Will I Fell Love Again?

Will I Fell Love Again?
KEMBANG YANG MALANG



Lylia bangun kesiangan, ia mendengar suara berisik di luar kamar, penasaran Lylia pun pergi untuk melihat apa yang terjadi, betapa terkejutnya Lylia saat melihat apa yang di lakukan Samuel yang ternyata sedang menyiapkan sarapan yang bisa di katakan menuju makan siang, Samuel bangun kesiangan juga karena begadang menyiapkan berkas-berkas dokumen pekerjaannya.


"Eeuumm... Samuel? apa yang kau lakukan?" tanya Lylia yang melihat dapurnya berantakan.


"Oh.. hai Lylia... selamat pagi Daisy ku yang manis" Samuel menyapa Lylia sekalian dengan kecupan selamat pagi, lalu dengan perlahan membantu Lylia duduk di meja makan.


"Tadaaa!!! Spaghetti spesial untuk wanita yang paling aku cintai." ucap Samuel penuh percaya diri menghidangkan masakan yang di buatnya sendiri.


"Wuaahh!! indah sekali apa ini spaghetti bertema taman bunga? topping nya bunga semua, dari mana kau mendapatkan bunga-bunga ini? tapi apa ini bisa di makan?" tanya Lylia yang terkejut dengan tampilan spaghetti yang di hidangkan oleh Samuel, spaghetti nya hampir tidak terlihat karena di tutupi oleh hiasan bunga yang di susun oleh Samuel.


"Apa maksud mu bisa di makan? tentu saja ini bisa di makan, aku membuatnya dengan sepenuh hati, ini adalah masakan pertama ku, dan aku melihat banyak bunga di dalam vas dekat jendela, kau sangat menyukai bunga ya? bunganya juga banyak jenis dan warna." ucap Samuel sambil menunjuk jendela tempat vas bunga koleksi Lylia.


Lylia melihat ke arah jendela, senyum yang tadinya menghiasi wajah Lylia mendadak jadi murung dan terlihat sedih, itu adalah koleksi bunga Lylia yang sangat di jaga, bunga-bunga yang membuatnya ingat akan desanya, sebelumnya bunga iti sangat indah, sekarang sudah botak semua.


"Hiks... hiks..." Lylia menangis melihat bunga kesayangan nya, seketika Samuel panik melihat reaksi Lylia yang di kuar ekspetasi nya.


"Lylia? kau kenapa menangis? apa kaki mu sangat sakit? atau hidung mu masih nyeri?" Samuel panik melihat Lylia yang terus menangis.


"Kenapa.... kenapa harus pakai bunga kesayangan ku?? dan juga spaghetti apa yang kau buat sampai memerlukan wajan, teflon dan blender? kenapa dapur ku jadi hancur berantakan? huuhuuuhuuu." jawab Lylia sambil menangis dan membuat Samuel menyadari kesalahannya.


"Maaf kan aku, aku tidak bermaksud menghancurkan tanaman bunga dan dapur mu, akan aku bereskan semuanya, berhentilah menangis, bagaimana kalolau kita ke desa mu hari ini? kita ke Grindelwad, kau pasti merindukan ibu mu kan?" Samuel mencoba menenangkan Lylia yang terus menangis sehingga muncul ide untuk mengajak Lylia pulang ke Kampung halamannya.


"Apa? ke desa Grindelwad? hari ini? tapi kaki ku sedang sakit, bagaimana jika ibu khawatir?" Tanya Lylia yang senang namun juga khawatir dengan ibunya.


"Tenang saja kan ada aku, sekalin kita meresmikan hubungan kita kepada ibu dan adik mu, bagaimana?" tanya Samuel dengan penuh harapan Lylia mengiyakan ajakkan nya.


"Tapi apa tidak terlalu cepat untuk meresmikan nya?" tanya Lylia.


"Menurutku lebih cepat lebih baik, tapi jika kau tidak siap kita bisa menundanya kau hanya perlu melepaskan rindu dengan ibu dan adik saja, bagaimana?" Samuel kembali menyakinkan Lylia agar setuju Untuk pergi ke desa Grindelwad, Samuel merasa akhir-akhir ini Lylia banyak menderita karenanya, dan ingin menebus kesalahannya dengan membawa Lylia berjalan-jalan.


"Baiklah, tapi sebelum itu kau harus menyelesaikan semua kegaduhan ini." ucap Lylia yang membuat Samuel tidak dapat berkata-kata selain menuruti ucapan Lylia.


"Sayang sekali bunga-bunga ku, kau di petik hanya untuk di singkirkan, aku akan memakan semua bunga ini, samuel ini terkadang sifatnya seperti spycho, bisa-bisanya dia memetik bunga yang indah ini hanya untuk di jadikan dekorasi dalam makanan, apa dia pikir ini sejenis seledri? huh sebal, bunga ku yang malang."


Diam-diam Lylia mengatai Samuel dalam hatinya, perasaan kesalnya belum hilang, walaupun kesal Lylia menghargai niat baik Samuel yang membuatkan nya Sarapan karena itu Lylia tetap memakan Spaghetti kembang yang di hidangkan oleh Samuel, dan karena merasa sayang akan kembang-kembang bunga itu Lylia pun memilih untuk memakannya juga dengan Spaghetti.


"Aakk! pahit!" ucap Lylia yang membuat Samuel terkejut.


"Apa? apanya yang pahit!?" tanya Samuel yang bangun dari kursi dan dengan cepat mengambil gelas lalu menyuguhkan segelas air mineral untuk Lylia.


Lylia pun dengan cepat meminum air yang di berikan oleh Samuel.


"Aahh kembangnya.... kembangnya pahit sekali." ucap Lylia dengan ekspresi wajah mengerut.


"Astaga... aku pikir kau kenapa, bukankah sudah aku katakan untuk meminggirkan kembangnya, kau hanya perlu makan spaghetti nya saja, haa kau ada-ada saja." ucap Samuel yang tidak menyangka Lylia akan memakan kembangnya, Samuel pun kembali duduk dan lanjut memakan Spaghetti buatannya sendiri.


"Itu karena aku tidak tega dengan kembangnya, lihatlah kembang-kembang ini, ini pembunuhan dan pembantaian terhadap kembang bunga, apa kau tidak tau itu? kasihan sekali mereka di petik hanya untuk di jadikan hiasan saja." ucap Lylia dengan suara kecil bernada kesal, namun Samuel tetap bisa mendengar apa yang di katakan oleh Lylia.


"Kalau begitu menjual kembang bunga juga termasuk pembantaian terhadap kembang bunga dong? kalian memetik bunga hanya untuk di pajang di dalam vas? dan di biarlan layu begitu saja, lalu di ganti lagi dengan yang masih segar?" jawab Samuel dengan wajah pura - pura serius, mendengar ucapan Samuel, Lylia tidak dapat berkata apa-apa, Lylia termakan omongannya sendiri.


Sarapan pun selesai, Lylia tidak bicara sepatah kata pun, Samuel sudah selesai membersihkan dapur dan meja makan, mereka bersiap-siap untuk pergi sesuai dengan rencana tadi, namun Samuel melihat suasana di sekitar Lylia sangat suram, Samuel menduga jika itu di karenakan perihal kembang bunga tadi, Samuel pun mencoba memperbaiki suasana suram dengan memeluk Lylia dari belakang.


"Lylia... apa kau masih marah perihal kembang bunga tadi? maafkan aku ya? aku sungguh tidak bermaksud menyakiti bunga-bunga mu, apa kau mau aku belikan lagi dengan jenis yang sama? kau begitu menyukai bunga kan?" ucap Samuel yang mencoba merayu Lylia.


"Huuft... sudahlah lupakan saja, lagian itu sudah terjadi, tidak ada gunanya juga aku terus marah pada mu." ucap Lylia jutek.


"Tapi kenapa nada bicara mu dingin begitu? jelas kau masih marah kan?" tanya Samuel yang membalikkan tubuh Lylia ke arah nya.


"Lihatlah apa yang sudah kau lakukan, wajah cantik dan imut sudah menghilang dari wajah mu, apa ini Lylia yang aku kenal? Lylia yang selalu ceria dan penuh dengan senyuman indah yang menghiasi wajahnya? senyuman yang telah membuat ku jatuh cinta pada pandangan pertama? senyuman yang membuat ku tergila-gila hingga merasa sesak saat tak melihatnya? ayolah kembalikan Lylia ku, kembali kan senyum wanitaku." ucap Samuel yang terus membuat Lylia terpana, pujian-pujian Samuel yang terus-menerus membuat Lylia wajah Lylia memerah, melihat reaksi Lylia, Samuel pun memberikan kecupan di seluruh wajah Lylia, dan membuat Lylia tersenyum,


"Akhirnya senyuman wanitaku Kembali!!" ucap Samuel dan mengangkat tubuh Lylia, tangan Lylia melingkar leher Samuel, dan mereka pun akhirnya berciuman, ciuman manis di hari itu, namun itu semua hanyalah permulaan.