
Alisya : "Apa nanti pas gw balik ke tubuh Alice gw jadi harus aktif biar ga mencurigakan?"
Ucap Alisya sambil berpikir jalan keluar dari masalahnya saat ini, ia benar-benar sedang berpikir keras hari ini.
Namun melihat Alice yang melakukan pergerakan lagi, Alisya segera menolehkan kepalanya untuk melihat apa yang dilakukannya.
Alice : "Ah, apa karena Alice palsu itu pendiem ya? Gw jadi aktif gini mereka semua jadi bingung dan curiga.. Gimana dong ish"
Bisik Alice, namun dapat terdengar jelas di telinga Alisya. Untung-nya Carl dan teman-teman sekelasnya tidak ada yang mendengar bisik-kan Alice.
Alisya : "Idihh, kok nyalahin gw, bukan gw juga yang mau masuk ke tubuh lo!"
Alisya : "Lagian gw lebi pengen ke tubuh Aretha"
Umpat Alisya kesal.
Alisya beralih lagi ke Alice, ia mendapati Alice sedang menggaruk-garuk telinganya.
Alice : "Kok telinga gw gatel sih? Katanya kalo telinga gatel tiba-tiba artinya lagi diomongin. Siapa sih yang berani-berani ngomongin gw dibelakang?!"
Alisya : "Eh? Jangan-jangan Alice bisa denger omongan gw?"
Alice : "Hah itu siapa sih yang ngomong daritadi di kuping gw?"
Ucap Alice sambil memperhatikan sekitar-nya untuk mencari tahu siapa yang sedang berbicara. Namun hasilnya nihil.
Alisya : "Lu.. bisa denger gw?"
Alice : "SUMPAH LU SIAPA SIH?"
Ucap Alice tanpa suara, namun bibirnya tetap bergerak.
Alisya : "Gw Alisya, yg masuk ke tubuh lu selama ini"
Alice : "Ooh lu ya yang bikin image gw jadi anak pendiem, mereka semua sekarang natap gw aneh kan jadinya"
Alice : "Gamau tau pokoknya nanti kalo lu masuk lagi ke tubuh gw, image lu harus kayak gw sekarang, aktif."
Alisya : "Dih apasih ngatur-ngatur mulu, gw juga tau kali, males gw klo ditanyain kenapa gw berubah, udahlah lu berisik"
Alice : "AP-"
Namun tiba-tiba ada seseorang yang memotong pembicaraan antara Alice dengan Alisya. Ia berbicara dengan suara yang cukup keras sehingga memekik-kan telinga Alice, Alisya, juga seisi kelas.
Guru : "Alice! Dari tadi saya perhatikan kamu ngobrol sendiri, mohon tetap fokus ke depan!"
Seketika satu kelas langsung mengalihkan pandangannya menuju Alice. Alice yang melihat itu semua dapat mengetahui pikiran-pikiran mereka dari sorot pandangannya. "Dia aneh hari ini"
Alice : "maaf bu.."
Alice menatap sekelilingnya dengan tatapan yang aneh, seperti berkata "kenapa?"
murid lainnya yang melihat tatapan mata Alice kembali membalas tatapan mata Alice seperti "Lah? kok lu nanya?"
Tiba-tiba bu guru membuat kami semua tersontak kaget akibat teriakkan yang dihasilkan olehnya.
Guru : "HEI, KALIAN LAGI NGAPAIN? KENAPA TENGOK KANAN TENGOK KIRI?!"
kami semua langsung memperbaiki duduk kami semua agar menghadap ke depan dan tegak dengan pandangan lurus ke depan.
Guru : "Nah gitu dong.."
Bu guru lanjut mengajar dan kami semua memerhatikan dengan saksama.
Guru : "Baiklah, sekarang waktunya quiz"
Tiba-tiba saja, semua pandangan di kelas menuju kepada Alice. Mereka semua menatap Alice seperti berkata "awas aja kalo lu caper lagi". Karena Alice sangat peka, ia dapat mengetahui sorot mata teman"nya. Namun, Alice tidak menghiraukannya. Setiap kali guru bertanya, Alice selalu menjawab pertanyaanya sampai..
Murid1 : "ALICE! jangan serakah kek, semua soal lu smua yang jawab, kita yang lain juga mau dapet poin tambahan!"
Murid2 : "iya, kasih kita kesempatan juga dong"
Guru : "Udah, udah diem, jangan bertengkar ya. Gini deh, mulai dari nomor absen aja ya, kebetulan pertanyaannya masih cukup banyak."
Murid2 : "Iya gitu dong bu.."
Saat Bu Guru memulai kembali sesi quiz nya, ia dimulai dengan absen 1. Namun tidak ada yang dapat menjawab hingga mencapai absen 8, yaitu Alice. Lagi-lagi Alice dapat menjawab pertanyaan dari Bu Guru dengan tepat dan benar.
Alice : "Tuhkan kalian juga gabisa jawab tapi minta dikasih kesempatan, bikin waktu abis aja kan"
Murid1 : "dih apa-"
KRIIING
Bel istirahat berbunyi tepat ditengah-tengah perdebatan mereka, mereka pun segera bubar dan berpencar diluar kelas.
Carl : "Udah si jangan dibawa emosi terus hahaha"
Alice : "Iyaiya"
Carl : "Kantin skuy?"
Alice : "yaudah, kebetulan aku ga bawa bekal"
Alice dan Carl bersamaan pergi menuju kantin, namun saat di tengah-tengah perjalanan-nya..
BRUUKK!
Alice tidak sengaja menabrak seseorang, Alice berusaha bangun untuk melihat siapa yang ia tabrak, namun hal tersebut terhentikan ketika ada yang membuka suara.
?? : "ugh"
Alice : "Riley?"
Alice : "Duuh maaf, lu jadi luka gitu lagian lu ga liat-liat depan sih"
Alice : "bisa sendiri kan?"
Riley : "bisa."
Alice : "Yaudah gw pergi du-"
Carl : "Lis, kan lu yang nabrak dia, bantuin dia lah masa suruh dia obatin sendiri"
Alice : "kata dia bisa sendiri?"
Carl : "tetep aja, bantuin aja sana"
Alice : "Ish iya-iya bawel."
Alice segera mengobati lutut Riley yang terluka. Ia mencuci luka tersebut dan memberikan betadine, tidak lupa untuk memakaikan hansaplast disana, kebetulan ia memiliki hansaplast lebih di tas miliknya.
Riley yang dapat melihat wajah Alice dari dekat pun terpesona, tanpa sadar wajah-nya memerah. Ia terus menatap mata Alice dalam-dalam. Alice yang sedang fokus mengobati luka milik Riley tidak sadar bahwa dirinya ditatap oleh Riley.
Riley : "cantik"
Batin Riley. Carl yang melihat wajah Riley yang memerah tersebut merasa risih, ia pun mencari cara agar keluar dari suasana canggung tersebut.
Carl : "Weh gw duluan deh ya, uda laper banget"
Alice : "Eh duh tungguin kek ini bentar lagii"
Carl : "Bodoamat daripada maag gw kambuh"
Carl langsung berlari menuju kantin sambil berusaha keras menahan tawanya yang ingin sekali keluar. Sejujurnya ia penasaran apa yang terjadi oleh mereka berdua selanjutnya.
Sementara itu, balik menuju Alice dan Riley.
Alice : "Udah, selesai."
Riley : "I-iya mak-asi"
Alice : "hm? kenapa lu? sakit?"
Riley : "e-eh engga.."
Alice : "Yaudah gw tinggal ya. Byee"
Ucap Alice sambil berlari menyusul Carl.
Riley : "masa.. gw suka.. sama dia? ga. gamungkin, yakali lu suka Alice, Rey.."
Alisya : "Woi Alice, lu diomongin tuh sama Rey."
Alice : "Hah? Rey siapa?"
Alisya : "Ituloh orang yang lu tolongin."
Alice : "Oh dia.. Ngomong apa? "
Alisya : "Hem? Gatau ga kedengeran.."
Tiba-tiba Carl membuka suara miliknya sehingga membuat Alice menoleh.
Carl : "Woi Alice, lu ngapain daritadi ngomong sendiri?"
Alice & Alisya : "ASTAGA!"
Carl : "kwkwkwkkwkwkk bengong terus sih"
Alice : "ish apaansi"
Carl : "Btw, kita kelamaan bantuin Riley, waktu istirahat tinggal dikit jadinya"
Alice : "Hah? oiya, yaudah buruan ke kantin."
Alice dan Carl bergegas pergi ke kantin. Di sana, mereka bertemu dengan Aretha, dan juga Riley.
Alice : "Hi Rey, lu uda baikan?"
Riley : "Udah, btw lu mo gabung?"
Carl : "Kuii."
Alice yang memerhatikan muka Rey melihat perubahan ekspresi Rey.
Awalnya Rey senang saat bertemu Alice, namun saat Carl berbicara, Rey terlihat tidak senang.
Alisya : "Wei Alice, lu liat kan.. Muka si Rey itu, jangan-jangan-"
Alice : "Ga mungkin, jangan bicara omong kosong lu."
Aretha tidak sengaja mendengar perkataan Alice. Ia pun berniat untuk bertanya.
Aretha : "Lis, ngomong sama siapa?"
Tiba-tiba Carl dan Riley langsung menatap kearah Alice.
Alice : "Hah? Kenapa pada liatin gw?"
Carl : "Gapapa."
Alice : "Yaudah, jagain tempat disini. Gw mo beli makan dulu."
Riley : "Lu bisa sendiri?"
Alice : "Ya bisa lah."
Alice pergi menuju salah satu stan di kantin sekolahnya, Namun..
BUAK!
Alice : "APA-APAAN SIH?!"
Alice dan Alisya yang melihat kejadian tersebut mengetahui kalau orang tersebut sengaja menyenggol tubuh Alice. Saat Alice mendongak-kan kepalanya keatas, ternyata ia adalah ratu sekolah ini.
Tanpa sengaja, Alice mendengar percakapan 2 orang yang tidak ia kenal.
Murid (1) : "Weh gila, itu yang namanya Seira? si ratu sekolah kaan?"
Murid (2) : "Iya gilaa, cakep banget diaa"
Murid (1) : "Eh tapi sifatnya katanya jelek loh.."
Murid (2) : "Masa sih.."
Setelah menyelesaikan percakapannya, kedua orang tersebut langsung pergi meninggalkan kantin.
Alisya : "Weh Alice, itu Seira woii didepan lu"
Seira : "Heh lu kan yang tadi nabrak gw, cepet berlutut."
Alice : "Loh apa-apaan?!"
Alice marah tidak main kepada Seira, orang yang menabraknya.
Seira : "Gw ratu di sekolah ini, lu mau apa?"
Alice : "HEH, JELAS-JELAS LU YANG NYENGGOL GW.."
Seira menengok kearah salah satu fansnya..
Seira : "Halo, menurut kamu.. Siapa yang nyenggol siapa?"
Fans Seira : "T-tentu aja Seira yang di senggol."
Seira kembali menatap remeh Alice lagi.
Seira : "hhh, nah udah tuh buktinya.. Nah, sekarang.. BERLUTUT!"
Tiba-tiba saja Alice dan Seira mendengar suara orang berlari kearah mereka.. Ternyata orang tersebut adalah Carl.
Carl : "Alice lu kok lama.."
Alice : "Tau tuh, ni anak di depan gw."
Seira : "AP-"
Carl : "Loh, lu sapa?"
Seira : "E-eh pang- uhmm-"
Seira tidak berani menatap mata Carl. Seira merasa jantungnya tidak akan kuat jika ia menatap mata Carl. Seira menjadi semakin gugup. Namun, ia penasaran akan sesuatu..
Seira : "Heh cewe cabe, itu Carl pacar lo?"
Alice : "Belom..."
Carl : "Loh, kok lu tau nama gw..?"
Seira : "Uhm- itu..."
Sebelum Seira membuka mulut, Alisya berbicara kepada Alice.
Alisya : "Weh Alice, lu gaperlu jawab. Nih, setau gw, si Seira tuh ngefans banget sama Carl. Dia tuh sampe ngestalk IG si Carl."
Alice yang mengerahui kenyataan tersebut dari Alisya langsung menyinyir Seira dengan riang.
Alice : "Pft, tadi lu bilang gw apa? Cabe? Kasian banget si lu, Gapernah ngaca. Oh, Jangan-jangan.. pfft- lu gapunya uang buat beli kaca."
Wajah Seira berubah menjadi sangat kesal. Sedangkan Carl melihat Alice dengan tatapan bangga.
Seira : "Ck, apa-apaan sih?!"
Seira langsung meluapkan amarahnya karena jujur ia tidak dapat mengelak perkataan Alice.
Alice : "Nah, inilah ciri-ciri orang bodoh yang cuma tau dunia kecantikan"
Seira menatap kerarah Carl berharap dirinya dibela oleh Carl, namun bukannya Carl membela Seira, ia malah memberikan tatapan dingin kepada Seira.
DING DONG!
Kami semua terdiam sejenak saat mendengar bel yang menunjukkan istirahat telah usai.
Alice : "Elah, hoki banget lo. Diselamatin sama bel. Yaudah lah, byee cewe cabe haha"
Seira : "AP-"
Seira belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Alice dan Carl sudah terlanjur membalikkan badannya untuk kembali ke kelas.
Alice : "Yah, gara-gara si cewe cabe itu gw ga jadi jajan deh."
Carl : "Untung aja kita dibawain bekal sama ortu kita."
Alice : "e-hm"
Carl : "Lu pinter juga ya nyinyir orang hahaha."
Alice : "Emang bakat gw itu pfft"
Namun tiba-tiba Alice langsung lari ke kelas, dirinya tidak menunggu Carl yang sedang berjalan santai. Carl yang melihat Alice tiba-tiba berlari ke kelas segera mengejar Alice sambil meneriaki gadis yang tengah berlari kencang sehingga rambutnya terombak-ambik oleh angin. Saat sampai di kelas..
Alice : "Hosh hosh.. Cape banget gila."
Carl : "Gapernah olahraga si lo, lagian lu langsung lari sih ga nungguin gw"
Alice : "Dasar artis.."
Carl : "Apa hubunganyaa"
Alice : "Hubungin aja dah biar cepet hahaha."
Tiba-tiba ada salah satu murid yang tergesa-gesa memasuki kelas sambil berteriak. Terpampar keringat yang sudah mengucur deras di seluruh permukaan wajahnya terutama di pelipisnya. Sepertinya ia berlari sekuat tenaga agar tidak telat memasuki kelas.
Murid (1) : "GUYSSS BU GURU DATENGG!"
mereka semua bergegas duduk di tempatnya masing-masing. Benar apa yang dikatakan murid tersebut.
guru : "Selamat siang semua, bagaimana istirahat kalian?"
Murid : "Baik bu.."
Guru : "Baiklah, kita langsung lanjut materi ya.."
Karena Alice sudah mengerti mengenai pelajarannya, ia hanya menunggu guru membuka suaranya untuk bertanya. Namun, saat guru bertanya..
Guru : "Apakah ada yang tahu jawaban nomor 1?"
Semua pandangan tertuju kepada Alice lagi, tetapi yang menjawab duluan bukanlah Alice melainkan Aretha.
Aretha : "Saya tahu bu."
Guru : "Baiklah, apa jawabannya Aretha?"
Semua pandangan yang awalnya melihat Alice memalingkan pandangan mereka kepada Aretha. Aretha menjawab pertanyaan dari bu guru dengan baik, lembut, juga lebih sopan dari pada Alice.
Guru : "Benar sekali Aretha. Selanjutnya, ada yang bisa menjawab soal nomor 2?"
Alice : "Say-"
Aretha : "Saya bu."
Guru : "Aretha, kamu tadi sudah menjawab. Gantian dulu ya."
Aretha : "Oh baik, maaf ya bu."
Guru : "Baiklah, Alice tadi kamu mau jawab kan?"
Alice : "Iya bu."
Guru : "Apa jawabannya?"
Alice menjawab pertanyaan bu guru dengan baik, namun..
Guru : "Ibu tahu maksud kamu, tetapi cara menjawabnya salah ya Alice. Kamu seharusnya belajar cara menyampaikan jawaban dengan benar seperti Aretha."
Alice : "Oh begitu ya bu, maaf ya."
Satu kelas menertawai Alice kecuali Aretha dan Rey. Alice dapat mendengar hinaan yang berasal dari 2 murid yang membenci Alice di kelasnya.
Murid1 : "Weh hahaha liat tuh Alice dimarahin"
Murid2 : "Iya, akhirnya kena imbasnya juga ya dia"
Alice menutup telinganya yang panas dengan kedua tangannya. Ia sedang berusaha menahan amarahnya. Untungnya, Ibu Guru membuka suara sehingga dapat membuat amarah Alice sedikit reda.
Ibu Guru : "Udah, udah jangan berisik lagi. Sekarang kita lanjut aja ke nomor 3. Ada yang bisa menjawab nomor 3?"
Namun sebelum guru tersebut menampilkan soal pertanyaan nomor 3, terdengarlah suara Alisya yang berusaha memanggil Alice.
Alisya : "Woi, mau gw bantuin ga biar lu ga diejek lagi"
Alice : "Dih buat apaan sih gw gabutuh."
Alisya : "Mau ditolongin malah marah-marah, terima aja sih, tubuh lu nanti akan jadi tubuh gw juga"
Alice : "Trus?"
Alisya : "Ya makanya sini gw bantuin"
Ucap Alisya yang sudah geram terhadap sifat Alice.
Alice : "Yaudahlah terserah."
Alisya menjelaskan bagaimana cara menjawab pertanyaan dari guru dengan baik dan benar. Tidak hanya jawaban yang harus benar, namun perkataan dan kesopanan juga terhitung.
Alice sudah siap menjawab, saat Bu Guru menampilkan pertanyaan ke tiga, Alice langsung menaikkan telunjuknya tinggi-tinggi. Namun ternyata ada murid lain yang berniat untuk menjawab pertanyaan, Aretha.
Alice & Aretha : "Saya bu."
Alice dan Aretha saling memandang satu sama lain, tidak ada yang mau mengalah di antara mereka. Namun tiba-tiba ada satu murid lagi yang mengangkat terlunjuknya berniat untuk menjawab.
Murid4 : "Saya aja bu, saya tau."
Guru : "Yasudah, Alice dan Aretha kalian kan sudah menjawab tadi, sekarang gantian ya"
Alice & Aretha : "Oh, iya deh bu.."
Murid tersebut dapat menjawab dengan benar dan lancar. Setelah itu, pelajaran telah usai. Bu Guru segera merapikan barang-barangnya dan keluar dari kelas. Tidak lama setelah itu, ada seseorang yang memasuki kelas. Seisi kelas mengira bahwa ia adalah guru selanjutnya, namun ternyata dugaan mereka salah.
Seira. Seira Aubree, memasuki kelas Alice dengan kasar. Ia tidak berbicara apapun, hanya matanya saja yang so bergerak-gerak seperti mencari seseorang.
Seira : "hm."
Seira : "Ada yang namanya Alice ga disini?"
Ucap Seira kasar sambil memberi tekanan nada pada kata 'Alice'.
Seisi kelas langsung mengalihkan pandangannya menuju Alice. Alice yang merasa ditatap dan dipanggil pun menolehkan kepalanya ke depan.
Alice : "Hm? Cewe cabe?"
Salah satu fans Seira yang berada di kelas Alice menatap Alice tajam dengan tatapan benci. Tiba-tiba fans tersebut meneriaki Alice dengan lantang membuat seisi kelas tergelonjak kaget.
Fans Seira : "WOI ALICE, TAU DIRI DONG. SEIRA GW MANA MUNGKIN KAYAK CEWE CABE."
Seira yang mendengar pembelaan dari salah satu fansnya mulai menatap Alice kembali dengan tatapan sombong.
Seira : "Pfft, tuh udah denger kan. Jadi siapa yang cabe?"
Alice : "Iya dah serah, gw bodoamat. Lu ngapain lagian disini?"
Seira : "Hari ini gw pindah ke kelas ini. Lu pindah tempat duduk gih, gw yang bakal duduk disebelah Carl."
Carl yang merasa terpanggil pun menoleh dengan tatapan aneh, bingung, dan.. kesal?
Carl : "Laahh? Kenapa gw harus duduk di sebelah lo?"
Tiba-tiba ada guru yang memasuki ruangan kelas. Suasana kelas yang tadinya gaduh seketika berubah menjadi hening.
Guru : "Selamat siang semua, apa ada yang terjadi? kenapa gaduh sekali?"
Alice : "Bu, itu tuh yang disebelah ibu, dia cari ribut terus bu. Dia bilang hari ini dia pindah ke kelas ini. Kan gamungkin bu. Mana dia maksa harus duduk di sebe-"
Guru : "HEI ALICE, KAMU JANGAN GASOPAN YA. Cara bicaramu harus diubah, tidak sopan jika langsung menjawab dengan cara berteriak."
Aretha yang melihat Alice kesusahan pun ingin mencoba membantu. Namun, ucapannya dicela oleh Riley.
Aretha : "ma-"
Riley : "Maaf mencela omongan ibu dan Alice, saya hanya ingin membantu menjawab karena saya termasuk salah satu orang yang melihat kejadian ini."
Riley mulai menceritakan secara detail apa yang terjadi dari awal hingga akhir.
Guru : "Oh begitu ya, terimakasih Rey sudah mau menjelaskan situasi sekarang."
Riley : "sama-sama bu."
Bu guru kini mengubah pandangannya kearah Seira.
Guru : "Baiklah, SEIRA kamu ngapain disini? Kamu sudah dapat izin dari wali kelas untuk pindah kelas?"
Seira : "Uhm, s-sebentar bu.."
Seira berusaha mencari sesuatu dari dalam tasnya. Ternyata itu adalah surat pindah kelas. Tanpa basa-basi Seira langsung memberikan surat tersebut kepada Bu Guru.