine. bersembunyi dibalik punggung wanita itu.


Maxim menghembuskan napas lelahnya, dia lalu menatap Clara dan mengabaikan tatapan Maggie yang menurutnya genit itu.


Clara ada apa? kau mencari ku? "tanya Maxim ".


Clara mengangguk, aku ingin meminta hadiah ku Kak Maxim."ucap Clara ".


Maxim menepuk dahinya, Astaga! aku hampir lupa. "keluh Maxim " .


Tunggu sebentar, aku akan mengecek nya dulu, aku akan memberikan hadiahnya saat kita di Mansion nanti. "ucap Maxim".


Clara mengangguk ,dia lantas memeluk Maxim .terima kasih banyak Kak "ucapnya".


Maxim ikut memeluk Clara, dia sempat bingung karena terlalu sibuk mengurus persiapan pesta, Maxim melupakan kado untuk Clara nya.


beruntunglah Clara tidak terlalu menuntutnya detik itu, Clara bahkan setuju dengan ucapan Maxim. hal itu memudahkan Maxim ,memberinya sedikit waktu untuk segera mencari kado saat dia akan kembali ke Mansion nanti.


See You. ❤


terus pantau Devan / Clara yah .


karena hampir last episode.