
Alice : ”Jam 4 sore. Kira-kira mau ngapain ya?”
Alisya : ”Alice yang cantik dan baik, lu tau kan yang namanya HP?”
Alice : ”Tau lah.”
Alice : ”Omong-omong kenapa tiba-tiba lu muji gitu? mencurigakan”
Alisya : ”Ga kok”
Tawa Alisya
Alisya : ”Nah, tolong lu save itu nomor-nomor yang ada di group kelas.”
Alice : ”Buat apa?”
Alisya : ”Biar kenal lah astaga.”
Alice : ”Oh, whatsupp? Gw gapake gituan. Gw pakenya Instgrem.”
Alisya : ”Tapi kan sekolah nanya tugas di whatsupp bukan instgrem.”
Alice : ”Hmm, iyaiya tar gw namain deh.”
Balas Alice dengan suara nada yang malas.
Alisya : ”Sekarang!”
Alice : ”Duuh, tar aja lahh.”
Alisya : ”Cepetan!”
Alice : ”ASTAGA iyaaiyaaa sabar.”
Alice terlihat malas saat dirinya disuruh oleh Alisya. Beberapa saat kemudian, Alice terlihat sedang asyik bermain dengan HPnya. Saat Alisya bertanya kepadanya,
Alisya : ”Lis udah lama nih, lu udah namain kontaknya blom?”
Alice : ”Oiya, ya belom lah, gw aja kaga kenal mereka siapa.”
Alisya : ”ISH-”
Alisya ingin mengomeli Alice kembali, namun niatnya ia kurungkan saat terdengar suara mama Alice dari lantai dasar.
Mama Alice : ”Alice, sini cepet turun nanti makanan-nya keburu dingin.”
Alice : ”Iya ma.”
Balas Alice. Sebelum ia turun, ia membuat wajah menyebalkan sambil menjulurkan lidahnya. Tentu saja ekspresi tersebut ditujukan untuk Alisya. Mengingat ajakan mamanya untuk makan sore, Alice segera turun ke lantai dasar. Disana, Alice dan mamanya makan tanpa ada yang membuka suara. Karena suasananya begitu hening, Mama Alice pun berusaha untuk mencari topik pembicaraan.
Mama Alice : ”Gimana sekolahnya Alice? Baik?”
Alice tidak ingin menceritakan tentang Seira kepada mamanya karena jika ia menceritakan hal tersebut hanya akan menambah beban pikiran bagi mamanya.
Mama Alice : ”Oh yasudah.”
Suasana antara Alice dan Mama Alice kembali hening. Rasanya sangat cangung karena tidak ada yang ingin bicara. Untungnya, Alice sudah menyelesaikan makanan-nya sehingga ia dapat segera pergi dari suasana hening tersebut.
Alice : ”Ma, Alice udah selesai makan, Alice naik lagi ya.”
Mama Alice : ”Iya.”
Baru saja Alice melangkahkan kakinya memasuki kamar miliknya, Alisya sudah langsung melanjutkan omelannya kepada Alice.
Alisya : ”Udah puas lo?”
Namun, Alice sama sekali tidak menghiraukan Alisya. Ia malah menge-scroll akun instgrem nya.
Alice : ”Oh iya, hari ini blom posting, ya?”
Alice langsung membuka kolom dimana menunjukkan postingan-postingan miliknya. Ia segera menujukan pandangannya ke bagian komentar di postingan Instgremnya.
Alice : ”EH YAAMPUN, LU GA POST DAILY SELFIE?”
Alisya : ”Hm? Ya kaga lah, buat apa?”
Jawab Alisya santai.
Alice : ”Duhh makanya liat nih, komentar di post terakhir.”
Alice yang bmtubuhnya sudah mulai lemas menengok kearah jam.
Alice : ”Astaga udah jam sgini ternyata, tidur dulu deh.”
Ucap Alice yang sedikit terkejut namun ia terlihat tidak terlalu peduli. Ia segera bersiap-siap untuk tidur dan mematikan lampu kamarnya. Beberapa menit pun berlalu dan Alice sudah tertidur lelap.
Beberapa jam kemudian, matahari pun menampilkan dirinya, sehingga menerangi beberapa bagian di muka bumi. Alice ( Alisya ) yang merasa kesilauan pun langsung terbangun.
Alice (Alisya) : ”Hmm”
Alice ( Alisya ) : ”Eh? AKHIRNYAA GW GA NYIMAK DOANG.”
Teriak Alice ( Alisya ) dengan nada semangat menunjukkan dirinya
sangat senang.
Alice : ”Iya enak banget ya lu.”
Alice (Alisya) : ”Astaga kok lu masih ada?!”