Who Is The Antagonist?

Who Is The Antagonist?
34.



Aretha : ”WOI!”


Carl & Riley : ”Hah?”


Ucap kedua lelaki tersebut sambil bersama-sama menolehkan kepalanya menuju Aretha.


Aretha : ”BISA DIEM GA SIH? gw lagi ngecek si Alice nih. Kalian keluar dulu lah.”


Akhirnya, Aretha mengusir Carl dan Riley lalu ia lanjut mengecek keadaan Alice.


Carl : ”Lu sih, bikin gw ikutan diusir.”


Riley : ”Dih, apaan? Kok gw?”


Carl : ”Lu yang pertama nyalahin gw.”


Riley : ”Eh sorry ya, gw gak nyalahin. Gw cuma ngomong k.e.n.y.a.t.a.a.n”


Carl : ”Ap-”


Belum selesai Carl membalas ucapan Riley, Aretha keluar dari UKS. Aretha mengajak Carl dan Riley masuk untuk menjelaskan apa yang diderita Alice ( Alisya ).


Carl : ”Jadi?”


Aretha : ”Alice gak punya penyakit apapun. Tapi dari kondisinya, keliatannya dia stress atau banyak pikiran. Mungkin juga dia punya fobia sesuatu.


Riley : ”Tuh, udah gw bilang kan, ini gara-gara Carl jadi Alice stress.”


Aretha : ”Memang lu ngapain Carl?”


Aretha memasang muka curiga sambil menatap Carl.


Carl : ”Uhmm..”


Riley : ”Biar gw bantu jawab, jadi kemaren Carl nembak Alice”


Aretha : ”Hooo~ EH EH fokus.. Oh, setelah gw teliti kayaknya si Alice punya fobia sosial.”


Carl : ”mmm, fobia sosial itu apa?”


Riley : ”Biasanya Alice kalo rame-rame biasa aja kok.”


Aretha : ”Kemungkinan dia takut menjalin hubungan yang lebih dari teman. Buktinya, dia pusing sampai pingsan gitu kan.”


Carl : ”Ah, ternyata gw gatau apa-apa tentang Alice..”


Riley : ”Trus ini kita harus ngapain?”


Carl : ”Gw.. Parah banget yah..”


Carl mulai menyalahkan dirinya karena tidak tahu apa-apa tentang Alice. Tidak lama setelah berbicara, mereka mendengar suara yang keluar dari mulut Alice ( Alisya ).


Alice ( Alisya ) : ”Ugh..”


Carl & Riley & Aretha : ”ALICE??”


Alice ( Alisya ) mulai membuka matanya perlahan, ia melihat Carl, Aretha, dan.. Riley yang sedang duduk di sebelah ranjang yang ditiduri Alice ( Alisya ).


Alice ( Alisya ) : ”Ngg...”


Alice ( Alisya ) yang sudah mendapatkan kesadarannya penuh kini berusaha bangun dari ranjang yang ia tiduri tadi. Aretha yang melihat Alice ( Alisya ) membantunya untuk bangun.


Alice ( Alisya ) : ”U-udah jam berapa nih? Ntar telat masuk sekolah.”


Tanya Alice ( Alisya ) dengan nada lemasnya.


Aretha : ”Astaga, udah sakit kayak begini masih aja pikirin sekolah.”


Alice ( Alisya ) : ”Uhh, ya gw gamau telat lagi.”


Aretha : ”Yaudah sini.”


Aretha membantu Alice ( Alisya ) berdiri dan memapahnya sampai ke kelas. Sesampainya di kelas, semua tatapan para murid tertuju kearah pintu. Bu guru yang mendengar suara pintu terbuka langsung berteriak sebelum menengok-kan kepalanya.


Guru : ”HEI KAL-”


Baru saja Bu Guru ingin mengomeli Aretha, Alice ( Alisya ), Carl, dan Riley. Namun, setelah melihat keadaan Alice ( Alisya ), ia berubah pikiran.


Guru : ”Oh, seperti yang bisa dilihat, kurang lebih ibu tau apa yang terjadi. Silahkan kalian boleh duduk.”


Aretha : ”Baik bu, saya mewakili yang lainnya berterimakasih.”


Merekapun diduk ditempat mereka masing-masing. Bu guru yang sudah melihat mereka duduk dengan tertib kembali mengajar seperti biasa. Tidak terasa, pelajaran bu guru yang merupakan pelajaran terakhir-pun selesai.


Guru : ”Baik, silahkan pelajari pelajaran yang ibu berikan hari ini. Sekarang, kalian boleh pulang.”


Murid : ”Baik bu, terimakasih bu.”


Guru : ”Iya.”


Saat murid lain berhamburan keluar kelas, Seira, Riley, dan Aretha mendatangi meja Alice dan Carl.