Will I Fell Love Again?

Will I Fell Love Again?
LAMARAN YANG MENGEJUTKAN



Jam di dinding menunjuk pukul 5 sore, Lylia masih di kamar tidak berani untuk keluar karena malu terhadap Samuel, namun perutnya terus berteriak, Lylia belum makan siang, ia teringat makanan yang telah di siapkan oleh Silvan tadi, ia ingat aroma sedap dari masakan Silvan tadi siang.


"Triing..! Triing.!" terdengar suara Bel rumah.


Lylia ingat jika Luki belum kembali dari apotek, mau tidak mau Lylia terpaksa keluar dari kamarnya, dan berjalan tertatih namun sangat pelan, Lylia mengintip ke sofa dan melihat Samuel yang tertidur, merasa itu kesempatan yang bagus untuk keluar Lylia pun mempercepat langkah nya walaupun tertatih-tatih.


Saat sudah melewati Samuel Lylia merasa telah berhasil karena tidak membangunkan Samuel dan langsung melanjutkan jalannya sampai ke pintu.


"Mau kemana.?" tiba-tiba Samuel berdiri di belakang Lylia yang membuat Lylia sangat terkejut yang membuatnya melompat dan kehilangan keseimbangannya dan terjatuh namun dapat di tahan oleh Samuel, yang membuat Lylia terjatuh kedalam pelukan Samuel.


"Samuel.!! kau suka sekali membuat orang terkejut, apa kau berniat membuatku mati karena jantungan.?" ucap Lylia yang kesal.


Samuel yang mendengar kata-kata "mati" dari Lylia pun sontak marah.


"Lylia.!!! kenapa kau bicara seperti itu.!? tentu aku tidak bermaksud seperti itu, aku tidak mau mendengar kata-kata mati dari mulut mu, jangan pernah.! aku tidak ingin dan tidak akan membiarkan kau mati sebelum aku.!" ucap Samuel serius yang membuat Lylia tertegun, tidak menyangka akan melihat Samuel marah secepat ini, ternyata Samuel bisa marah hanya karena kata-kata seperti itu.


" Ya... tapi kan itu salah mu, bagaimana bisa kau terus membuat orang lain terkejut.?" ucap Lylia yang juga kesal karena terus di buat terkejut.


"Iya... Maafkan aku ya.?" ucap Samuel yang meminta maaf kepada Lylia denga wajah yang merah.


"Baiklah, permintaan maaf mu di terima, tunggu saja di sofa seperti di luar ada Luki, aku akan membukakan pintu." ucap Lylia yang hendak membuka pintu, namun tiba-tiba di hentikan oleh Samuel.


Samuel menggendong Lylia dan membawanya ke sofa.


"Kau... kenapa begitu banyak bergerak.? apa kau lupa jika kakimu sedang terluka.? duduklah saja disini, Luki biar aku yang mengurusnya." ucap Samuel dan pergi keluar menjumpai Luki.


Tidak lama kemudian Samuel kembali masuk dan membawa obat-obatan yang sudah di belikan oleh Luki.


"Kenapa kau sendiri.? Luki dimana.?" tanya Lylia yang melihat Samuel hanya masuk sendirian.


"Luki.? Tentu saja dia sudah pulang." ucap Samuel dengan santai.


"hmmm... baiklah jika memang begitu, itu obat mu? ada baiknya sebelum minum obat kau makan terlebih dahulu, sepertinya demam mu juga naik lagi." ucap Lylia yang mengkhawatirkan Samuel.


"Kau sebegitunya mengkhawatirkan ku.?" tanya Samuel yang menggoda Lylia, Samuel duduk di samping Lylia, dan mendekatkan wajahnya yang membuat Lylia bergerak mundur menjauh dari wajah Samuel dan tentu saja sia-sia.


"Lylia... katakanlah... apakah hubungan kita sekarang.?" tanya Samuel dengan suara lembut yang membuat Lylia merasakan ada kupu-kupu beterbangan di perutnya.


"Menurut mu apa.?" Lylia kembali bertanya kepada Samuel.


"Menurutku.? hmmm... tentu saja kau sekarang telah menjadi milikku, menurutku mulai sekarang dan seterusnya kau adalah milikku, aku tidak akan membiarkan siapapun merebut mu dariku, aku juga akan selalu membuatmu merasakan cinta untuk setiap harinya." ucap Samuel dengan lembut dengan tangan membelai rambut coklat dan ikal yang membuat Lylia kembali luluh, di tambah kata-kata tulus dari Samuel.


Lylia tidak mampu berkata-kata saat mendengar jawaban Samuel, Lylia hanya terdiam dan menatap lembut wajah Samuel yang terlihat memerah.


"Lylia... aku ingin hidup bersama mu, aku ingin ketika aku akan membuka mata di pagi hari aku hanya melihat mu, dan saat akan menutup mata juga aku hanya ingin melihat mu, kamu tau.? kau telah lama mencuri hatiku, Lylia... mungkin ini terkesan terlalu cepat dan terburu-buru, namun ini sudah ketetapan hati ku, menikahlah denganku Lylia, jadilah istri ku." ucap Samuel yang mengungkapkan seluruh isi hatinya, dan Lylia kembali dikejutkan dengan kata-kata Samuel yang tiba-tiba melamarnya.


Untuk kesekian kalinya Lylia tidak dapat berkata-kata, setiap perkataan dari Samuel bagaikan Bom bagi Lylia, yang setiap meledak akan mengeluarkan suara yang mengejutkan.


"Lylia... Cium aku jika kau setuju menikah denganku." ucap Samuel lagi yang meminta jawaban dari Lylia.


"Ya tuhan.. ini terlalu cepat, menikah.? dengan Samuel.? jujur aku belum terlalu lama mengenalnya, bahkan belum satu minggu aku bertemu dengannya, walaupun dia telah mengenalku, tapi bukankah ini terlalu cepat.? menikah.? seperti Jiordan yang juga sudah menikah.? haruskah aku juga menikah.? haaaa.... seperti kataku tadi aku akan menyerahkannya kepada sang waktu, jika aku menerima pernikahan ini, waktu yang akan membuat ku merasakan cinta."


Lylia berkutat dengan pikiran nya sendiri, memikirkan lamaran Samuel yang tiba-tiba.


"Baiklah... aku rasa kau tidak ingin menikah denganku, tentu saja, wanita mana yang langsung menerima lamaran dari laki-laki yang baru di kenalnya, baikl..." Samuel yang merasa lamarannya di tolak pun memutuskan untuk mengerti akan pilihan Lylia, dan belum selesai Samuel bicara Lylia dengan cepat mencium bibir Samuel yang membuat Samuel terkejut.


Samuel menatap wajah Lylia dengan air mata menetes membasahi pipinya, Samuel sangat bahagia, ciuman Lylia yang menandakan jika lamarannya di terima, Samuel langsung membalas ciuman Lylia,


Samuel bangun sembari mengendong Lylia duduk pangkuannya, dan melanjutkan ciuman nya, hasrat mereka berdua pun kembali membara, kali ini Samuel membawa Lylia ke kamaranya, dan menidurkan Lylia di kasur yang empuk dan mewah.


Lylia yang sudah siap dan menerima Samuel pun akhirnya membuat dirinya merasa nyaman dan bertindak agresif, yang membuat Samuel semakin menggila, Samuel membuka pakaian Lylia satu persatu, sampai akhirnya tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh indah Lylia,


Dan untuk kedua kalinya Samuel dan Lylia melakukan hubungan intim, namun kali ini di lakukan dengan perlahan dan tentu dengan perasaan yang sudah jelas.


Malam itu pun di lalui dengan perasaan yang membara, rasa lapar tidak dapat menghentikan perasaan dengan hasrat yang membara sehingga membuat dua sejoli melalui malam tanpa makan siang dan makan malam, perut mereka seakan penuh.


Malam pun berlalu, matahari pagi bersinar di balik gorden yang transparan sehingga menyilaukan mata Samuel dan Lylia, Samuel bangun dan menutup jendela agar tidak menyilaukan mata Lylia dan membiarkan Lylia tidur.


Samuel yang merasakan lapar tak tertahan kan pun keluar menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan dengan hanya mengunakan ****** *****.


Setibanya di dapur Samuel melihat ada makanan yang sudah basi di atas meja, Samuel melihat ada bubur yang tidak asing di atas meja, setelah mengingat akhirnya ia sadar jika itu adalah bubur buatan Silvan, ia ingat Silvan pernah membuatkannya bubur serupa saat ia sakit dulu semasa sekolah.


Samuel mengambil semua masakan yang basi di atas meja dan membuangnya semua, Lylia yang juga sudah bangun menuju ke dapur berniat membuat sarapan karena merasa sangat lapar, sesampai nya di dapur Lylia melihat Samuel membuang semua makanan yang di buatkan oleh Silvan.


"Samuel.! apa yang kau lakukan.? kenapa kau membuang semua makanan itu.? itu masakan Silvan." ucap Lylia yang berlari dengan tetatih menuju tempat sampah dan melihat makanan yang di buang Samuel.


Samuel yang melihat reaksi Lylia pun merasa kesal, bagaimana bisa dia kesal hanya karena makanan yang sudah basi.


"Lylia.? kau marah padaku hanya karena aku membuang makanan basi itu.? yang benar saja.? bahkan jika itu adalah masakan chef bintang lima sekalipun akan tetap di buang jika sudah basi." ucap Samuel yang kesal.


"Tapi... aku sangat penasaran dengan masakannya." ucap Lylia dengan nada lirih.


"Haaaa... kemarilah... (Samuel membuka tangannya dan memeluk Lylia) kau ingin sarapan apa? aku juga bisa memasak, aku juga dapat sertifikat sebagai chef." jawab Samuel yang mencoba menenangkan Lylia.


"Aku ingin sarapan dengan omurice." jawab Lylia.


"Omurice.? baiklah... Mudah saja, duduklah dulu dan perhatikan aku, pastikan matamu tertuju padaku ok.?" ucap Samuel dengan percaya diri.


Lylia hanya tersenyum melihat lagak Samuel yang bagaikan chef, Samuel pun beraksi membuktikan perkataannya, benar saja Lylia terlihat terluka dengan teknik Samuel yang mengunakan wok, Samuel terlihat sangat lihai membuat omurice.


"Wuah.!!! ternyata kau benar-benar hebat." puji Lylia.


"Hahaha bagaimana.? aku hebatkan!?" tanya Samuel lagi yang merasa bangga dengan dirinya sendiri.


Akhirnya dua porsi omurice pun siap di santap, Samuel dan Lylia terlihat sangat menikmati sarapan mereka, selesai sarapanpun Samuel dan Lylia terlihat kembali melakukan hubungan intim di sofa, saat ini mereka merasa seperti sedang berbulan madu.


Akhirnya Lylia pergi mandi membersihkab diri, Samuel pun pulang ke rumahnya sendiri untuk mandi membersihkan diri setelah merasa dirinya sudah baik-baik saja.