Who Is The Antagonist?

Who Is The Antagonist?
27.



Sebelum Bu Guru menyelesaikan kalimatnya, murid-murid sudah melanjutkan perkataan bu guru karena mereka sudah mengetahui duluan apa yang akan dikatakan bu guru.


Murid : "Yeyy gamees!"


Guru : "Bener tuhh. Nah, kali ini kita bakal main truth or dare!"


Murid : "Wiidiihhh"


Seketika terdengar sorakan-sorakan yang sangat lekat berasal dari para murid yang berapi-api. Bu Guru pun menjelaskan bagaimana cara bermainnya.


Guru : "Rulesnya gini, jadi ibu bakal pilih satu anak, nah ibu bakal kasih pertanyaan ke mereka. Kalau salah, mereka harus pilih antara truth or dare. Kalau sudah, orang tersebut harus pilih orang yang lain."


Murid : "Oke, baik bu."


Tiba-tiba bu guru terdiam, sepertinya ia sedang berpikir.


Guru : "Biar adil bagaimana kalau anak yang pertama kalian aja yang pilih?"


Murid : "Boleh boleh."


Kelas pun langsung berubah menjadi gaduh, banyak mata yang menatap Seira, Alice, Carl, dan juga Riley.


Mereka semua sempat berteriak bersamaan menyebut ke-empat nama tersebut. Karena bu guru menyukai keadilan, bu guru memutuskan untuk melakukan voting. Setelah melakukan voting, hasilnya pun keluar. 10 orang memilih Alice, 8 orang memilih Riley, 7 orang memilih Carl, dan 5 orang memilih Seira.


Guru : "Baiklah, yang jawab pertanyaan nomor 1 itu berarti.. Alicee ya."


Alice (Alisya) : "Hah? saya bu?"


Guru : "Iya kamu."


Bu guru mulai menulis soal matematika di papan tulisnya.


Guru : "Ayo Alice, silahkan dijawab."


Alice (Alisya) : "Ahh inimah gampang."


Sombong Alisya meremehkan soal yang diberikan oleh gurunya. Karena Alisya terlalu meremehkan tugas tersebut, ia mengerjakannya dengan cepat. Karena hal tersebut, ia jadi tidak teliti membaca soal sehingga jawabannya salah.


Guru : "Alice, tumben jawabanmu salah, kurang teliti sih. Makanya jangan meremehkan soal lain kali."


Seisi kelas yang mendengar perkataan guru bahwa Alice salah langsung terlihat senang. Mereka langsung berteriak.


Murid : "Truth or Daree?"


Alice juga sempat mengomeli Alisya karena dirinya selalu mendapat nilai 100 di pelajaran matematika namun Alisya menghancurkannya.


Alice : "Woi elah bisa-bisanya lu salah."


Alisya : "Ya maap.. Jadi mau pilih truth atau dare nih?"


Alice : "Hmm truth aja deh, klo dare nanti pasti aneh-aneh."


Alisya : "oke."


Guru : "Jadi Alice kamu pilih truth atau dare?"


Alice (Alisya) : "Aku truth aja deh bu."


Guru : "Hmm coba yang lain kasi ide mau nanya apa?"


Seketika pikiran murid-murid di kelas Alice tersambung, mereka langsung menanyakan sesuatu hal yang sama dengan bersamaan.


Murid : "Kamu lebih suka Rey ato Carll?"


Guru : "Hayo Alicee hahaha"


Ledek Bu Guru.


Alisya kembali memanggil Alice untuk berdiskusi siapa yang harus ia pilih.


Alisya : "Weh Alice, wooi"


Alice : "Apaan?"


Alisya : "Itu ditanya pilih Rey atau Carl."


Alice : "Carl lah."


Alisya : "Meski lu udah tau akhirnya bakal kayak gitu?"


Alice : "mmmm.. Iya."


Alisya : "Gila sih, bucin banget. Yaudah terserah."


Alisya mulai membuka suaranya untuk menjawab pertanyaannya tersebut.


Alice (Alisya) : "Hmm, aku sih suka sama dua-duanya"


Alice ( Alisya ) : "Tapi jujur aja, mungkin aku lebih pilih Carl deh..?"


Seira yang mendengar Alice lebih memilih Carl langsung memalingkan wajahnya kesal.


Murid : "ACIEEEEEEEEEEEE."


Alice (Alisya) : "Sebagai teman ya hehe"