
Mama Alice : ”Saya tidak tau pak.”
Para polisi mulai mengecek ulang rumah Alice. Setelah beberapa menit meng-geledah rumah Alice, mereka menemukan surat wasiat yang diduga ditulis oleh Alice sebelum dirinya pergi ke atas. Polisi langsung bertanya kepada mama Alice.
Polisi : ”Apakah ini tulisan korban?”
Mama Alice : ”Ah iya, ini tulisan Alice..”
Polisi : ”Baiklah, setelah kami selidiki, korban melakukan b*nuh d*r1.”
Mama Alice : ”Ahh...”
Seketika Mama Alice mengeluarkan seluruh tangisnya yang daritadi berusaha ia tahan. Ia sudah cukup kuat menahannya, namun sekarang tidak dapat lagi ia tahan. Kehilangan satu-satu nya anak yang ia miliki adahal hal terberat bagi seorang ibu. Terlebih lagi kini ia sudah tidak didampingi oleh pasangan hidupnya.
Keesokan harinya disekolah...
Guru : ”Pagi anak-anak, hari ini ibu ada kabar duka dari mama Alice. Teman kalian, Alice Gracia Devisha. Dikabarkan m3n1ngg4l dunia kemarin.”
Seira : ”Hahaha baguss!!”
Teriak Seira tanpa adanya rasa bersalah sedikit-pun.
Guru : ”Seira! Kamu gak boleh gitu. Oh iya, mama Alice meminta saya untuk membacakan surat wasiat yang dibuat oleh Alice.”
Bu guru mulai membacakan surat wasiat Alice. Seketika raut wajah seisi kelas berubah drastis. Sepertinya mereka merasa bersalah karena telah menghina dan membuat Alice tertekan. Seira mulai menetapkan dirinya untuk melakukan perintah terakhir dari Alice. 7 bulan kemudian, setelah pulang sekolah, Seira pergi ke rumah sakit untuk mengecek keadaan Carl. Seira sudah melakukan kegiatan tersebut setiap hari selama 7 bulan, sesuai perintah yang ditulis di wasiat Alice. Tetapi, saat Seira baru memasuki rumah sakit,
Dokter : ”Apakah anda wali pasien di kamar VIP 12?”
Seira : ”Iya dok itu saya.”
Dokter : ”Pasien sudah sadar.”
Seira : ”APA?! CARL SUDAH SADAR?!”
Dokter : ”Iya, namun sepertinya pasien mengalami amnesia.”
Seira : ”HAH? serius dok?”
Dokter : ”iya..”
Seira : ”Baiklah saya kesana sekarang.”
Dokter : ”Silahkan.”
Disisi lain Alisya,
Mama Alisya : ”Alisya, itu loh, sinetron kesukaan kamu.”
Alisya : ”Kenapa ma?”
Mama Alisya : ”Itu loh, tokoh utamanya, si Alice. Katanya dia b*nd1r.”
Alisya : ”HAH?! KOK BISA?”
Mama Alisya : ”Gatau tuh.”
Alisya : ”Coba nyalain TVnya.”
Mama Alisya : ”Astaga anak ini, sinetron cepet giliran belajar lelet banget.”
Alisya tidak menjawab ledekan Mamanya tersebut. Ia segera berfokus pada televisi di hadapannya.
⠀
—————
⠀
Seira segera berlari menuju kamar dimana Carl dirawat.
Carl : ”Kamu.. Siapa?”
Seira : ”C-Carl?”
Carl : ”HAHAHAHA”
Tawa Carl meng-gemakan seisi ruangan.
Carl : ”Iyaa, gw inget lu kok. Btw Alice mana?”
Seira : ”Elah, ngagetin aja. LU TUH YA UDAH KOMA 7 BULAN GARA-GARA DIA MASIH YANG DIPIKIRIN DIA! LIAT NIH GW UDAH NGERAWAT LU SELAMA ITU!”
Carl : ”Eh hah.. Gw koma? 7.. Bulan..”
Seira : ”Iyaa, gara-gara Alice.”
Seira : ”Ohya, tadi yang suruh dokter bilang ke gw kalo lu amnesia pasti lu ya?”
Carl : ”Hahahaha iya dong”
Seira : ”Bisa-bisanya baru bangun koma udah nge-prank orang..”
Beberapa minggu kemudian, tersebarlah berita baru yang sangat cepat tersebar di sekolah. Seira akhirnya menyatakan perasaanya kepada Carl. Awalnya, Carl hanya menerima Seira karena sudah merawatnya selama 7 bulan. Tetapi lama kelamaan, Carl merasa nyaman dengan Seira. Ia-pun mulai melupakan Alice dan menerima Seira dengan tulus.
Aretha : ”CIEEE COUPLE BARUUU!!”
Riley : ”Iya nihhh.”
Riley juga sudah memperkenalkan Aretha kepada orangtuanya. Karena sifat baik dan tegas yang dimiliki oleh Aretha, orangtua Riley menyetujui hubungan mereka. Begitu juga dengan keluarga Aretha.
Aretha : "Sekali-sekali double date yokk"
Carl : "Gw sih oke aja."
Seira : "Kalo Carl mau.. Ya... Mau gimana lagi kann.."
Riley : "Kita ke kafe aja yuuk, Gw denger-denger ada kafe namanya strawberry cafe. Katanya enak banget lohh!"
Aretha : "Ah cowo gw mah selalu nentuin sendiri. Tapi entah kenapa tempat yang di rekomendasi sama Rey selalu bagus."
Seira : "Gimana Carl?"
Carl : "Okeh."
Akhirnya kedua pasangan tersebut hidup bahagia meski tanpa adanya kehadiran Alice. Setiap tahun, mereka selalu mengunjungi makam Alice sambil membawa bunga.
⠀
-----
⠀
Alisya : "HIKSSS MAMAAAAA!!"
Mama Alisya : "Astaga Alisyaaa udah keberapa kali kamu nangis gara-gara sinetronnn.."
Alisya : "MAMA, ALICE!!"
Isak Alisya. Sejujurnya sinetron ini tidak terlalu menyedihkan, namun karena kejadiannya kemarin dimana dirinya memasuki dunia tersebut, ia bisa merasakan rasa sakit yang dialami mereka semua. Sangat bisa.
Mama Alisya : "Udah-udah jangan nangis terus. Nih mama bikinin makanan."
Alisya : "Iya maa."
⠀
----- T A M A T -----