Will I Fell Love Again?

Will I Fell Love Again?
PANGGIL AKU SAMMY



Samuel terlihat masih memikirkan setiap perkataan Lylia dengan masih menggenggam tangan Lylia erat.


"Lylia... Tidak peduli seberapa hancurnya hati mu, aku akan mengumpulkan setiap serpihannya dan menatanya kembali, akan ku perbaiki setiap inci dari hati mu yang hancur itu, tidak peduli seberapa banyak kenangan mu dengannya faktanya sekarang kau akan mencipta kan kenangan baru, kau dan aku akan genggaman tangan dan mengubur setiap kenangan masa lalu mu dengan menciptakan kenangan baru, kenangan kita berdua, tidak peduli dengan hati mu yang sekarang kosong dan tidak bisa merasakan cinta lagi, akan ku isi hatimu yang kosong itu dengan setiap tetes cinta dari ku, akan ku buat jantung mu merasakan debaran setiap kali melihat ku, dan akan ku buat kau merasakan rindu ke pada ku di setiap kali aku tidak berada di mata mu, Lylia... akan aku lakukan segalanya untuk mu, karena aku telah gila... aku telah gila karena mencintaimu, maka dari itu..


Lylia Trisier... menikahlah dengan ku!"


Samuel memberikan jawaban yang membuat Lylia menangis, Lylia tidak menyangka jika cinta Samuel benar-benar besar dan tulus padanya, dan akhirnya Lylia benar-benar menerima lamaran dari Samuel walaupun sebelumnya Samuel telah melamar Lylia namun saat ini lamaran yang di lakukan Samuel secara sadar tanpa di kuasai oleh hasratnya, begitu pun dengan Lylia yang menjawab lamaran Samuel dengan sepenuh hati, hatinya terasa ringan karena telah mengungkap kan semua isi hatinya yang selama ini tidak mampu di ceritakan kepada siapapun.


"Samuel... aku menerima lamaran mu untuk menjadi istri mu.. Hiks.." jawab Lylia dengan suara bergetar dan di penuhi air mata, Samuel pun memeluk Lylia


"Terima kasih... Terima kasih telah menerima ku... Aku berjanji akan menjadi yang terbaik untuk mu, aku mencintai mu Lylia... aku sangat mencintai mu."


Samuel melingkari jari manis Lylia dengan cincin permata biru, lalu Samuel mencium tangan Lylia dan menatap Lylia dengan begitu dalam.


"Lylia... sekarang kau benar-benar sudah menjadi milikku kan?" tanya Samuel seolah tidak percaya.


"Iya, Samuel... walaupun kita belum menikah anggap saja sekarang kita bertunangan walaupun tidak resmi." jawab Lylia sembari tersenyum yang membuat Samuel mencium bibirnya, ciuman yang hanya sekejap saja namun mampu membuat wajah Lylia merona.


"Lylia, pipi mu merona.. Haha.. Oh iya.. tadinya aku mau kerumah mu, tapi aku malah mendapati mu di sini, sedang apa kau di sini." tanya Samuel yang penasaran kenapa Lylia bisa ada di hotel ini.


"Oh, hmmm sebenarnya aku melamar kerja di sini, aku sudah di terima sebagai housekeeping, tapi karena kaki ku sedang sakit, aku di mintai untuk beristirahat dulu untuk memulihkan kaki ku." jawab Lylia apa adanya.


"Benarkah!? kau bekerja di sini.?" tanya Samuel yang tidak menyangka dengan kebetulan ini.


"Tapi, kenapa kamu bisa ada di sini? dan memiliki kamar hotel mewah seperti ini, seperti nya ini kamar suite? apa kau bekerja di sini?" Tanya Lylia yang juga penasaran dengan keberadaan Samuel di hotel yang sama dengannya.


"Iya, aku berkerja di sini. lebih tepatnya aku CEO di Hotel ini." ucap Samuel jujur kepada Lylia mengenai dirinya.


"Apa!? CEO.? kau!?" ucap Lylia yang lagi-lagi di kejutkan oleh fakta mengenai Samuel.


"Iya, aku CEO di sini, itulah kenapa aku di sini." jawab Samuel santai.


"Oh... wow... ini sangat mengejutkan..." ucap Lylia yang masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Samuel.


"Kenapa? apa kau tidak suka?" tanya Samuel yang merasa sedikit khawatir dengan reaksi Lylia.


"Ah... bukan seperti itu... aku hanya tidak percaya diri, kau tau? aku gadis miskin yang berasal dari desa, dan kau... apa orang tua mu tidak apa-apa? kau sudah melamar ku, yang artinya kita akan segera menikah, tapi... apa ini tidak apa-apa? aku tidak ingin kau kesulitan hanya karena ku." ucap Lylia yang tidak percaya diri dengan status nya yang lebih rendah dari Samuel, awalnya Lylia sudah tau jika Samuel berasal dari keluarga yang kaya, tapi tidak menyangka jika Samuel sekaya ini.


"Lylia... apa yang kau bicarakan? aku tidak masalah dengan semua ini, status sosial tidak mempengaruhi ku, mengenai orang tua ku, kau tidak perlu khawatir, karena aku akan mengurusnya, kau hanya perlu tetap berada di sisi ku. kau paham kan.?" jawab Samuel yang berusaha memberikan pengertian kepada Lylia.


Lylia hanya diam, memikirkan apa yang akan di hadapi nya nanti. Samuel yang melihat Lylia hanya diam bergerak mendekati Lylia dan memeluknya.


"Iya, baiklah..." Jawab Lylia dengan nada lemah.


Lylia sudah bertekad untuk menjalani dan mencoba untuk memulai semuanya dari awal dengan Samuel, namun fakta bahwa status sosial mereka sangat berbeda membuat Lylia merasa rendah diri, Lylia takut jika hubungan mereka akan di tentang oleh keluarga Samuel, namun Samuel terus menyakinkan Lylia bahwa semua akan baik-baik saja membuat hati Lylia sedikit lebih tenang.


"Baiklah! kita hentikan pembicaraan yang tidak perlu ini, fakta bahwa aku sudah memilih mu untuk menjadi pendamping ku, maka tidak akan ada yang bisa membuat ku berubah pikiran. siapa pun itu aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh mu dan menganggu hubungan kita." Samuel terlihat sangat semangat dan berdiri di hadapan Lylia.


"Ayo kita kerumah sakit, aku sendiri yang akan menemani mu." ucap Samuel yang mengulurkan tangan nya kepada Lylia.


Lylia yang melihat semangat Samuel pun tersenyum, ini adalah sisi Samuel yang baru di liatnya. Lylia memberikan tangannya kepada Samuel, yang kemudian di tarik oleh Samuel yang membuat Lylia berdiri dalam pelukan Samuel.


Samuel yang memeluk Lylia pun tidak membiarkan Lylia lepas dari pelukannya, Samuel menatap mata Lylia dan mereka berciuman, ciuman yang sangat intens namun tidak lama mereka segera melepaskan ciuman panas itu, Samuel terlihat tidak ingin melepas ciumannya namun kali ini Lylia menghentikan nya.


"Samuel... aku harus segera ke rumah sakit." ucap Lylia yang mencoba menghindari pandangan Samuel.


"Iya... aku mengerti... tapi bukankah ini masih terlalu pagi untuk ke rumah sakit? ini masih jam 9 pagi Lylia." ucap Samuel yang mencoba menahan Lylia untuk tetap berada di hotel bersamanya.


"Bukankah seharusnya jam segini semua sudah bekerja ya? kau bahkan sudah ada di sini." ucap Lylia yang membalas alasan yang di berikan Samuel.


"Iya... Maksud ku walaupun kau pergi jam 10 atau jam 11 tidak masalah, bukan kah seperti itu? menetap lah di sini sebentar lagi, aku ingin berdua dengan mu sebelum melanjutkan perjalanan." ucap Samuel yang meminta Lylia untuk tidak pergi.


"Kau akan melakukan perjalanan?" tanya Lylia.


"Iya... Selama ini aku banyak melakukan perjalanan, karena harus melakukan pertemuan menggantikan ayah, dan nanti aku harus ke kota Luzern, makanya menetap lah di sini sebentar lagi, nanti aku akan mengantar mu memeriksa kan kaki, ya?" kali ini Samuel menunjukkan sisi nya yang sedikit manja kepada Lylia, yang membuat Lylia merasa geli dan tertawa.


"Hahaha.. Samuel kau yang seperti ini membuat ku ingin tertawa, apa kau selalu manja seperti ini?" tanya Lylia sembari terus tertawa.


"Aku hanya seperti ini di depan mu, aku akan terus memperlihatkan sisi ku yang sebenarnya padamu, agar kau bisa memahami ku dan bisa mencintai ku apa adanya, seperti aku yang mencinta mu tanpa peduli apa pun, karena yang aku tau aku mencintai mu... Lylia trisier." ucap Samuel yang berakhir dengan ciuman.


Kali ini Samuel dan Lylia melakukan ciuman yang benar-benar panas, Samuel menggendong Lylia dan membawa nya ke atas kasur, perlahan-lahan Samuel membuka baju Lylia satu persatu sembari terus berciuman, Lylia pun membuka kancing kemeja Samuel dan memperlihatkan tubuh Samuel yang kekar, Lylia merasa sedikit malu namun hasrat membuatnya melupakan rasa malunya, dan Lylia pun bergerak agresif yang membuat Samuel menggila.


"Lylia... mulai hari ini jangan panggil aku dengan nama Samuel." ucap Samuel dengan nafas terengah-engah.


"lalu aku harus memanggil mu apa?" tanya Lylia sembari terus membelai punggung gagah milik Samuel.


"Panggil aku Sammy..." jawab Samuel singkat.


"Baiklah... Sammy..." Lylia membisikkan nama Sammy di telinga Samuel dengan lembut, yang membuat Samuel semakin tidak bisa menahan hasrat yang memang sudah memuncak.


Akhirnya Samuel dan Lylia melakukan hubungan intim untuk kesekian kalinya. namun kali ini Lylia terlihat lebih agresif yang membuat Samuel merasa semakin gila kepada Lylia.